
Mahalini terbangun karena merasa elusan di pipi nya, dia pun mengerjapkan matanya dan nampak lah sang suami yang tengah duduk di samping nya.
''Mas Vano sedang apa?'' tanya nya dengan mengucek kedua matanya dengan telapak tangan nya.
''Mas hanya khawatir sama kamu sayang, jadi Mas kesini untuk bangunin kamu juga, lagian ini sudah siang? dan kamu belum makan sama sekali sedati tadi pagi kan?'' ucap nya dengan sangat lembut.
Mahalini menunggu senyuman nya, dia lupa belum sarapan sedari tadi pagi, yang dia inginkan hanya memejamkan matanya, rasanya masih sangat mengantuk.
''Tapi Lininmasih sangat ngantuk Mas!'' rengek nya dengan tak mau beranjak dari tidur nya, diapun memejamkan kembali kelopak matanya.
''Sayang, kamu harus ingat? ada makhluk yang harus kamu kasih makan juga di dalam sini,'' Devano memegang perut Mahalini, kalau dia lupa, Pikir nya.
''Tapi Lini masih sangat mengantuk Mas, sudah lah, mending aku tidur lagi?'' keluh nya dengan menutup seluruh tubuh nya fengan selimut tebal nya.
''Sayang, kamu tidak boleh egois seperti itu dong, kalau kamu tidak mau makan siang, kamu minum susu nya saja, agar calon anak kita di dalam sini tidak kekurangan nutrisi,'' tukas nya dengan menyingkirkan selimut yang tertutup di tubuh sang Istri.
''Mas Vano sungguh nyebelin sekali,'' sahut nya dengan bangun dari tidur nya. Devano segera memberikan gelas yang berisi susu yang masih hangat.
''Langsung habiskan saja, agar kamu merasa kenyang juga,'' ucap Devano yang langsung mendapatkan protesan dari Mahalini.
''Kenyang dari mana coba, yang ada kembung doang,'' cetus nya dengan terus meminum susu nya hingga tandas, Mahalini juga tidak ingin suaminya merasa kesal dengan sikap nya yang sekarang, terkadang dia bersikap layak nya anak kecil yang selalu minta di manja dan juga di sayang, terkadang Mahalini juga bersikap egois dan menang sendiri.
__ADS_1
''Iya iya,'' jawab Devano dengan pasrah, Devano hanya ingin membuat istri nya tidak merasakan tertekan dengan sikap egois nya dia, jadi sebisa mungkin Devano selalu bersikap suami yang begitu perhatian dan juga sabar dengan tingkah aneh Mahalini yang selalu berubah-ubah.
''Mas,'' panggil Mahalini dengan menatuh gelas yang sudah kosong.
''Hmm,''
''Mas, kapan kita akan balik? Kini sudah banyak kegiatan di sana, di tambah lagi rumah Catering di sana juga butuh Lini,''
''Ya terserah kamu saja, lagian kenapa kamu masih selalu mau datang ke rumah Catering sich, kan di sana sudah Zarine dan lain nya, harus nya yang kamu pikirkan sekarang adalah kesehatan kamu dan calon baby kita saja,'' jawab Devano yang mulai protes dengan kegiatan istri nya.
''Tapi Mas, kemarin di rumah catering ada seorang laki-laki yang mau melamar pekerja'an, dan karena tidak ada aku Zarine tidak menerima laki-laki tersebut,''
''Tidak semudah itu Ferguso, Lini tidak ingin sembarang menerima laki-laki yang akan bekerja di rumah catering ku, mending mencari pegawai wanita saja, karena lebih gampang juga ngatur nya, kalau pegawai laki-laki? yang ada akun tuh malu kalau ngatur ngatur dia juga Mas?'' keluh nya dengan menyilanhkan kedua tangan di depan dada nya.
''Ya terserah kamu saja dech sekarang? lagian hanya itu kan urusan kamu di sana,'' tanya Devano lagi.
''Ya nggak gitu juga kali Mas, tadi Mama sama Mami juga nelfon, dia bilang ingin minta aku untuk membuatkan rancangan baju muslim gitu, tapi kan Lini di sini tidak bawa pensil warna dan juga kertas, jadi mana bisa Lini bikin di sini rancangan nya,'' keluh nya dengan menghela nafas dan menghembuskan secara kasar.
''Masalah Mama dan Mami tidak usah di ambil hati, mereka berdua sudah tidak lagi butuh uang, yang mereka butuhkan hanya seorang cucu saja, jadi kamu harus menjaga baik baik calon cucu mereka semua,'' jawab Devano dengan beranjak dari duduk nya, dan berjalan keluar kamar meninggalkan Mahalini seorang diri.
Mahalini yang di tinggalkan hanya berdecak kesal, dengan suaminya yang tidak ingin mendengarkan curhatan dirinya. ''Kebiasa'an dech, aku bahkan belum selesai ngomong, ech dianya malah ngabur gitu, sebel dech,'' Mahalini beranjo dari tempat tidur nya dan berjalan ke kamar mandi, Mahay mengambil air wudhu karena sudah masuk waktu dhuhur juga.
__ADS_1
Mahalini begitu khusuk dalam mengerjakan kewajiban, meski di kala sedang sujud dan ruku' sangat kesusahan, karena perut nya yang semakin membesar, tapi tidak menghilangkan rasa syukur Mahalini kepada Allah SWT, karena sudah memberikan semuanya kepada nya.
''Ya Allah, hamba begitu bersyukur karena sudah di berikan rezeki yang lancar dan juga rezeki yang terus mengalir setiap harinya, sehingga Lini sudah tidak merasa kesulitan lagi seperti dulu, hamba sangat bersyukur karena engkau juga menghadirkan suami dan calon bay di dalam keluyuran kecil hamba, hamba tidak tau harus meminta apalagi kepada engkau ya Allah, karena sudah banyak yang engkau berikan kepada hamba. Hamba harap engkau tidak akan pernah bosan dengan curhatan yang setiap hari, setiap waktu selalu sama dan sama terus. Hanya engkau tempatku mengadu dan mencurahkan semua isi hatiku, karena di saat hamba ingin bercerita kepada yang lain, hamba selalu berpikir seperti ini ya Allah.
Nanti kalau aku cerita sama dia, bakalan bocor nggak ya, mungkin aku harus memberi no drop dulu biar tidak bocor,'' Mahalini tersenyum dengan setiap kalimat yang di curahkan saat ini.
''Ya Allah, semoga engkau menjadikan hamba dan suami hamba keluarga yang sakinah dan warohmah, Amin. Robbana athina fid dunya Hasanah, wafil akhiroti hasanah tau waqina ada bannar, subhanallahi amma yasifun, wasalamun alal mursalin, walhamdulillah Hirobbil Alamin, Amiin.'' Mahalini menutup do'a nya dengan tak lupa mendo'akan kedua orang tuanya dan juga suaminya.
Devano berdiri di ambang pintu dengan mengulas senyum dengan apa yang biasa dengar di setiap doanya yang tadi di munajat kan kepada Allah SWT, 'Memang kocak banget istri ku ini, masak sama Allah berdo'a seperti itu, kayak sedang curhat dengan teman nya, baju dia bilang apa tadi, beli no drop biar tidak bocor bocor, hemm sudah kayak iklan yang mempromosikan jualan nya saja dech,' gumam Devano di dalam hatinya, dengan menggeleng gelengkan kepala nya pelan, tidak mengerti dengan sifat istri nya yang petakilan dan juga bar bar di depan nya, ''Semoga anak hamba tidak mengikuti sifat bunda nya ya Allah,'' Devano sekilas memohon kepada Allah SWT, agar sang putri maupun putra nya tidak mengikuti jejak Bunda nya yang suka berkata awut awutan.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.
__ADS_1