Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Dengarkan Aku Sekali Saja


__ADS_3

"Apa nyonya ada riwayat penyakit?" Tanya dokter itu.


"Tidak ada dok"


"Baiklah, kalau begitu chek up nya 3 minggu sekali ya nyonya Zifa. Ini buku catatannya selalu dibawa ya. Jangan lupa juga untuk memakan makanan yang bergizi untuk anda dan janin anda"


"Iya dok, terimakasih"


Zifa pulang ke mansion diantar oleh sopir rumah Al.


Sesampainya dirumah Zifa langsung berdiri didepan standing mirror.


Ia menyingkap sedikit baju atasannya dan menampakan perutnya yang memang sedikit buncit tak seperti saat ia masih gadis.


"Ohh, jadi kau sudah ada diperut momy ya... Maafin momy ya sampai tidak sadar kau sudah mulai besar" Zifa mengusap perut nya itu.


"Tapi bagaimana aku memberitahu si brensek itu?" Gumamnya lagi merasa kesal membayangkan wajah suaminya.


"Terserah lah" gumam Zifa mulai kesal.


"Oke oke, kamu harus mengontrol emosi Zif" Zifa mengusap usap dadanya.


"Makan dulu kali ya, laper kan belum sarapan" ucap Zifa sambil berjalan ke lantai bawah.


Ia langsung memakan sarapannya


Malam hari,,


Pukul 8 malam Al baru saja pulang dari kantor.


Bibirnya melengkungkan senyum saat melihat sang istri sedang bersandar dikepala diranjang sambil memainkan ponselnya.


Al langsung membersihkan dirinya, setelah selesai ia mendekat ke istrinya.

__ADS_1


"Jangan mendekat!" Bentak Zifa.


"Sayang, aku tadi sudah menjelaskan padamu. Kenapa kau tidak percaya?"


Zifa hanya diam tak menggubris ucapan sang suami.


"Kau sudah makan malam?" Tanya Al lagi.


"Sudah" jawab Zifa ketus.


Al menghela napasnya.


Ia mengambil laptopnya lalu duduk di sofa dan segera mengerjakan pekerjaan yang tadi belum sempat ia selesaikan.


Brukk


Al mendongak saat melihat istrinya berdiri didekatnya sambil melemparkan kasar sebuah kotak padanya.


"Tidak tahu!" Ketusnya lagi.


Al pun meletakan laptopnya dinakas dan mulai membuka kotak itu.


Al kaget melihat kotak yang berisi testpack dan juga sebuah gambar usg seorang bayi yang sudah mulai terbentuk.


"Aku hamil!" Ketus Zifa lagi ketika melihat kebingungan suaminya.


Bibir Al seketika langsung tersenyum. Ia langsung berdiri hendak memeluk tubuh istrinya.


"Jangan sentuh aku!! Kau puas kan sekarang!" Sinis Zifa.


"Sayang, apa maksudmu?"


"Cih, jangan berpura pura bodoh. Kau pasti hanya memperalatku agar citramu tidak buruk karna sudah memiliki anak dari perempuan lain, iya kan?!!" Tuduh Zifa kesekian kalinya.

__ADS_1


"Sayang, bukan. Sumpah demi apapun aku tida pernah menghianatimu" Al memegang pundak istrinya.


"Tapi apa?! Tadi pagi jelas jelas aku menerima telpon dari wanita itu!" Suara Zifa tambah meninggi.


"Sayang, tolong dengarkan aku sekali saja. Dia itu sepupuku bukan selingkuhanku" Al memeluk wanitanya.


"Lepas!!" Kesal Zifa.


"Sayang.." Al masih memohon.


"Kubilang lepas ya lepas!!" Hardiknya.


Mau tidak mau Al melepas pelukan itu.


Zifa kembali ke ranjang dan mulai memejamkan matanya kembali.


Sedangkan Al dibuat frustasi dengan tuduhan istrinya itu.


"Halo Al, tumben menelponku malam malam begini?" Tanya wanita yang tak lain adalah Sarah.


"Bersiaplah, setengah jam lagi anak buahku menjemputmu untuk terbang ke indonesia"


"Tapi untuk apa aku ke indonesia?"tanya wanita itu bingung.


"Istriku mengira aku selingkuh denganmu. Tolong aku mohon bantu aku memberinya oenjelasan. Aku takut dia banyak fikiran karna dia sedang hamil muda"


"Oke oke, aku akan menyiapkan diriku" wanita itu pasrah.


Pagi hari,,


Al bangun terlebih dahulu,


Ia mendekat ke arah ranjang lalu mengusap pipi istrinya.

__ADS_1


__ADS_2