Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 101.


__ADS_3

Pulang dari Yayasan, Mahalini bersama Mami Amora dan juga Mama Clara, pergi ke sebuah Mall terbesar, milik Tuan Sagara, yang tak lain adalah ayah Mahalini.


''Ayo sayang, kamu mau pilih yang mana?'' tanya Mami Amora kepada putrinya.


Mahalini menggeleng pelan, ketika sang Mami membawa ke sebuah toko pakaian, ''Lini mau beli baju yang longgar saja Mi, baju baju Lini sudsh tidak ada yang muat lagi, tapi bukan baju yang seperti ini?'' sahut nya setengah merengek.


''Terus mau baju seperti apa?'' tanya Mama Clara yang sudsh mengerti dengan pandangan Mahalini, sang menantu.


''Lini mau ke toko gamis saja dech, toh lebih nyaman pakainya, dari pada dress pendek seperti ini,'' jawab nya memegang dress yang ia kenakan saat ini.


Mama Clara menaikkan sudut bibir nya mendengar penuturan sang menantu, ''Jadi kamu benar-benar mau pakai gamis?'' tanya Mama Clara lagi, Mama Clara belum sepenuhnya yakin dengan ucapan sang menantu.


''Insya Allah yakin Ma, do'ain saja yang terbaik buat Mahalini,'' ucap nya dengan mengembangkan senyuman nya, Mami Amora juga mengembangkan senyuman nya, ketika mendengar ucapan putri nya.


Tadi Mami Amora sempat tidak percaya, ketika Mahalini bertanya tentang menutup aurat kepada Bunda Kinanti, tapi sekarang Mami Amora sedikit yakin dengan kemauan putri nya.


''Ya sudah, ayo Mami ajak ke toko sebelah, di sana banyak baju baju yang panjang,'' ajak nya lembut.


Mahalini dan juga Mama Clara mengikuti langkah Mami Amora ke sebuah toko, di mana di sana hanya menjual pakaian muslimah.


''Assalamu'alaikum, selamat datang Nyonya,'' sapa pegawai toko dengan sangat ramah.


''Waalaikum salam,'' jawab Mahalini, Mama Clara dan juga Mami Amora.


''Ayo pilih mau yang mana?'' kata Mami Amora dengan menuntun putri nya.


Mahalini bingung mau pilih baju seperti apa, yang pasti pakaian Muslimah dan juga enak ketika di pakai.


''Lini bingung Mi, baju seperti apa ya?'' jawab nya dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


''Tolong ambilkan baju baju koleksi di toko ini,'' perintah Mami Amora kepada salah satu pegawai yang ada di dekat nya.


''Baik Nyonya,'' jawab nya dengan lembut.

__ADS_1


Para pegawai di toko tersebut sudah sangat mengenal, Mami Amora kalau beliau adalah istri dari Tuan Sagara, pemilik Mall terbesar ini.


Para pegawai mengeluarkan semua baju baju yang menjadi koleksi nya saat ini, ''Ini semua adalah koleksi baju baju kami di sini Nyonya,'' tunjuk nya dengan sedikit membungkukkan badan nya.


''Apa Lini akan memakai baju seperti ini kalau ada di rumah Ma, Mi,'' tanya Mahalini pelan, karena baju baju di depan nya bagus bagus semua nya.


Mami Amora tersenyum, lalu memilihkan beberapa baju yang sudah di depan nya, sedangkan Mama Clara malah melangkah pergi ke sebuah baju baju yang mungkin bisa di pakai sehari hari di rumah.


Tak butuh waktu lama untuk mengumpulkan banyak baju di depan kasir, dan benar saja baju baju sudah di lipat oleh penjaga kasir dan juga sudah memasukkan sebagian baju baju yang tadi di pilih oleh Mama Clara dan juga Mami Amora.


''Ma, Mama tidak salah pilih, kenapa banyak sekali baju baju nya,'' tanya Mahalini dengan wajah terkejut nya, karena baju yang di beli oleh kedua Mama nya sangat lah banyak.


''Tidak sayang, ini baju sama hijab nya juga kok? jadi tidak usah terkejut seperti itu, lagipula? Mall ini milik Papi kamu, jadi mari kita kuras uang Papi kamu sekarang,'' gumam Mama Clara pelan, tapi gumamam Mama Clara masih bisa di dengar oleh Mami Amora.


''Tidak apa apa sayang, mau belanja sebanyak apapun? Papi kamu tidak akan bangkrut kok, jadi kalauasih kurang, kamu pilih saja sekarang, apa mau tas dan juga sepatu ,'' Tanya Mami Amora.


Mahalini menggeleng cepat, dia tidak mau berbelanja lagi sekarang, ini saja sudah cukup banyak, dan apa tadi Mami nya mau membelikan tas dan juga sepatu, pikir Mahalini.


''Sudah cukup Mi, ini saja sudah banyak, dan tas Lini sudah banyak di rumah belum pernah Lini pakai. Dari pada mubazir kan? mending tidak usah beli,'' balas nya dengan menarik kedua Mama nya, sedangkan belanja'an nya sudah ada yang membawa ke mobil nya.


''Tau gini Lini pergi sendiri tadi,'' gumam nya pelan.


Mama Clara membawa Mahalini ke sebuah toko tas, tapi buru buru Mahalini menarik tangan Mama Clara, karena dia sudah lelah, apalagi tas dan juga sepatu yang ia beli hanya beberapa kali di pakek.


''Dari pada beli tas, dan ujung-ujungnya tidak ke pakek, mending kita beli ice cream saja Ma,'' ajak nya dengan menggandeng tangan sang Mama dan juga tangan Mami nya.


Mama Clara memandang wajah sang menantu, lalu memandang ke arah sang besan, ''Gini dech jeng, kalau mau di belikan sesuatu,'' cetus nya kemudian.


''Mama, ich?''


Mama Clara dan juga Mami Amora tertawa dengan tingkah Mahalini yang mirip seperti anak kecil.


''Bang, ice cream nya dua ya,'' Ucap Mahalini kepada penjual ice cream yang ada di kedai.

__ADS_1


''Memang nya ini di luar buk, panggil Abang,'' balas Mama Clara tiba-tiba.


''Tidak apa lah Ma, biar lebih akrab saja, iya kan Bang?'' Mahalini meminta pendapat dari orang yang ia panggil abang.


''Tidak apa apa kok Nona,'' jawab nya dengan mengulas senyum manis nya.


''Abang nya saja tidak apa apa kok Ma,'' bisik Mahalini kepada sang Mama.


Setelah nya Mahalini berjalan menuju ke arah Mami Amora yang sedang duduk di kursi yang di sediakan di kedai tersebut.


''Punya Mami mana sayang?'' tanya Mami Amora, ketika melihat ice cream yang di bawa Mahalini sudah di cicipi semua nya.


''Lho, Mami mau ice cream juga?'' tanya Mahalini dengan polos nya.


Mami Amora mengangguk pelan, ''Iya, Mami mau juga lah, masak cuma kamu yang mau makan ice cream sendirian, sedangkan Mami hanya di suruh liat githu,'' Mami Amora merajuk di depan putri nya.


Mahalini merasa tidak enak hati, ketika dirinya yang sedang makan ice cream sendiri. ''Lini belikan dulu ya Mi,'' sahut nya dengan beranjak dari tempat duduk nya, namun Mama Clara keburu datang dengan membawa dua cup ice cream.


''Mau kemana sayang?'' tanya Mama Clara.


''Mami juga mau ice cream Ma, Lini mau beli lagi,'' jawab nya, dan mulai melangkah.


''Tidak usah sayang, ini Mama sudah beliin buat Mamai kamu kok,'' Mama Clara mencegah sang menantu untuk kembali ke kedai ice cream itu lagi.


Mahalini mengangguk dan kembali duduk di kursi nya lagi, diapun langsung memakan habis kedua ice cream yang tadi ia beli, Mama Clara dan Mami Amora hanya menggeleng pelan, melihat menantu dan anaknya makan ice cream seperti anak kecil.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.


__ADS_2