Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Jalan Jalan


__ADS_3

"Apa ada cara agar rambut saya tetap utuh dan tidak rontok?"


"Ada tuan, ada beberapa cara anda bisa memilihnya"


"Baiklah, saya mau kemoterapi" Al setuju.


"Baiklah kalau begitu saya resepkan obatnya dulu. Dan mungkin kemoterapi bisa dilakukan 3 minggu lagi"


"Kenapa lama sekali?" Protes Al.


"Tuan, dirumah sakit ini banyak juga pasien yang memiliki jadwak kemo. Selain itu hanya dokter spesialis saja yang boleh melakukannya. Jadi jumlah pasien kemo perhari sangat terbatas" dokter itu memberi penjelasan.


"Baiklah" Al pasrah.


Setelah selesai konsultasi, Al kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya.


Jam makan siang


Tok


Tok


Tok


Pintu ruangan Al diketuk


"Masuk"


Ceklek


"Hallo dady, aku datangg" Suara Zifa menirukan anak kecil.


"Ah sayang, kamu udah dateng"

__ADS_1


"Iya, kamu masih ada kerjaan?"


"Iya nih masih, tapi nggakpapa. Kita berangkat sekarang aja"


"Enggak ah, kamu selesaiin dulu kerjaan kamu"


"Sayang, ini banyak banget loh. Lagipula aku udah laper. Emangnya kamu nggak laper?"


"Oh ya udah deh, aku juga laper" Zifa menyengir.


"Ya udah, yuk" Al menggandeng tangan sang istri.


Al sudah meminta kunci mobil pada asistennya karna ia akan menyetir mobil sendiri.


Beberapa saat kemudian mobil sudah sampai disebuah restoran.


"Loh Al kok kesini sih?" Zifa mulai kesal.


"Loh emangnya harusnya kemana?"


"Ya ampun, kenapa nggak bilang dari tadi?" Al menepuk jidatnya.


"Emangnya tadi aku belum bilang ya?" Tanya nya polos.


"Belum sayang, ya udah kita cari bakso kalau gitu" Al kembali melajukan mobilnya.


"Tumben pengen bakso?" Tanya Al karna istrinya bukan pecinta makanan itu.


"Nggak tau, tiba tiba pengen"


"Ohh ngidam, emang masa ngidam itu sampek perut gede gini ya?"


"Enggak tau juga, pokoknya aku lagi pengen banget makan bakso"

__ADS_1


Beberapa saat kemudian mobil telah sampai diwarung makan bakso sesuai permintaan Zifa.


Sebelum keluar dari mobil, Al lebih dulu mengganti baju kerjanya dengan baju casual karna kaca dimobil itu gelap jadi tidak akan ada orang yang melihat.


1 jam kemudian, Al dan Zifa sudah berada diruang konsultasi.


"Ini bayi anda tuan dan nyonya Danendra. Usianya sudah memasuki minggu ke 36. Bayi anda sudah mulai berada diperut bagian bawah, jadi wajar saja jika terkadang anda sering buang air kecil"


"Kesehatannya gimana dok?" Al bertanya penuh antusias.


"Kondisinya cukup baik dan sehat. Namun perlu diperhatikan, berat badan janinnya sudah melebihi batas normal untuk usia kandungan 36 minggu. Untuk penanganannya bisa dengan olahraga ringan, kurangi makan makanan manis dan juga snack. Dan satu lagi, kurangi porsi makan menjadi lebih sedikit"


Dokter memutar mutar alat usg hingga nampak jelas wajah calon anak Al.


"Anak kalian sangat tampan. Mungkin hidungnya akan mewarisi hidung tuan Al" puji dokter itu sambil menatap layar monitor.


Al tersenyum bangga dengan hasil kerja kerasnya.


"Karna usinya sudah 36 minggu, maka nyonya Zifa harus siap jika sewaktu waktu mengalami kontraksi....." Dokter menjelaskan panjang lebar.


Setelah selesai konsultasi Al mengantar sang istri kembali kerumah.


3 minggu kemudian,


Pagi hari,,


Sebenarnya hari ini adalah jadwal Al melakukan kemoterapi pertamanya.


"Al,, temenenin aku jalan jalan yuk" ajak Zifa.


"Iya sayang"


Al menemani sang istri berjalan jalan ditaman kota.

__ADS_1


Banyak sekali gadis gadis yang menggoda Al secara langsung membuat Zifa terbakar cemburu.


__ADS_2