Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Masalah kecil


__ADS_3

Zifa yang tidak terima pun menjambak rambut wanuta itu hingga terjadilah aksi jambak menjambak antar 2 wanita itu.


Kay mencoba melerai dua manusia itu namun gagal.


Al memandangi kerumunan orang itu. Ia melihat sang istri sedang adu jambak dengan seorang wanita.


Ia pun segera mendekat ke arah sang istri.


Namun,,


Byurrrr


Zifa lebih dulu tercebur ke kolam karna didorong oleh temannya itu.


Al yang melihat istrinya kesulitan berenang pun langsung ikut masuk kedalam kolam dan meraih tubuh istrinya.


Al mengangkat Zifa keluar dari kolam itu.


"Urus wanita itu, beri dia hukuman yang setimpal" tegas Al pada bodyguard tersembunyi nya yang baru saja memasuki acara itu.


Al menggendong Zifa ala Brydal style dan memasukannya kedalam mobil.


"Dingin?" Tanya Al namun Zifa masih bungkam dari tadi.


Al mengambil sweater miliknya di jok belakang dan memberikannya pada sang istri.


"Pakailah ini dulu agar kau tidak sakit"


"Tapi.."


"Ganti bajumu disini saja, aku akan keluar jika kau malu" Al keluar dari mobil itu dengan pakaian yang masih basah kuyup.


Beberapa saat kemudian Al kembali masuk kedalam mobil.


"Apa tidak ada celana? Ini masih terlalu pendek untukku" tanya Zifa yang memang sweater besar milik Al hanya sepanjang pahanya saja.


"Sebentar"

__ADS_1


Al mengambil selimut dan juga celana pendeknya dijok belakang.


"Keluarlah dulu, aku mau memakai celanaku" ucap Zifa lirih.


"Pakai saja disini, aku akan melihat keluar" ucap Al memalingkan wajahnya keluar jendela.


Setelah selesai Al memasangkan selimut ditubuh istrinya itu.


"Pakai ini dulu agar kau hangat"


Al pun melajukan mobilnya pulang ke mansionnya.


"Apa yang membuatmu seperti tadi?" Tanya Al ditengah perjalanan.


"Tidak ada"


"Ayolah, kau harus jujur padaku"


"Dia menyebutku jalangg" cuek Zifa.


Zifa hanya diam mendengar ucapan suaminya itu.


Beberapa saat kemudian mobil telah sampai dimansion danendra.


Al membukakan pintu untuk sang istri


"Aduhh" pekik Zifa saat menapakan kakinya.


Untung saja dengan sigap Al menangkap tubuh sang istri.


"Ada apa? Kenapa dengan kakimu?" Tanya Al.


"Sepertinya keseleo saat di pesta tadi" jawab Zifa.


Al pun langsung menggendong istrinya itu memasuki mansion.


"Loh Al, istrimu kenapa?" Tanya mama Sofi yang kebetulan ada dilantai bawah.

__ADS_1


"Tidak apa apa ma, hanya masalah kecil" jawab Al lalu segera ke lantai atas sebelum ditanya macam macam oleh mamanya.


Sesampainya dikamar Al langsung merebahkan tubuh sang istri.


Ia langsung berjalan ke walk in closet untuk mengambilkan piyama sang istri.


"Pakai ini dulu" ucap Al menyerahkan piyama itu.


"Kenapa tidak segera kau pakai?" Tanya Al saat tak melihat pergerakan sang istri.


"Bagaimana aku bisa memakainya kalau kau masih disini?!" Kesal Zifa.


Al tersenyum tipis


"Memangnya kenapa kalau aku disini?"


"Aku masih punya malu!" Kesal Zifa lagi.


"Tapi aku kan sudah pernah melihatnya, 2x malahan" goda Al.


"Diamlah!" Bentak Zifa.


"Baiklah, aku keluar dulu kalau gitu" Al pun keluar dari kamar itu sebelum istrinya mengamuk.


Beberapa saat kemudian,


Ceklek


Al masuk kamar sambil membawa nampan berisi makanan.


"Ini makan dulu, kau pasti tadi belum makan malam kan" ucap Al dengan lembut.


"Tapi..."


"Ayo buka mulutmu" Al mendekatkan sendok berisi makanan ini kemulut istrinya.


Akhirnya mau tidak mau Zifa membuka mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2