
Pikiran Zifa semakin berkecambuk saat sudah lewat dari 30 menit suaminya tidak kembali ke kamar.
"Dia itu kemana sih?!" Kesal Zifa.
Tak lama kemudian,,
Ceklek
"Sayang, kamu ngapain bengong?" Tanya Al melihat istrinya duduk melemun diatas ranjang.
"Enggak" ucap Zifa saat lamunannya sudah buyar.
"Kamu kenapa? Ada masalah?" Tanya Al duduk disamping istrinya itu.
"Tidak"
"Ya udah kalau gitu" Al mengacak rambut istrinya itu.
"Al tadi kau dari mana?" Tanya Zifa untuk memastikan dugaannya.
"Memangnya kenapa?"
"Jawab dulu, kau darimana?"
"Tidak mau, ayo katakan dulu kenapa?"
"Ya cuma tanya saja"
"Ya udah, aku juga lagi males jawab" goda Al.
"Kau tadi menyewa wanita ya untuk menuntaskan hasrattmu?" Tuduh Zifa to tge point.
"Hahahaha, sayang kau ini ada ada saja. Mana mungkin aku menyewa wanita jalangg?" Al menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan tuduhan istrinya.
"Lalu kenapa kau tadi lama sekali?"
"Sayang, aku tadi kan mandi dikamar tamu. Lagian kan cuma satu jam" Al membelai rambut istrinya itu.
"Benarkah?" Selidik Zifa.
__ADS_1
"He em" Al mengangguk.
"Kau seperti sedang cemburu saja" goda Al.
"Dih, siapa yang cemburu. Aku hanya bertanya"
"Beneran nih nggak cemburu?" Goda Al.
"Enggak, terserah mau nuntasin sama siapapun aku juga nggak peduli" cuek Zifa.
"Benerah nih? Ya udah, besok besok aku nyewa jalangg aja" goda Al.
"Bodo amat" cuek Zifa.
"Apa sekarang aja ya? Mumpung lagi pengen" goda Al lagi saat melihat istrinya mulai berdiri dari ranjang.
Al ikut berdiri lalu berjalan ke arah luar
"Al" panggilan Zifa membuat langkah Al terhenti.
"Kenapa? Ada apa lagi?"
"Ya gimana nggak macem macem. Istriku aja diminta 'itu aja nggak dikasih"
Zifa mendekat ke arah Al
"Oke oke, aku akan memberikannya dengan satu syarat"
"Syarat? Syarat apa?" Tanya Al antusias.
"Aku ingin bekerja dikantor milik Bayu" pinta Zifa.
"Tidak!! Ya sudah, aku tidak akan meminta 'nya jika kau meminta syarat itu"
"Tapi Al,"
"Tidak ada bantahan" ucap Al mulai kesal dengan istrinya.
Ia berjalan meninggalkan kamar itu.
__ADS_1
"Oh god apa dia benar benar akan membeli jallangg diluaran sana?!" Batin Zifa.
"Al tunggu!!"
Al menghentikan langkahnya tanpa menoleh kebelakang.
"Apa lagi?!" Nada bicara Al mulai dingin.
"Aku mau 'itu" ucap Zifa spontan.
"Itu apa?" Al membalikan badannya.
"Ya ini" Zifa mulai mengusap kepemilikan suaminya dari luar celana pria itu.
"Lebih baik tidak usah daripada kau meminta syarat aneh seperti itu" ucap Al kembali membalikan badannya bersiap keluar dari kamar.
"Aku tidak akan meminta syarat apapun"
"Jangan melakukan'nya hanya karna kau merasa bersalah"
"Jangan banyak bicara, cepat" Zifa menarik tangan suaminya menuju ranjang.
"Kenapa masih diam?!" Kesal Zifa saat suaminya masih saja diam padahal ia sudah siap.
"Memangnya aku harus apa?" Tiba tiba Al malah jadi bingung dengan apa yang harus dilakukannya.
"Ya seperti ini" Zifa membantu suaminya membuka kausnya.
"Oh, jadi kau benar benar menginginkan 'nya?" Goda Al lalu segera menghimpit tubuh istrinya.
Merekapun melakukannya,,,
Jam menunjukan pukul 6
Al dan Zifa sudah kembali segar setelah kembali membersihkan dirinya.
Zifa berjalan menuju depan meja rias nya.
"Al, kesini!" Teriak Zifa.
__ADS_1