Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 102.


__ADS_3

Sore hari Devano pulang ke rumah nya dengan rasa capek, karena seharian ini dia sangat sibuk di perusaha'an nya, jadi dia lebih memfokuskan diri kepada pekerja'an nya, seharian itu Devano tidak mau menggangu acara istri nya, yang bersama kedua Mama nya.


''Assalamu'alaikum,'' Ucap Devano ketika membuka pintu utama rumah nya.


''Waalaikum salam,'' jawab Mama Clara yang sedang duduk bersama suaminya di ruang keluarga.


''Baru pulang Van,'' tanya sang Papa yang ndi angguki oleh Devano.


''Iya Pa, di kantor sedang banyak pekerja'an,'' jawab nya dengan melonggarkan dasi nya.


''Istri Vano kemana Ma?'' tanya nya, ketika tidak melihat sang istri di mana mana.


''Istri kamu ada di kamarnya, mungkin dia kecape'an, tadi setelah dari yayasan kita mampir di Mall milik Papa nya Mahalini, jadi kami berdua memilihkan semua baju baju untuk istri kamu, dan tagihan nya kami putuskan ke Tuan Sagara, Papa Lini,'' sahut Mama Clara dengan antusias.


''Tapi kenapa di kirim ke Papi sich Ma, Vano masih bisa kok beliin istri ku pakek uang Vano sendiri,'' tukas nya dengan nada lirih nya.


''Sudah lah, itu semua atas permintaan Mami Amora kok, jadi kamu tenang saja? sekarang uang kamu aman terkendali, tapi besok besok, Jagan harap uang kamu utuh seperti sekarang ini,'' balas nya dengan tersenyum devil's.


''Tapi kan, Vano yang tidak enak sama Pap Ma, Mama mikir nggak sich,'' jawab nya dengan ketus, setelah itu Devano berjalan ke arah tangga untuk segera menemui istri cantik nya.


''Kenapa juga harus di kirim sama Papi sich tagihan belanja'an Lini, aku masih bisa kok beliin dia baju baju yang ia mau,'' gumam nya pelan, langkah nya terhenti sejenak, di saat mengingat? kalau istri nya tidak suka belanja, pasti gara gara Mami dan juga Mama nya nich, pikir Devano, sambil terus menapaki anak tangga untuk menuju ke kamar nya.


''Assalamu'alaikum,'' lagi lagi Devano mengucapkan salam ketika masuk ke dalam kamar nya.


''Waalaikum salam,'' jawab Mahalini, seraya turun dari tempat tidur nya.


''Mas sudah pulang?'' tanya dengan menghampiri suaminya yang baru masuk ke dalam kamarnya.


''Iya sayang,'' jawab nya, pandangan Devano tertuju ke beberapa barang yang masih belum di rapikan semua nya.

__ADS_1


''Tadi kamu beli apa saja?'' tanya Devano dengan sangat lembut seraya menyambut ukuran tangan Mahalini.


''Banyak banget Mas, dan ini yang terakhir kalinya Lini belanja bersama Mama Clara dan juga Mami,'' balas nya dengan membuka jas yang di kenalan suaminya.


''Memang nya kenapa sich sayang, bukan nya kamu harus bahagia gitu, karena sudah di temani belanja sama Mama dan juga Mami Amora,'' kata Devano yang belum mengetahui yang sebenarnya nya.


''Lini tidak suka saja Mas, coba Mas buka lemari pakaian di depan itu,'' Mahalini menunjuk lemari pakaian yang ada di sudut kamar nya.


Devano yang penasaran mulai melangkahkan kakinya menuju lemari yang di tunjuk oleh istri cantik nya, dan betapa kaget nya, ketika Devano membuka lemari pakaian di depan nya, penuh dengan baju panjang dan juga gamis warna warni di dalam nya.


Devano juga membuka lemari sebelah nya dan dia di kejutkan dengan baju syar'i dan hijab hijab yang tersusun rapi di sana.


''Ini semua belanja'an tadi siang?'' tanya Devano pelan, dia masih mengatur nafas nya karena terkejut dengan isi lemari di dalam kamar nya.


Mahalini mengangguk pasrah, ''Itu juga belum di beresin Mas, karena tempat nya sudsh penuh, dan tidak tau mau di taruh di mana,'' kata Mahalini melihat beberapa tunpuk paperback di depan nya.


Devano yang penasaran dengan isi paperback tersebut, menghampiri dan membuka isi di dalam nya, dan dia lagi lagi terkejut dengan penemuan baru nya, tas branded, dan juga beberapa sepatu, dan high heels.


Mahalini mengangguk lagi, dan berjalan menuju tempat tidur nya, dia sangat stress melihat semua barang yang tadi di beli oleh Mama Clara dan juga Mami Amora di Mall milik Papi nya.


''Lini tidak habis pikir, kenapa Mama dan Mami membeli banyak barang Mas, itu semua akan mubazir? mending di tabung atau buat kita sedekah ke orang orang yang kurang mampu saja,'' cetus nya dengan nada sedih.


Devano menghela nafas panjang, dan berkata, ''Mungkin Mami dan Mama ingin kamu bahagia sayang, apalagi Mall yang kalian kunjungi adalah milik Papi, jadi mereka berdua sangat antusias memilihkan kamu ini semua,''


''Entahlah Mas, mungkin juga seperti itu, tapi ini semua berlebihan tau nggak?'' rengek nya dengan mencebikkan bibir nya.


''Sudah, jangan terlalu di pikirin lagi, lagi dedek nya juga ikutan sedih lagi,'' Devano menghampiri Mahalini, lalu mengusap perut istri nya yang sudah mulai membuncit.


''Mas benar, tapi aku tidak tau mau di apain semua barang barang itu Mas?'' jawab nya dengan memeluk tubuh suaminya.

__ADS_1


''Sudah, besok Mas bikinin tempat barang barang kamu di sini, jadi kamu tidak boleh memikirkan yang berat berat lagi ya,''


Mahalini mengangguk dan langsung mendorong tubuh kekar suaminya, karena mencium bau acem dari badan nya. ''Mas Vano kok bau banget sich,'' seru Mahalini dengan melepas pelukan nya.


''Kan Mas belum mandi,'' balas nya dengan kekehan kecil, karena tadi pas Mas masuk kamu langsung menyuruh Mas lihat semua belanja'an kamu,'' sambung nya dengan menaik turunkan alis nya.


''Sudah sanah pergi mandi,'' ujar Mahalini dengan mendorong Devano, agar cepat masuk ke dalam kamar mandi, Devano tertawa melihat kelakuan istri nya yang sangat menggemaskan.


''Semakin hari dia semakin cantik saja,'' gumam nya ketika sudah masuk ke dalam kamar mandi nya.


Sedangkan di lantai bawah Mama Clara dan Papa Devano sedang membahas pekerja'an yang sangat banyak sekali.


''Akhir akhir ini pekerja'an Papa sangat banyak, apa Papa tidakerasa lelah,'' tanya nya dengan lembut.


''Ya mau bagaimana lagi Ma, Devano juga sangat sibuk dengan pekerja'an nya juga,'' jawab nya dengan menatap wajah istri nya yang sudah 27 tahun menemani nya.


''Tapi Papa kan bisa datang, meski hanya sesekali ke kantor,'' ucap nya.


''Tidak begitu dong Ma, nanti perusaha'an itu juga akan Papa wariskan kepada cucu Papa, kalau ada yang nakal di perusaha'an bagaimana,'' sambung nya.


Mama Clara mengangguk, karena apa yang di ucapkan oleh suaminya ada benar nya juga, apalagi sekarang menantunya tengah hamil, dan sebentar lagi akan melahirkan cucu pertama nya.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.


__ADS_2