
3 tahun kemudian
Khanza dan Khalid sengaja di titipkan di tempat Mami Amora, karena perminta'an Mami Amora sendiri, Papa Sagara juga ikut senang dengan kehadiran kedua cucu di rumah besar nya, apalagi beliau tidak keberatan sama sekali kalau kedua cucu nya akan tetap tinggal di kediaman nya, tapi semua itu mereka harus kubur dalam dalam, karena Mama Clara juga sangat menginginkan kedua cucunya selalu berada di kediaman nya.
''Sayang, Khalid dan Khanza mau makan apa malam ini?'' tanya Mami Amora dengan sangat lembut.
''Oma, kami mau makan makanan di luar, apa boleh?'' jawab Khanza dengan suara khas anak kecil.
''Kenapa mau makan di luar sayang, para koki akan masak makanan yang sangat lezat, jadi kalian berdua hanya tinggal menyebutkan saja, apa yang mau di makan malam ini,'' tanya Tuan Sagara dengan menatap kedua cucu nya.
''Opa, apa kami boleh meminta sesuatu?'' tanya Khalid dwngan mengedipkan matanya ke arah sang Opa, Tuan Sagara.
''Bicaralah, apa yang kalian mau,'' jawab nya dengan mengulas senyum di bibir nya, agar owdua cucunya tidak merasa takut dengan wajah garang nya.
''Kamu hanya mau minta keluar saja Opa, kami ingin menemui teman kami saja di luar,'' sahut Khanza dwngan nada yang sangat pelan, sehingga Mami Amora mendatangi sang cucu.
''Katakan sayang,'' tanya nya dengan berjongkok di depan nya.
''Kami ingin menemui teman teman kami saja Opa, Oma, sekalian mau memberikan makanan malam juga kalau Oma dan Opa tidak keberatan,'' ucap Khanza. ''Kami biasa nya datang bersama Ayah dan Bunda, tapi? hari ini Bunda dan Ayah sibuk dengan pekeeja'an nya, sehingga mereka harus pergi keluar kita untuk mengurusi pekerja'an nya,'' tambah nya lagi.
''Iya Opa, Opa kan orang baik? pasti tidak akan keberatan kalau kita berdua datang menemui teman teman kita dengan membawa makanan ke sana,'' sambung Khalid.
''Tentu, kami tidak akan keberatan, selama itu hal kebaikan sayang, ayo kita siap siap sekarang, nanti takutnya teman kalian berdua malah pulang lagi,'' ajak Mami Amora dengan mengulurkan tangan nya.
Kedua bocah kembar itu dengan senang menerima uluran tangan dari Oma nya, ''Kalau ada yang kalian inginkan, jangan takut takut untuk ngomong dengan Oma dan Opa ya,'' kata Mami Amora membawa kedua cucunya ke dalam kamar yang memang sudah di sediakan untuk kedua nya.
Di sisi lain Tuan Sagara tersenyum melihat kedua cucunya tumbuh dengan sangat cepat dan juga begitu sehat. ''Kalian berdua begitu hebat dalam mendidik kedua nya, mereka berdua tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi mereka berdua juga memikirkan anak anak yang tidak beruntung di luaran sana, Papi bangga dengan kamu nak,'' gumam Tuan Sagara dengan memandang wajah putri nya, yang kini sudah dewasa dan juga sukses dengan usaha yang dia geluti.
''Opa... Opa... Opa, kita berangkat sekarang yuck, soal nya kita masih berbelanja di minimarket untuk teman teman,'' seru Khalid yang sudah berganti pakaian dan juga dengan topi di atas kepala nya.
__ADS_1
''Cucu Opa ternyata sangat tampan dan cantik, kalian berdua juga sangat baik sehingga masih memikirkan teman teman nya juga, Opa sangat bangga dengan kalian berdua, tetap bersikap rendah hati sampai dewasa nanti,'' sahut Tuan Sagara mengelus puncak kepala Khanza dan Khalid.
Kedua bocah tersebut hanya bisa tertawa girang dengan perlakuan Opa nya.
****************
Di perjalanan menuju ke tempat anak anak yang sudah biasa samperin, bahkan hampir sampai setiap malam mereka datang mengunjungi anak anak yang kurang beruntung, Khalid dan Khanza begitu senang dengan sang Bunda, ketika awal awal di bawa menemui mereka semua nya.
''Kamu sangat senang dengan mereka semua nya,'' tanya sang Oma dengan memangku Khanza.
''Bunda selalu bilang kalau kita tidak boleh pelit dengan mereka semua yang kurang beruntung Oma, jadi aku sangat senang sekali ketika masih di beri kepercaya'an untuk selalu berbagi,'' jawab Khanza dengan sangat lugas, meski nada bicara nya yang masih sedikit cadel, karena masih berusia 3 tahun yang tergolong balita.
''Oma dan Opa sangat senang dengan kedua cucu cucu Oma ini, tidak di sangka kalian berdua sangat pintar dan juga rendah hati,'' jawab nya dengan mengelus puncak kepala sang cucu.
Selamat malam semua nya,'' sapa Khalid ketika sudah turun dari mobil nya.
''Malam juga, kami kira kalian berdua tidak akan datang kemari maam ini, karena sudah begitu malam kalian berdua baru datang,'' seru anak anak jalanan yang memang sudah menunggu kedatangan Khalid dan juga Khanza.
''Och rupanya kalian berdua datang bersama nenek dan kakek kamu toh, semoga perjalanan Bunda dan juga Ayah berjalan dengan lancar dan juga sukses ya,'' ucap nya dengan sangat tulus.
''Amin,'' jawab Khalid dan juga Khanza hampir serentak.
''Ini, kita bawain makan malam dan juga Oma dan Opa membelikan beberapa camilan untuk kalian semua nya,'' Khanza mengambil kantong kresek yang sedari tadi di pegang oleh supir Tuan Sagara.
''Terima kasih Khalid, Khanza? kalian sangat baik sama kami semua, semoga kebaikan kalian di terima oleh Allah SWT,'' mereka tak lupa mendo'akan teman yang selama ini sudah baik kepada nya.
Tiba-tiba datang dia orang anak yang memang tidak suka dengan kedatangan Khalid dan juga Khanza di lingkungan nya.
''Orang kaya selalu mencari muka di depan kita semua,'' ujar nya dengan lantang, seorang anak begitu berani menghina dan membully Khanza dan Khalid.
__ADS_1
''Kenapa dia berkata seperti itu,'' tanya Mami Amora yang sedikit terkejut dengan ucapan seorang anak kecil barusan.
''Tidak apa apa kok Oma, mereka berdua memang tidak pernah senang dengan kedatangan kami berdua, Bunda selalu bilang tidak usah di hiraukan, kalau mereka sudah capek? mereka akan berhenti berkata seperti itu kok?'' jawab Khanza dengan senyuman tipis di bibir nya.
Kedua anak kecil tersebut sudah lama tidak menyukai kedatangan Khanza dan Khalid, mereka berdua tidak tinggal di tempat semua anak anak yang saat ini di datangi oleh si kembar, tapi kedua bocah kecil tersebut tinggal di desa sebelah, dengan catatan sebagai anak kelas menengah atas.
Jadi Khalid dan Khanza hanya bisa bersikap sabar dengan semua ucapan mereka berdua.
Di sisi lain Tuan Sagara sangat kesal dengan perkata'an bocah kecil itu, tapi demi menghormati kedua cucu nya, Tuan Sagara hanya bisa menarik nafas panjang nya, dengan berkata.
''Kalian semua masih sekolah?''
''Kita semua masih sekolah Tuan, tapi sepulang sekolah, kita mencobaembantu keluarga kita dengan berjualan di pinggir jalan raya, dan waktu itulah kami semua bertemu dengan Bunda Mahalini dan adek Khanza juga Khalid,'' sahut salah satu anak yang lebih besar dari mereka semua.
''Kalau kakek boleh tau, pekerja'an Ayah Bunda kalian,''
''Ada yang bekerja di pabrik sebagai buruh, ada juga yang menjadi pemulung Tuan?'' balas nya menundukkan kepala nya.
''Tidak apa apa, kalian jangan malu dengan pekerja'an Ayah kalian semua, kalian harus bersyukur karena masih bisa berkumpul dengan orang tua kalian semua,'' sambung Mami Amora yang di angguki ileh semua nya.
Lama mereka mengobrol, dan akhirnya Mami Amora, Tuan Sagara, Khalid dan Khanza pamit pulang, karena hati semakin larut dan si kembar tidak boleh tidur terlalu larut.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.