Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 22. Nikah kontrak


__ADS_3

Mahalini masih terus saja menatap nasik kotak yang tadi ia tukar dengan bekal nya, 'Ya Allah, apa aku egois kalau aku menerima tawaran nikah ini, apakah aku sangat tidak layak menjadi seorang istri seutuh nya untuk laki-laki yang akan menjadi suamiku, kenapa harus dengan menikah kontrak ya Allah,' gumam Mahalini di dalam hatinya.


''Lini, aku harap kamu bersedia dengan ajakan aku tadi, aku sangat frustasi memikirkan hal itu. Sedangkan aku sendiri orang nya tidak mau yang neko neko, dengan berpacaran ataupun aku juga belum siap menikah di usiaku yang baru saja menginjak 25 tahun ini, tapi ini adalah perminta'an kakek,'' lagi lagi Devano menjelaskan kalau itu semua adalah permintaan sang kakek.


''Kamu jangan khawatir Lini, aku tidak akan menyentuh kamu. Namun aku hanya minta kalau ada di depan kakek, bersikaylah seperti pasangan normal lainnya, dan aku juga setiap bulan nya akan mentransfer uang buat kamu.'' lanjut Devano yang kini menghabiskan makanan nya.


''Maaf Tuan? kenapa harus saya,'' tanya Mahalini memberanikan diri, dia juga mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan Devano sang CEO. ''Sedangkan di luaran sana banyak wanita yang suka dengan Tuan?'' tambah nya yang kini malah menundukkan kepala nya kembali.


''Karena wanita seperti kamu yang aku cari, sederhana dan apa adanya,'' jawab Devano tanpa menatap Mahalini.


''Tuan? terus bagaimana dengan kuliahku? karena aku tidak mau kuliahku putus di tengah jalan begitu saja,'' Dengan sedikit keberanian Mahalini bertanya tentang kuliah nya, karena itu menyangkut masa depan nya kelak.


''Kamu masih bisa kuliah seperti biasanya, aku juga akan membiayai uang kuliah kamu, jadi kamu tidak perlu susah susah bekerja sebagai OB lagi seperti ini, selain itu aku tidak akan melarang kamu kok,'' gumam nya pelan dan menyesap kopi hitam bikinan Mahalini.


''Tapi saya masih ingin bekerja setelah ini Tuan,'' jawab Mahalini dengan nada lirih nya. Karena dia tau besok setelah perceraian nya uang bulanan tidak akan ia dapatkan lagi dari mantan suami kontrak nya.


''Baiklah, kamu bisa tetap bekerja di perusaha'an ini,'' kata Devano membuat hati Mahalini berbunga bunga.


Entah kenapa Mahalini senang banget ketika mendengar bisa bekerja di perusaha'an ini, mungkin karena semua teman sesama OB baik kepada Mahalini, jadi dia tidak menginginkan berhenti dari kerja nya yang sekarang.

__ADS_1


Setelah berperang dengan batin dan juga pikiran nya, akhirnya Mahalini pasrah dengan keputusan yang akan ia ambil dengan segala konsekuensi di masa depan nya.


'Aku hanya akan menikah selama 6 bulan lamanya, dan setelah itu aku akan lepas dari Tuan Devano dan menjalani kehidupan ku sebagai seorang janda, apa aku kuat dengan hina'an yang akan aku terima dari orang orang yang tidak menyukai ku,' batinnya. Mahalini memejamkan matanya dan menarik nafas panjang, mengeluarkan dari mulut nya.


''Bismillahirrahmanirrahim. Baiklah Tuan? saya setuju,'' jawab Mahalini sembari meremas ujung bajunya.


''Baiklah, setelah ini asisten ku akan memberikan surat kontrak nya dan kamu tinggal tanda tangani saja,'' ujar Devano dengan mengulas senyum nya.


#Flashback On#


''Devan, kamu ini sudah dewasa dan kakek tidak pernah melihat kamu satu kalipun berjalan dengan seorang wanita, apa kamu tidak memikirkan masa depan mu dan menikah dengan seorang gadis!!'' seru sang kakek dengan suara nyaring nya. ''Jangan bilang kalau kamu suka dengan sesama jenis,'' sang kakek menambahkan spekulasi yang tak masuk akal bagi Devano.


Masak iya sich, seorang Devano laki-laki tampan gini memilih pasangan yang sesama jenis, kan nggak masuk akal, pikir Devano yang sudah jenuh dengan semua ucapan dari kakek nya yang itu itu mulu yang di ucapkan.


''Tidak begitu kakek, lagian Devan juga masih sangat muda untuk memikirkan menikah sekarang. Apa jadinya kalau Devan menikah dan mempunyai anak di usia Devan yang masih 26 tahun,'' sahut Devano yang masih belum memikirkan sampai ke sana.


Antara keduanya pun tidak ada yang mau mengalah sama sekali, sampai akhirnya sang nenek menyuruh Devano berhenti untuk berdebat dengan kakek nya.


''Sudah lah Devan. Turuti saja perminta'an kakek kamu ini, kakek kamu benar kok. Selama ini nenek juga tidak melihat kamu berjalan atau sekedar mengenalkan seorang wanita kepada keluarga besar Bagaskara,'' sambung sang nenek yang kini tengah membela suaminya.

__ADS_1


Devano yang sudah capek dengan omelan sang nenek dan juga kakek nya memilih untuk undur diri dan menenangkan di apartemen nya.


Semua yang di lakukan Tuan Bagaskara hanya semata mata untuk melihat sang cucu untuk memiliki pasangan dalam waktu dekat ini. Kalau masalah nikah itu bisa di tunda sampai Devano sendiri yang memutuskan untuk segera menikah.


Tapi nyatanya sang kakek sangat kecewa, begitu mendengar kalau cucunya belum siap menikah.


#Flashback Off#


...****************...


Di rumah besar Bagaskara, kakek dan juga nenek nya duduk di halaman belakang, mereka berdua mengobrol santai di bawah gazebo. Tak lupa juga di atas meja sudah ada teh hangat dan juga camilan untuk wanita paruh baya yang masih terlihat sangat segar dan juga cantik.


''Kamu yakin kalau Devano akan mau menikah dalam waktu dekat ini, kamu terlalu memaksa kehendak kamu selama ini,'' ujar nenek Devano kepada Tuan Bagaskara suami nya.


''Kita tunggu saja dalam minggu ini, aku yakin Devano punya rencana yang tak kalah menarik nya dari yang aku pikirkan,'' jawab nya sembari menyesap teh nya.


''Maksud kamu bagaimana?'' tanya sang nenek yang bernama Marlina.


''Devano kemarin tidak menolak perminta'an ku, dia hanya bilang belum siap saja kan, aku ingin tau wanita seperti apa yang akan di bawa Devano ke rumah ini besok?'' jawab nya yang masih sangat santai.

__ADS_1


Tuan Bagaskara sendiri sudah mengetahui, kalau sang cucu meminta sang OB untuk menjadi istri kontrak nya, berita seperti itu tidak begitu sulit untuk Tuan besar Bagaskara, yang ingin mengetahui sesuatu dari orang terdekat nya. Karena uang lah yang hanya bisa melakukan semua itu.


''Kamu tau sesuatu mengenai Devano,'' tanya Nyonya Marlina yang masih di buat penasaran oleh suami nya. ''Apa kamu menyembunyikan dariku selama ini,'' tambah Nyonya Marlina yang masih belum mendapatkan jawaban dari suami nya.


__ADS_2