
Farel yang sedang fokus dengan mata kuliah nya, kini sudah tidak bisa fokus kembali setelah mendapatkan telfon dari Almira sang kakak.
Tadi Farel pura pura ijin ke toilet untuk menerima panggilan dari Almira, karena waktu itu kuliah nya sedang ada dosen yang mengajar di kelas nya.
Dengan buru buru Farel pergi ke toilet dan segera mengangkat panggilan dari sang kakak, dengan agak ketus Farel menerima panggilan tersebut, dia sengaja berkata demikian dengan Almira, mengingat selama ini Almira sudah berlaku tidak adil dengan kakak angkat nya.
Setelah menerima panggilan tersebut, Farel tidak kembali ke dalam kelas, melainkan dia melangkah menuju ke kantin kampus nya.
''Mau apa lagi sich kak Mira?'' gumam nya dengan meninju angin, karena sudah kesal dengan ucapan sang kakak barusan.
Farel memilih duduk di kursi yang masih kosong, karena semuanya sedang menerima pelajaran dari sang dosen di setiap kelas nya.
''Pak, minuman dingin satu,'' ujar Farel mengangkat tangan nya kepada sang penjual di kantin tersebut.
Bapak penjual hanya mengangguk karena sudah bisa di tebak perminta'an Farel kepada sang penjual, seperti biasanya es teh manis.
''Makan nya tidak nak Farel,'' tanya dengan meletakkan gelas di atas meja.
''Belum lapar Pak, mungkin nanti,'' balas nya dengan sedikit senyuman.
Pemilik warung hanya mengangguy dan berlalu pergi, karena ada yang memesan kembali. ''Di tunggu sebentar,'' jawab Bapak pemilik warung dan bergegas melayani pembeli lagi.
''Mau pesan apa neng,'' tanya nya ramah.
''Bakso satu, es teh manis satu, bawa ke meja Farel ya Pak,'' ucap nya dengan menunjuk ke meja Farel.
''Baiklah neng, di tunggu ya,'' sahut nya dengan mulai meracik bakso dan juga es teh manis nya.
Perempuan tersebut melangkah pergi menuju meja Farel, di mana di sana si Farel sedang melamun. ''Woi! ngelamun aja lho, lagi bengek ya,'' tanya nya, yang langsung mengejutkan Farel.
''Bengek apa'an. Asma kali! dan lho ngapain ke sini. Bukannya kamu sedang ada dosen di kelas nya,'' sahut Farel dengan nada datar nya.
''Lha, lho aja bolos? kenapa masih nanya gue lho,'' jawab nya dengan menyendok bakso yang sudah terhidang di hadapan nya.
''Dasar cewek anech,'' gumam Farel dengan sangat pelan, sehingga sang cewek tidak mendengar gumaman nya.
__ADS_1
Farel terus meminum minuman nya sampai habis, setelah itu dia langsung kembali ke kelas, karena sudah jam istirahat. Namun Farel lebih memilih bolos untuk pelajaran yang kedua, dia memilih pulang ke apartemen nya dan memikirkan hal apa yang akan di lakukan oleh Almira sang kakak, kepada Mahalini kakak angkat nya.
''Kenapa sich kak Mira tidak pernah berhenti mengganggu kak Lini, selama ini kak Lini sudsh baik kepada nya, dan dia juga tidak pernah mengganggu kak Mira,'' dengus nya dengan menaruh motor sport nya di parkiran apartemen nya.
Farel menekan tombol lift dan langsung masuk ke dalam lift ketika sudah terbuka, Farel menekan angka di mana apartemen nya berada.
dan ternyata di sana sudah ada Almira dan juga Hanafi yang tengah menunggu kedatangan nya, Farel lagi lagi mendengus kesal dengan kedatangan sang kakak ke apartemen nya.
''Mau apalagi sich kak!'' tanya nya dengan sarkas.
''Kakak cuma mau tanya alamat Mahalini saja kok Farel, kakak cuma mau meminta maaf sama Mahalini,'' jawab nya dengan setengah memohon, tapi Farel tidak mudah untuk percaya kepada sang kakak.
''Alah, tidak usah banyak alasan lagi sama aku dech kak, kak Mira sudah banyak sekali menyakiti kak Lini selama ini, dan Farel tidak akan percaya kalau kak Mira tiba tiba baik dan mau meminta maaf kepada kak Lini,'' sahut nya dengan panjang lebar.
''Tunggu dulu Farel, kakak kamu benar-benar ingin meminta maaf kepada kakak kamu Mahalini, jadi tolong kakak kamu Mira? kalau Mira, memang masih punya niat yang tidak baik, aku yang akan cegah dia,'' sambung nya dengan meyakinkan Farel adek nya Almira.
''Kamu belum tau sifat kak Mira saja, di luar saja dia baik, tapi terselip di dalam hatinya yang paling dalam, dia masih sama seperti dulu, jadi kamu jangan terkecoh dengan wajah melas nya kak Mira,'' ucap Farel dengan melangkah pergi meninggalkan kedua orang yang sedati tadi sudah menunggu nya.
Almira yang masih ingin mengetahui alamat Mahalini, mengejar langkah sang adek sampai ke parkiran, Almira terlihat memohon kepada Farel untuk bertemu dengan Mahalini, adek angkat nya yang selama ini dia hina dan ia siksa, rasa menyesal selalu menghantui nya.
''Aku tidak tau apa apa tentang itu, kakak cuma mau minta maaf saja sama Mahalini, kakak menyesal selama ininsudsh berbuat jahat kepada Mahalini, kakak akui? kakak salah sama dia,'' jawab nya dengan air mata yang sudah menggenang di kelopak matanya.
Hanafi menghampiri Almira, dia mengelus pundak Almira yang sudah bergetar karena tangis nya, Almira sungguh ingin meminta maaf kepada Mahalini selaku adik angkat nya.
''Kamu yang sabar ya, mungkin setelah ininadek kamu akan memberi tahu kamu tempat tinggal adek angkat kamu itu, sekarang kita pergi saja dari sini, mungkin sekarang Farel masih belum percaya sama kamu,'' bisik Hanafi tepat di telinga Almira, Almira hanya mengangguk setuju dengan ajakan Hanafi.
'Mungkin besok aku akan bertemu dengan Mahalini, tapi apa maksud dari ucapan Farel barusan? yang mengatakan kalau Lini sudah bahagia dengan keluarga nya,' gumam nya di dalam hati, sedangkan dia terus saja melangkah menuju mobil Hanafi yang terparkir tidak jauh dari sana.
Almira pulang dengan kekecewa'an, karena dia tidak mendapatkan alamat Mahalini, 'Kenapa sangat susah sekali, cuma mau meminta maaf saja,' bathin nya yang sudah duduk di dalam mobil Hanafi.
Hanafi hanya bisa melirik nya saja, tanpa mau membuka suaranya. Hanafi mengerti suasana hati Almira saat ini sedang tidak baik baik saja.
Mobil Hanafi menepi ke sebuah rumah makan yang mungkin Almira tidak pernah makan di sana selama ini, rumah makan yang sangat sederhana, dan juga makanan nya tak kalah dengan restoran mahal lain nya.
''Kenapa kita berhenti di sini?'' tanya Almira dengan bingung.
__ADS_1
''Kita makan di sini sekarang, tadi kita sudah melewatkan makan siang kita karena harus menunggu kedatangan Farel di apartemen nya,'' jawab nya dengan membuka seatbelt dan membuka pintu mobil nya.
Almira hanya mengikuti langkah Hanafi tanpa menolak nya sama sekali, Almira sendiri juga sangat lapar? karena dia masih dalam masa pemuliu dari sakit nya.
''Kamu mau pesan apa?'' tanya Hanafi dengan menyodorkan buku menu kepada Almira.
''Aku pesan ayam bakar saja,'' sahut nya dengan memberikan buku menu ke Hanafi lagi.
''Mbak,'' panggil Hanafi, ketika dia sudah menentukan menu apa yang akan ia pesan.
''Mau pesan apa Mas dan Mbak,'' tanya nya dengan sangat ramah.
''Ayam bakar dua, dan minum nya es teh manis dua juga,'' kata Hanafi kepada sang pekerja.
''Mohon ditunggu sebentar ya kak,'' jawab nya dan undur diri menuju ke dapur, untuk memberikan pesanan Hanafi.
Tak lama kemudian, makanan yang di pesan Almira dan Hanafi datang, ''Silahkan di nikmati kak,'' ucap sang pegawai dengan ramah.
''Terima kasih Mbak,'' jawab Almira dan Hanafi hampir bersama'an.
mereka berdua langsung makan siang yang sudah terlewat beberapa jam yang lalu.
Hanafi sangat menikmati makanan nya, di lihat nya Almira tengah menyuap nasi dan juga ayam bakar ke mulut nya, Hanafi tersenyum getir melihat wajah sendu perempuan di depan nya.
'Aku berjanji akan membantu kamu mencari Mahalini, aku akan memastikan sendiri Mira meminta maaf kepada adek angkat nya, sebenarnya Almira adalah gadis yang baik, tapi karena sifat mama nya lah Almira menjadi gadis yang jahat dan juga nakal di luaran,' batin Hanafi.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 🙏💕🙏💕🙏💕🙏💕.