Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 166.


__ADS_3

Zarine bersama dengan n tim nya bersiap untuk pulang dari rumah catering, setelah seharian bekerja di sana.


''Santi, apa kamu mau bersama aku pulang nya,'' tanya Zarine dengan mengeluarkan sepeda motor pemberian Mahalini dulu.


''Tidak kak, aku masih ingin mampir ke suatu tempat dulu, kak Zarine duluan saja,'' tolak nya dengan sopan.


Santi cukup tau kalau Zarine hanya ingin menghindari Zainal yang sedari kemarin sudah mengejar ngejar dirinya.


''Baiklah, aku duluan kalau begitu, assalamu'alaikum,'' pamit nya dengan mengendarai motor matic nya, setelah berpamitan dengan Santi.


''Apa sich yang aku takuti sama Zainal, dia juga manusia dan sama sama makan nasi, tapi aku sangat malu kalau dia mendekati dengan cara seperti itu, lagian kenapa juga sich dia harus seperti itu kepada ku, kan masih banyak gadis lain nya yang juga sayang dengan nya,'' pikir Zarine di sepanjang perjalanan pulang menuju rumah kontrakan nya.


''Sudahlah, ngapain juga aku memikirkan dia, toh dia nggak mungkin serius dengannku,'' terkanya dengan menghentikan motor nya di depan rumah kontrakan yang cukup sederhana.


Ya, Zarine bekerja hanya untuk membantu keuangan keluarga nya yang ada di kampung, dia berharap keluarga nya bisa sedikit berubah dari sebelum nya, yang tadinya hanya makan dia kali dalam sehari, kini mereka semua sudah bisa makan tiga kali sehari, adek nya juga sudah mulai masuk sekolah lagi, setelah sempat mogok untuk ke sekolah, karena uang sekolah nya yang sudah menunggak dan harus secepatnya di bayar lunas oleh nya.

__ADS_1


Zarine membuka pintu rumah kontrakan nya, dan betapa terkejut nya dia ketika di kagetkan oleh seseorang yang sangat ia kenal.


''Zain, kenapa kamu datang? memang nya kamu tidak capek,'' tanya nya dengan tangan masih memegang dada nya yang berdegup sangat kencang karena terkejut.


''Tidak, aku hanya ingin bertemu dengan kamu saja kok, lagipula kamu di sana sangat susah sekali ketika di ajak ngobrol, jadi aku mengejar kamu sampai ke sini, biar kita bisa ngobrol dengan leluasa dan juga,'' Zainal menghentikan ucapan nya, membuat Zarine mengerutkan kening nya, karena penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh rekan kerjanya di rumah catering Mahalini.


''Kalau gitu aku mandi dulu, lebih baik kamu tunggu di sini saja, tidak enak juga sama para tetangga yang akan berpikiran macam macam kepada kita berdua,'' jawab Zarine pasrah, dia juga tidak bisa mengusir laki-laki yang sudah jauh jauh datang ke rumah kontrakan nya.


''Baiklah aku akan tunggu di sini saja kalau gitu,'' balas nya dengan kengulas senyum bahagia nya, karena sangat gadis tidak menguso seperti hati kemarin kemarin nya.


Tidak harus menunggu lama kini Zarine sudah keluar dengan pakaian yang sudah lengkap, dan di tangan nya ada nampan yang berisi teh hangat dan juga kue yang sengaja ia bawa tadi dari rumah catering tempat ia bekerja.


''Maaf, aku hanya bisa menyajikan seperti ini saja,'' ujar nya dengan menaruh minuman yang ia bikin untuk teman kerja nya.


''Tidak apa apa, ini saja sudah cukup kok, lagian kenapa kamu harus repot repot bikinin aku minuman segala sich,'' sahut nya, ''Kamu juga masih capek, tapi aku sudah mengganggu kamu di sini,''

__ADS_1


''Sudahlah, silahkan di minum teh nya,'' balas nya dengan mengulas senyum di bibir nya.


''Terima kasih ya Zarine,''


Zarine mengangguk pelan dengan membalas senyuman yang di lintarkan oleh Zainal, yang duduk di samping nya, dengan terhalang meja kecil di tengah-tengah mereka berdua.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.


__ADS_2