
"Ma, kayaknya Kay masih pengen jalan jalan deh" pinta Kay memohon.
"Jangan ya nak, nanti Rio marahin mama. Apalagi kalau sampek kamu kecapekan"
"Enggak akan ma, lagian Kay udah lama enggak jalan jalan"
Akhirnya mau tidak mau mama Tasya menemani menantunya jalan jalan.
Setelah beberapa jam berkeliling mama Tasya sudah nampak lelah padahal Kay masih bersemangat memilih milih tas disebuah toko.
"Nak, udah yuk istirahat. Mama udah capek" pinta mama Tasya tak ingin menantunya kenapa napa.
"Iya deh ma, ini Kay juga udah selesai"
"Makan siang sekalian ya disini?" Tawar mama Tasya.
"Boleh ma" Kay mengangguk antusias.
Mereka berdua pun memasuki sebuah restoran.
"Capek?" Tanya mama Tasya melihat menantunya mengusap usap pinggangnya.
"Lumayan ma"
"Pinggangmu sakit?" Selidik mama Tasya.
Kay mengangguk jujur, memang pinggang belakangnya terasa sakit.
"Ya udah pulang dari sini kita kerumah sakit"
__ADS_1
Kay mengangguk pasrah karna memang ia merasa bersalah sudah melanggar pantangan dokter agar tidak terlalu lelah.
Setelah selesai makan Kay pun dibantu mama Tasya untuk berdiri dari duduknya.
"Shhh" Kay meringis kesakitan.
"Sakit nak? Mama telpon papa dulu ya?"
"Enggak usah ma, Kay masih kuat kok" ucap Kay menenangkan padahal sudah terlihat wajahnya pucat.
Belum sampai keluar dari mall, Kay lebih dulu ambruk pingsan.
Untung saja mama Tasya masih terus menahan tubuh Kay.
"Hah gimana ini?" Mama Tasya panik.
"Tolong" pinta mama Tasya pada orang orang berkerumun mengelilingi mereka.
Mama Tasya langsung menelpon papa Roni agar menyusulnya kerumah sakit.
Sesampainya papa Roni dirumah sakit,
"Gimana ma keadaan menantu kita?"
"Belum tau pa, Kayla masih ditangani dokter"
"Tenang ma, pasti Kay dan bayinya baik baik aja" papa Roni mengusap punggung istrinya.
"Pa, mama belum ngabari Rio pa"
__ADS_1
"Jangan dulu, nanti kalau dokter bilang aman lebih baik enggak usah bilang Rio. Lagipula kan besok dia udah pulang. Tapi kalau nanti dokter bilang bahaya mending langsung kabari Rio" usul papa Roni yang diangguki Mama Tasya.
Lagipula pasti Rio akan marah besar jika tau istrinya masuk rumah sakit karna kelelahan.
Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan.
"Gimana keadaan menantu saya dok?"
"Suaminya ada?" Tanya Dokter itu.
"Suaminya sedang diluar negeri dok"
"Baiklah kalau begitu bapak saja untuk berbicara keruangan saya" pinta dokter itu pada papa Roni.
Diruangan dokter,
"Gimana keadaan menantu saya dok?"
Dokter itu menghela napasnya
"Begini pak, sebenarnya tidak ada masalah pada kandungan nyonya Kayla. Namun kondisi ginjal nyonya Kayla sudah hampir tidak berfungsi. Jadi harus segera dilakukan tindakan berupa operasi caecar lalu dilanjutkan untuk pengobatan ginjal nyonya Kayla. Saya sudah menyarankan hal ini sejak lama namun nyonya Kayla selalu menolak untuk kelahiran dini karna memang resiko untuk bayinya lumayan besar"
"Apa tindakan ini harus segera dilakukan dok? Kandungan Kayla kan masih belum cukup umur"
"Seharusnya memang dilakukan secepat mungkin demi keselamatan ibu dan bayinya. Namun kembali lagi dengan resiko resiko yang saya sebutkan juga bisa menjadi pertimbangan untuk keluarga" jelas dokter itu.
"Tapi keadaan menantu saya sudah baik kan sekarang dok?"
"Untuk kondisinya saat ini masih lemah. Masih memerlukan infus dan istirahat total serta pemantauan kondisi ginjal nyonya Kayla"
__ADS_1
Setelah keluar dari ruangan dokter, papa Roni pun memutuskan untuk menelpon putranya karna memang keadaan lumayan gawat dan ia tak dapat memutuskannya sendiri.
"Halo pa, ada apa?" Tanya Rio diseberang.