Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 68.


__ADS_3

Devano masuk ke dalam restoran sesuai yang Mahalini bilang tadi. Devano lantas bertanya kepada karyawan yang bertugas untuk menyambut tamu di depan.


''Maaf Mbak, boleh bertanya,'' ucap Devano dengan sangat ramah, namun tatapan matanya seperti biasanya, yakni super dingin seperti salju saja dech, kali aja😂😂✌.


''Boleh Tuan, mau bertanya apa?'' jawab nya dengan tak kalah ramah dari Devano.


''Ruangan yang di tempati Mahalini sebelah mana,'' ucap nya lagi.


''Mari Tuan saya antarkan anda ke meja Nona Mahalini,'' balas sang karyawan dengan mempersilahkan Devano.


Sebelum Devano datang ke restoran, Mahalini sudah memenuhi pesan kepada sang karyawan yang bertugas menerima tamu di depan, agar dia mengantarkan suaminya ke ruangan yang di tempati Tuan Sagara dan jugak yang lainnya.


Devano mengerutkan kening nya ketika sang pelayan restoran membawa Devano ke ruangan VVIP, ''Silahkan masuk Tuan,'' sang karyawan mempersilahkan Devano masuk ke dalam ruangan.


Devano hanya mengangguk dan mulai memutar handle pintu, Devano masuk dengan mengucapkan salam kepada semua orang yang ada di dalam ruangan.


''Assalamu'alaikum,'' Ucap nya, lalu melangkah masuk. Devano sangat terkejut ketika melihat di sana ada Tuan Sagara bersama sang istri.


''Waalaikum salam,'' jawab semua orang hampir bersama'an.

__ADS_1


''Mas Vano,'' sapa Mahalini yang beranjak dari tempat duduk nya, mencium punggung tangan Devano adalah kebiasan baru Mahalini sejak beberapa bulan lalu.


''Duduklah sayang,'' ujar Mama Clara ketika bersitatap dengan mata putera nya.


''Tuan Sagara, kenapa anda bisa di dalam satu ruangan dengan Mama dan juga istri saya,'' Tanya Devano dengan rasa penasaran, tak mungkin kan kalau istri nya bekerja sama dengan Tuan Sagara mengenai kue kue itu, pikir Devano.


''Kebetulan anda sudah datang juga Tuan Devano, saya sengaja ingin menunggu kedatangan anda? untuk membahas masalah yang selama ini sudah menimpa saya dan juga keluarga besar saya juga.


Nyonya Amora hanya melihat wajah cantik sang puteri yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya saja.


'Mungkin kamu belum bisa percaya dengan kedatangan Mama nak, tapi percayalah? selama Mami dan Papi mu sudah mencari kamu kemana-mana, tapi kami tidak menemukan mu, baru kali ini kami bisa bertemu dengan mu, dan ternyata kamu sudah dewasa sayang, dan bahkan kamu juga sudah memiliki suami dari pengusaha yang bernama Devano,' gumam Nyonya Amora di dalam hatinya, sedangkan tangan nya terus menggenggam tangan Tuan Sagara, Nyonya Amora sedikit takut akan penolakan dari puteri nya yang baru mereka temukan.


''Sebenarnya selama beberapa bulan ini, saya menyuruh seseorang untuk selalu memantau istri anda, dan mencari tau tentang data data istri anda juga, setelah kejadian waktu itu, saya sangat gencar dengan wanita ini yang tak lain adalah puteri kandungku yang selama ini saya cari,'' tukas nya dengan jujur.


''Kenapa anda seyakin itu Tuan, kalau Mahalini adalah puteri anda yang selama ini ia cari,'' tanya nya dengan nada datarnya.


''Dengan kalung yang di pakai istri kamu saat ini, kalung itu adalah pemberian kami saat dia berulang tahun ke satu tahun, pas hari di mana dia di culik oleh saudara tiri ku,'' jawab Tuan Sagara dengan sangat jelas.


''Kalung seperti ini banyak di jual dengan bebas, tapi kenapa anda sangat yakin kalau yang di pakek istri ku adalah pemberian anda,'' Devano tidak mau mengambil resiko dengan sang istri, Devano takut Tuan Sagara punya niat lain kepada istri tercinta nya.

__ADS_1


''Saya yakin dengan kalung itu, karena kalung itu di desain khusus oleh istri ku langsung, dan tidak di jual bebas di luaran, kalau Tuan Devano belum percaya, coba lihat di kalung tersebut ada inisial S nya,'' kata Tuan Sagara yang meyakini Mahalini adalah puteri nya, dengan hanya melihat sepintas kalung yang dia pakai saja, Tuan Sagara sudah sangat yakin seyakin yakin nya.


Mahalini yang penasaran dengan kalung yang dia pakai, segera membuka kalung tersebut dan mencari inisial huruf S di kalung nya, dan benar saja, di sana terdapat huruf S.


''Sayang, coba buka liontin nya,'' suruh Nyonya Amora kepada Mahalini yang masih terus menelisik mencari kebenaran di kalung nya.


Mahalini mengikuti perintah dari Nyonya Amora, dan Mahalini sangat terkejut dengan penglihatan nya, di sana juga ada foto dirinya saat masih kecil.


''I-ini beneran,'' ucap nya dengan gugup.


''Sedang mengadakan apa Mahalini sama Mama, kenapa sampai memesan ruangan sebagus ini? hanya untuk makan siang saja,'' gumam Devano yang masih berdiri di depan pintu.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 🙏💕🙏💕🙏💕🙏💕


__ADS_2