
"Maafkan aku sudah membuatmu melupakan sarapan pagi kita" Al merengkuh pinggang wanita itu.
"Ish lepas" kesal Zifa.
"Tidak, andai kau tidak ada jadwal meeting pasti aku akan memakanmu lagi" goda Al yang membuat wajah Zifa seketika merona.
"Apaan sih, lepas nggak!"
"Oke oke, tapi beri aku kiss dulu" goda Al lagi.
"Tidak!" Tolak Zifa.
"Sayang, ayolah. Bahkan kita sudah melakukan kebih dari sekedar..."
Cup
Zifa mengecup bibir Al tiba tiba.
"Sudah, jangan dilanjutkan" kesal Zifa.
"Sayang, itu tadi bukan kiss" Al tambah merapatkan tubuh istrinya hingga wajah Zifa menabrak dada bidang Al.
"Kiss itu seperti ini"
Al langsung mencium bibir istrinya hingga bibir Zifa sedikit membengkak.
Tanpa Al duga istrinya juga membalas ciuman itu.
Ciuman Al turun sampai ke leher hingga meninggalkan bekas merah dileher jenjang itu.
"Euhh" Zifa melengguh membuat hasratt Al naik.
"Emmh Al" rancau Zifa kala tangan Al sudah membuka kemeja milik istrinya itu.
Al berhenti sambil menatap wajah istrinya yang sudah memerah menahan sesuatu.
__ADS_1
"Al, kenapa berhenti"
"Sayang, kan nanti kamu mau..."
"Lakukan Al"
"Tapi yang.."
"Al.." Zifa menekankan kata katanya.
"Oke oke" Al menyeringai dalam hatinya.
Pukul 12.30
Al dan Zifa langsung membersihkan dirinya setelah menyelesaikan 'kegiatannya.
"Jangan sentuh aku!" Kesal Zifa saat suaminya akan memeluknya.
"Memangnya kenapa?"
"Tapi kan tadi kau yang memintanya, kenapa jadi aku yang disalahkan" Al tak mau kalah.
"Diamlah!" Sungut Zifa padahal hatinya merasa malu.
"Ck bisa bisanya tadi aku yang memintanya" Zifa merutuki kebodohannya.
"Baiklah, sekarang ayo kita makan siang dulu, setelah itu aku akan mengantarmu ke kantor"
Mereka berdua pun berjalan menuju ruang makan.
Nampak ruangan itu sudah sepi karna anggota keluarga yang lain sudah menyelesaikan makan siang.
"Ck, sebenarnya apa yang kalian lakukan sampai lupa sarapan dan makan siang?" Decak mama Sofi yang baru saja datang.
"Tadi Al sama Zifa ketiduran ma" Al beralasan.
__ADS_1
"Ish mau membohongi mama. Kau kira mama tidak tau? Lagipula bukankah kalian masuk kerja? Bisa bisanya kalian lupa waktu" mama Sofi menggelengkan kepalanya heran.
"Ini Al sama Zifa juga mau berangkat kerja"
"Ya sudah ma, Zifa sama Al berangkat kerja dulu ya ma" Zifa segera menyalami mertua nya sebelum mama Sofi menanyakan hal yang lebih memalukan bagi Zifa.
"Ck, anak muda memang selalu begitu" gumam mama Sofi menatap punggung menantu dan sang putra yang mulai menjauh.
Dimobil
"Al ngebut saja, ini sudah jam setengah 2 pas" pinta Zifa.
"Okey, kamu pegangan ya"
Al langsung menambah pijakan gas nya.
Beberapa menit kemudian Zifa sudah sampai dikantor Hendrawan.
Zifa berjalan tergesa gesa memasuki kantor itu.
Ceklek
Zifa membuka ruang meeting
"Maaf saya terlambat" ucap Zifa meminta maaf atas keterlambatannya selama 10 menit.
"Tidak apa, duduklah" ucap sang kakak.
1 jam kemudian meeting telah selesai
Nampak Zifa masih menata berkas berkas yang digunakannya saat meeting tadi.
" Dari mana kau sampai terlambat meeting? Tadi pagi aku juga tak melihatmu masuk kerja" omel Zio pada sang adik yang dinilainya lalai.
"Emm aku ada urusan kak" hanya itu yang keluar dari mulut Zifa karna ia bingung harus menjawab apa.
__ADS_1