Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Bocil Hamil


__ADS_3

"Udah enggak, cuma nunggu merahnya ilang aja"


"Untung anak dady kuat" ucap Al mengusap perut istrinya itu.


"Iya dong dad, siapa dulu momynya " ucap Zifa menirukan suara anak kecil.


"Dasar bocil" ledek Al.


"Siapa yang bocil?"


"Ya kamu lah"


"Mana ada bocil hamil bocil"


"Ada, ini kamu" jawab Al diiringi tawanya.


"Ini kan kamu yang hamilin"


"Udah mulai nakal ya" Al mencubit pelan hidung istrinya itu.


"Jangan cubit hidung nanti ga bisa tumbuh nyaingin hidung kamu" keluh Zifa.


"Nyaingin gimana? Ini hidung kamu aja udah mancung" Al semakin gemas mencubit kembali hidung istrinya.


"Tapi tetep aja nggak semancung kamu. Kamu kok bisa sih punya hidung semancung itu"


"Ya nggak tau, mungkin pas antri jatah hidung aku urutan paling awal" jawab Al sembari tertawa.


"Kata mama dulu pas aku lahir hidungnya kayak papa, mancung banget tapi pas udah gede jadinya gak semancung papa" jawab Zifa cemberut.

__ADS_1


"Emang kenapa? Mancungnya segini aja udah cantik. Gapapa jangan mancung mancung nanti kalo mau kiss jadinya adu hidung" jawab Al kembali dengan tawa nya.


"Al ih bahasnya mesti nggak jauh jauh dari itu"


"Kenapa emangnya? Harusnya kita udah terbiasa ngomongin kayak gitu, ini ajak anak kita udah mau lahir loh" goda Al.


"Terserah kamu lah,"


"Uluh uluh istriku ngambek"


"Siapa yang ngambek"


"Kamu"


"Enggak aku nggak ngambek"


"enggak gimana, muka kamu aja bete gitu" goda Al.


"Iya iya percaya deh kalau kamu nggak ngambek" Al mengacak rambut istrinya itu.


"Semoga anak kita mirip kamu ya Al"


Al tersenyum


"Kenapa emangnya? Kamu kan momy nya"


"Ya nggak papa, biar ganteng"


"Waww akhirnya istriku mengakui kalau suaminya ganteng" goda Al lagi.

__ADS_1


"Ishh nggak usah pura pura gak tau deh, semua orang juga tau kalau kamu itu emang ganteng"


"Ya jelas ganteng lah, kalau enggak mana mau kamu diajak buat dedek" goda Al sembari mengusap perut istrinya.


"Ya jelas dong, realistis aja. Kamu ganteng, kaya, masa depan terjamin, karir oke. ya udah, apalagi yang harus difikirin"


"Ya ampun, untung sayang" Al semakin gemas dengan ocehan ocehan receh istrinya itu.


"Bayangin kalau anak kita nanti beneran cowok. Terus hidungnya mancung babget kaya kamu, kulitnya putih bersih kayak kamu, alisnya juga tebel kayak kamu, tingginya juga kayak kamu, beuhh serasa punya suami berondong nanti" celoteh Zifa sambil tertawa.


"Oh berarti pengen anak kita mirip aku biar kamu dikira punya suami muda gitu?"


"Ya nggak gitu juga sih, intinya aku pengen anak kita nanti mirip kamu"


"Kalau aku sih pengen anak kita mirip kamu. Karna wajah anak laki laki itu biasanya cerminan ibunya. Aku pengen semua orang tau kalau ibu dari anakku cantik hati dan wajahnya"


"Al ih malah gombal"


"Siapa yang gombal, aku ini ngomong serius"


"Iya deh iya"


"Udah ini turunin aja bajunya, takut nanti kalau ada pelayan dateng" Al menurunkan dress istrinya agar menutupi area perut Zifa.


"Al, kira kira kamu mau berapa anak?"


"Ini satu aja belum lahir kok udah tanya mau berapa anak" goda Al.


"Al ih, kan aku cuma tanya"

__ADS_1


"Emm, 2 kayaknya cukup"


__ADS_2