Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 66.


__ADS_3

Mahalini menyajikan minuman dingin dan juga sepiring kue bikinan nya.


''Coba kue buatan Lini Ma,'' ucap Mahalini menaruh piring yang berisi kue di atas meja, di depan Mama Clara.


''Kamu beli di mana kue ini sayang?'' tanya Mama Clara yang belum mengetahui keahlian Mahalini lainnya.


''Semalam Lini bikin kue ini Ma,'' ucapnya, ''Jadi tadi Lini dari cafe ketemuan dengan seorang Ibu Ibu yang mau pesan kue sama Lini,'' lanjutnya lagi, menjelaskan kepada sang mertua.


''Jadi, tadi kamu panas panasan hanya untuk mengantarkan kue kue ini?'' tanya Mama Clara mengerutkan kening nya. ''Kenapa kamu nggak minta anter Devano saja,'' tambah nya lagi membuat Mahalini serba salah di depan sang mertua.


''Lini tidak mau merepotkan Mas Vano Ma, Lini bisa berangkat sendiri? lagian Lini juga bosan terus terusan di apartemen ini, apalagi sekarang Lini sudah berhenti bekerja di kantor Mas Vano,'' ternganya dengan mengulas senyuman di bibir nya, meski semua itu hanya di paksakan.


''Jadi, kamu sekarang sudah berhenti bekerja di sana,'' tanya Mama Clara dengan sangat senang.


Mahalini mengangguk pelan, ''Iya Ma, Lini merasa tidak enak dengan semua rekan kerja Lini, karena Lini pulang lebih awal dari pada teman yang lainnya,'' jawab nya dengan panjang lebar, Mama Clara hanya mengangguk anggukkan kepalanya, mengerti dengan penjelasan sang menantu.


''Lagian Mama sudah menawarkan kamu sebelum nya, untuk menjadi sekretaris suami kamu saja di kantor itu,'' sahut Mama Clara mengingat kan kembali keinginan nya kepada sang menantu.


''Lini juga merasa tidak enak dengan semua itu Ma, biarlah mulai sekarang Lini akan jual kue saja sebagai kesibukan selama di rumah,'' tukas nya dengan mengulas senyum kepada sang mertua.


''Kamu jangan terlalu capek dong sayang, walaupun kamu tidak bekerja suami kamu masih sanggup untuk membiayai kehidupan kamu dan juga kuliah kamu juga,'' kata Mama Clara memegang tangan Mahalini.


''Lini tidak enak Ma, kalau cuma diem saja di rumah, karena Lini sudah terbiasa dengan kesibukan seperti ini sebelum nya,'' jawab nya dengan nada lirih nya.


''Sudah, kamu yidak boleh sedih lagi?apaun yang kamu kerjakan sekarang, Mama akan selalu dukung kamu, asal kamu senang dan juga tidak kecapean dengan kesibukan kamu yang sekarang,'' Mama Clara menepuk punggung menantu cantiknya.


''Oia, lebih baik kamu sekarang ikut Mama belanja, Mama mau beli tas keluaran terbaru di Mall,'' ajak Mama Clara dengan setengah membujuk sang menantu.


''Tapi Ma, Lini mau bikin kue dari sekarang, dan Lini akan sangat sibuk hati ini,'' balas nya dengan tak enak hati dengan sang mertua.


''Memang nya kamu sudah belanja bahan bahan kue nya, untuk membuat kue kue dengan permintaan yang banyak seperti pesanan kan harus perlu bahan yang lebih banyak dari sebelum nya,'' Mama Clara mengingat kan Mahalini yang bahkan dia sendiri lupa dengan perlengkapan bahan bahan kue nya.


Mahalini hanya terkekeh karena yang di katakan Mama Clara ada benarnya, di dapur hanya ada 2 kg terigu dan juga bahan yang lainnya, sedangkan dia juga harus bikin camilan lainnya yang membutuhkan bahan lebih banyak lagi.


''Iya, Mama benar juga, Lini harus belanja dulu bahan bahan kue lainnya,'' balasnya dengan menampakkan deretan gigi putih nya kepada sang mertua.


''Ya sudah ayo berangkat sekarang, keburu tas yang ingin incar Mama habis gara-gara telat datang nya,'' ajak Mama Clara dengan setengah menarik tangan Mahalini menantu nya.


''Ma, Lini ambil dompet dulu di kamar?'' ucapnya dengan beranjak dari duduk nya.

__ADS_1


''Sudah, pakek uang Mama saja belanja nya,'' cegah nya dengan menggenggam tangan Mahalini.


''Nggak lah Ma, ini kan jualan Mahalini, jadi harus pakek uang Lini sendiri, lagi pula entar kalau pakek uang Mama, Lini tidak bisa menghitung semua pengeluaran, penghasilan dan juga pemasukan dari kue kue yang Lini bikin dong,'' tolak nya dengan berbagai alasan, agar Mama Clara tidak merasa tersinggung dengan perkata'an Mahalini sang menantu.


''Baiklah, kalau itu mau kamu Mama nurut aja dech,'' balas nya dengan wajah yang sedikit kecewa dengan sang menantu, tapi Mama Clara juga tidak bisa berbuat apa apa, bagi Mama Clara kebahagia'an sang menantu adalah kebahagia'an nya juga.


Mahalini berjalan menuju kamar nya dan mengambil sebut amplop yang di simpan di dalam lemari baju, uang tersebut adalah gaji bulan kemarin yang memang masih utuh, karena semua pengeluaran Mahalini di tanggung oleh Devano dan juga Mama Clara.


Mahalini keluar dengan uang yang masih berada di dalam amplop coklat nya, Mama Clara melihat amplop yang sedang di pegang oleh menantu nya, jiwa keponya pun mulai nampak di wajah Mama Clara.


''Amplop, uang kamu di simpan dalam amplop seperti ini,'' tanya nya penasaran.


''Iya Ma, ini gaji Lini bulan lalu, yang sengaja Lini tidak buka sama sekali, karena semua pengeluaran Lini di tanggung Mas Vano,'' ungkap nya yang di angguki oleh Mama Clara.


''Mama kira, putera Mama tidak memberi kamu nafkah, maka dari itu Mama kemarin meminta kartu nya kepada dia,'' ucap nya yang langsung mendapatkan gelengan pelan dari Mahalini.


Mahalini tertawa dengan ucapan Mama Clara, karena dia kemarin sudah menguras habis isi kartu suaminya, dengan alasan mau membelikan beberapa baju untuk Mahalini..


...****************...


Di rumah besar Tuan Sagara sedang menunggu kabar tentang puteri nya yang masih samar samar mendapati berita keberada'an sang puteri nya.


Tuan Sagara hanya mengangguk dan segera beranjak dari ruang kerjanya, melangkah menuju lantai dua di mana sangat istri sedang istirahat.


Dengan langkah lebar nya Tuan Sagara masuk ke dalam kamar istri nya, seraya berkata, ''Mama Panggil aku,''


''Papi, apa Papi sudah bertemu dengan puteri kita,'' tanya nya ketika suaminya memasuki kamar nya.


''Sebentar lagi Ma, sebentar lagi kita bakalan menemukan keberada'an puteri kita, puteri yang kita cari cari selama bertahun-tahun, dan dia akan berkumpul dengan kita di sini,'' sahutnya duduk di samping ranjang kamar nya.


Nyonya Amora kini sudah lebih sehat dari sebelum nya, setelah Tuan Sagara menemukan dalang yang sudah membuat istri nya sakit, Nyonya Amora selalu rutin meminum obat yang di resep kan langsung dari dokter, dan juga sangat asisten yang menjaga ketat sang suster yang merawat Nyonya Amora. Dan kini kesehatan Nyonya Amora sudah lebih baik dan beliau juga sudah melepaskan boneka yang selalu ia bawa kemana-mana sebelum nya.


''Tapi Pi, aku sudah kangen dengan dia, dan aku juga ingin segera memeluk puteri kita,'' ungkap nya dengan nada sedih dan juga butiran bening sudah membanjiri pipinya. Meski Nyonya Amora sudah memasuki kepala 45 tahun, beliau masih sangat cantik dan juga bugar dengan kesehatan yang saat ini sudah lebih baik dari bulan lalu.


''Lebih baik kita jalan jalan ke Mall Papi saja, di sana Mami bisa melihat semuanya, dan Mami juga bisa belanja sepuas nya, karena Mall itu milik Papi,'' ucapnya dengan bangga di depan sang istri, tapi ucapan Tuan Sagara tidak sesuai rencana, karena Nyonya Amora sama sekali tidak bahagia, karena percuma banyak harta, tapi? puteri yang selama ini hilang belum ada di rumah ini.


''Percuma Pi, Papi memiliki banyak harta sekarang, tapi semua harta Papi tidak memiliki calon penerus dari usaha Papi itu,'' gumam nya pelan.


''Mami harus lebih sabar lagi, pencarian kita akan segera membuahkan hasil,'' sahut Tuan Sagara dengan memeluk sang istri dengan begitu mesra.

__ADS_1


Akhirnya setelah beberapa kali di bujuk, Nyonya Amora mau datang ke Mall milik suaminya.


Di dalam Mall terbesar nya rame dengan orang orang yang berbelanja macam macam di dalam, Mahalini juga sedang berada di Mall tersebut bersama dengan Mama Clara.


''Apa lagi yang harus di beli sayang?'' tanya Mama Clara menatap sang menantu yang masih fokus dengan beberapa bahan catatan di note ponsel nya.


''Lini juga bingung Ma, toping yang Lini pakek selama ini hanya coklat dan juga vanila, takutnya orang orang akan bosen dengan toping itu itu saja,'' Mahalini meminta pendapat dari Mama Clara.


Mama Clara menaruh jari telunjuk nya ke kening, seraya terus memikirkan perkata'an menantu nya.


''Bagaimana kalau di ganti ganti dengan rasa gren tea, atau glaze rasa lainnya juga, atau nggak? kamu bisa tanya sama costumer kamu, biar mereka bisa request sendiri, toping apa yang mereka inginkan, jadi? kamu juga tidak terlalu capek untuk memikirkan semua toping yang akn kamu pakek kan,'' balas Mama Clara dengan panjang lebar.


''Benar juga Ma, mungkin besok Lini juga akan menghubungi toko kue itu untuk pelanggan nya yang mau request rasa atau toping, atau juga kue kan Ma?'' tanya nya memastikan.


''Iya, itu maksud Mama,'' kekeh nya dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Mahalini berbelanja bahan kue, dan setelah itu mereka berdua menuju ke Toko tas, seperti keinginan Mama Clara sang mertua, namun tanpa mereka sadari Nyonya Amora melihat Mahalini yang tengah memasuki toko tas milik nya.


''Pi, lihat wanita muda yang baru masuk ke dalam toko itu,'' tunjuk nya dengan menengadahkan kepalanya menatap suaminya yang mendorong kursi roda nya.


Tuan Sagara yang juga melihat hanya mengangguk dan mendorong kursi roda istri nya ke toko tas tersebut.


''Mas, semoga saja itu benar puteri kita, kalau itu benar, aku sangat bahagia sekali,'' ucap nya dengan lirih.


''Mami tenang dulu, kita akan segera menuju ke sana, Mami yang sabar ya,'' pintar Tuan Sagara yang tak ingin melihat wajah sedih istri nya.


Nyonya Amora mengangguk dan mencoba menahan air mata nya yang akan menetes begitu saja.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih,🙏💕🙏💕🙏💕🙏💕

__ADS_1


__ADS_2