
Jam 12 siang para karyawan di perusaha'an Sagara company tengah berjalan menuju ke restorant seperti yang di katakan sang asisten Tuan besar tadi pagi.
''Maaf restorant ini sudah di reserfasi oleh Tuan Sagara,'' ujar waiters yang tidak mengetahui pasti, kalau yang datang ke restorant nya sekarang adalah para karyawan Tuan besar Sagara.
''Kami dari perusaha'an Sagara grub, dan kami sudah di beri tahu sebelum nya,'' ujar karyawan yang mewakili semua para karyawan lain nya.
''Och maaf sebelum nya Pak saya tidak mengetahui kalau anda anda dari perusaha'an Tuan Sagara,'' jawab sang waiters yang langsung mempersilahkan mereka masuk. Di dalam sudah terhidang makanan yang sangat menggugah selera, dengan meja yang begitu besar dan juga dengan masakan yang bermacam macam juga, tak lupa juga Tuan Sagara menyediakan kue kue yang ia pesan dari rumah catering Mahalini putrinya.
''Kita mu nunggu Tuan besar dulu atau langsung makan saja nich,'' tanya karyawan yang sudah sangat lapar, mengingat jam sudah siang.
''Lho kenapa kalian belum enyantap makanan yang sudah di hidangkan?'' tanya Tuan Sagara yang baru datang bersama dengan klien nya.
''Kami masih nunggu anda Tuan?'' jawab sang manager keuangan.
''Makan lah, seharusnya kalian tidak usah menunggu ku kan,'' sahut Tuan Sagara yang lagsung masuk ke dalam ruangan VIP. Karena Tuan Sagara maih akan mengadakan meeting dengan klien nya, untuk membahas kerja sama yang kemarin sudah di sepakati bersama.
''Pesan lah dulu Tuan, saya akan menghampiri para karyawan ku di luar,'' pamit nya dengan ramah.
''Baiklah Tuan Sagara,'' jawab nya dengan menganggukkan kepala nya pelan.
Tuan Sagara melangkah keluar dan menghampiri seseorang agar diabisa mengurus makanan para karyawan nya.
''Misalkan makanan nya kurang, kamu segera pesan saja, agar semuanya bisa menikmati masakan yang sama dengan yang lain nya,'' titah nya kepada sang manajer keuangan.
''Baik Tuan,'' jawab nya singkat.
''Bagus, aku akan masuk ke dalam lagi unyuk meeting dengan klien, kamu urus semuanya dengan benar, dan jangan sampai mereka kekurangan makanan nya,'' lagi lagi Tuan Sagara mengingat kan sang manager keuangan yang memang sudah mendapatkan perintah untuk mengurus semua nya.
__ADS_1
''Semua nya dengarkan dulu perkata'an ku,'' seru sang manajer dengan suara sedikit keras, karena semua nya sedang bercanda dengan para rekan kerja nya.
Semuanya langsung menyimak sang manager, ''Misalkan ada yang kurang dengan makanan nya, kalian langsung berko'ordinasi denganku, agar yang lain nya juga bisa menikmati makanan yang ada di sini,'' ucap nya yang sama persis dengan perkata'an Tuan Sagara tadi.
''Siap Pak,'' jawab semuanya hampir bersama'an.
''Tuan Sagara memang orang baik ya Bu, beliau selalu memperlakukan para karyawan nya seperti saudara sendiri, beliau juga tidak membeda bedakan para karyawan nya,'' gumam Ibu Ibu yang bekerja sebagai OB di perusaha'an Sagara company.
''Kamu benar Bu, beliau sangat baik, semoga kebaikan nya di balas oleh Allah SWT.'' ucapnya dengan mendo'akan Tuan Sagara dan keluarga besar nya.
''Aminn,'' sambung yang lainya yang mengaminkan ucapan sang OB yang lebih tua darinya.
''Memang benar Tuan Sagara tidak pernah membeda bedakan para karyawan nya,walau mereka tidak sama kerjanya, tapi Tuan Sagara selalu menghormati semua para karyawa nya.
''Jangan lupa kue nya ambil satu satu ya, soalnya kue kue ini bikinan Nona Mahalini bukan restorant yang bikin,'' tutur nya dengan memperingatkan yang lain nya.
''Nggak nyangka ya, meski Nona Mahalini sudah kaya tidak menyurutkan dia untuk selalu menghasilkan uang sendiri ya, padahal suami Nona Mahalini juga kaya, di tambah dengan kekaya'an Tuan Sagara yang bahkan tidak akan habis mesji 7 turunan,'' ungkap nya dengan mnatap para rekan jerja nya.
''Maka dari itu, kita juga harus lebih giat lagi dalam bekerja, Nona Mahalini saja terua berkreasi dengan usahanya, sedangkan kita seua hanya kuli yang di gaji tiap bulan, malah sering mengeluh capek? Kita harus nya meniru semangat Nona Mahalini yang 45 itu,'' sambung Lani dengan penuh dengan semangat.
''Iya, kita saja yang selalu tidak bersyukur dengan pencapa'ain kita sendiri, kita hanya selalu melihat ke atas. Harusnyakita melihat ke bawah juga, agar kita tau kalau masih ada orang yang kekurangan dan juga kelaparan,'' jelas Lani, agar para rekan nya sadar diri.
''Yang kamu katakan memang benar semuanya Lani, kita seharusnya bersyukur dengan kehidupan kita yang sekarang, beda jauh dengan kehidupan sebelum nya yang hanya mendapatkan gaji yang hanya cukup untuk makan sehari hari saja, tspi sekarang kita bahkan sudah bisa memberi gaji kita kepada orang tua kita,'' sambung sang rekan yang di angguki oleh yang lain nya.
Akhirnya acara makan siang nya sudah selesai dengan lancar, mengingat karyawan Sagara company sangat banyak, tapi sesuai perminta'an Tuan Sagara yang harus memuaskan para karyawan nya, masalah uang sudah tidak peduli lagi, lagipula semua ini ia lakukan demi cucu kembar nya yang masih berada di dalam kkandungan putrinya.
Memamng benar kebahagia'an seseorang tidak selalu di ukur dengan uang, hanya mendengar calon cucu nya sepasang saja, Tuan Sagara sudah merogoh kocek yang lumayan cukup banyak, tapi semuanya tidak di rasakan oleh sang Tuan besar.
__ADS_1
''Terima kasih Tuan sudah mau datang ke restorant kami, saya selaku manager di restorant ini sungguh sangat berterima kasih,'' ucap manajer restorant.
''Jangan berkata seperti itu, ini semua sudsh rezeki kalian yang bekerja di sini, seharusnya saya yang harus berterima kasih karena sudah melayani para karyawan ku, ya mungkin ada salah satu karyawan ku yang cerewet, yang selalu mengoceh meminta ini itu,'' sahut nya dengan senyum tipis di bibir nya.
Manager restorant baru sekaang bisa melihat senyuman Tuan Sagara yang terkenal dingin, mungkin beliau sangat bahagia dengan jabar yang mengejutkan dirinya, pikir sang manager restorant.
''Aku akan kembali ke kantor, dan anda bisa langsung buka restoran nya untuk umum seperti biasa nya,'' perintah Tuan Sagara dengan menepuk punggung sang manager restorant. Sang manager terperangah dengan sikap sang Tuan besar di depan nya.
Manager restorant hanya mengangguk kecil seraya mengulas senyum yang tidak bisa di jabarkan oleh para karyawan nya.
''Apa kalian masih kuat bekerja hari ini?'' tanya sang Manager.
''Asal dapat cuan Pak,'' sahut sang karyawan yang membalas canda'an sang manager.
Semuanya mengangguk mengerti dan segera kembali ke tempat masing masing, bersiap untuk membuka restorant untuk umum, seperti apa yang di katakan Tuan Sagara barusan.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.
__ADS_1