
Kedua bayi kecil Mahalini dan Devano tumbuh dengan sangat sehat, mereka juga sudah mengikuti gerak orang orang yang tengah menyapa nya.
''Sayang, coba lihat Ayah sekali saja,'' ucap Devano dengan mendekatkan wajahnya ke perut si kecil.
Sang bayi hnya meliuk kan tubuh nya karena geli, sedangkan bayi perempuan nya kini sudah menangis karena ulah Ayah nya, yang menggigit prut sang baby.
''Ms Vano apa apa'an sich, lihat tuh jadi nangis kan? Padahal aku belum selesai sarapan nya,'' gerutu Mahalini yang tengah sarapan paginya.
''Sudah kamu lanjutin makan saja, biar aku saja yang jaga anak anak hari ini, sekarang kan libur ke kantor nya, jadi aku akan menjadi perawat setia sang baby,'' jawab nya dengan menggendong bayi perempuan nya.
''Memang nya ami sama Papi tidak jadi datang hari ini,'' tanya Devano yang kemarin sempat mendengar kalau kedua mertuanya akan datang menengok sang cucu.
''Papi sedang ada urusan mendadak, dan Mami di minta ikut sama dady. Jadi beliau tidak jadi datang? Memang nya ada apa kok nanyain mereka berdua,'' Mahalini balik tanya pada suami nya.
''Ya nggak apa apa sich sayang, cuma Mas kemarin dengar kalau Mami dan Papi akan datang hari ini,'' jawab nya menaruh anak perempuan nya di box baby nya.
Devano menghampiri istrinya yang belum selesai dengan makanan nya.
''Memang nya sebanyak apa sch kamu makan sayang, sampai belim selesai juga makan nya,'' tanya dan mendudukkan diri di samping nya.
''Lini tidak makan nasi kok Mas, Lini banyakin makan sayur saja, biar ASI nya banyak,'' sahut nya yang terus mengambil sayuran yang memang Mahalini pesan pada sang pelayan di dapur.
''Tidak usah seperti lah sayang, lebih baik kamu makan yang seperti biasa nya saja, aku juga tidak tega melihat kau yang selalu makan sayuran seperti ini,'' ungkap nya dengan mencium puncak kepala sang istri.
''Aku tidak apa apa kok Mas, ini semua Lini yang minta sama pelayan,''
__ADS_1
''Tapi sayang, kalau cuma sayuran hijau saja tidak ada karbohidrat dan juga gizi nya,'' potong Devano yang tidak mau di bantah sama sekali.
''Biarlah anak anak kita minum susu formula, kalau memang ASI nya tidak lancar, dan apa salah nya dengan meminum susu formula sich, kamu juga sudah berusaha,'' tabah nya dengan memeluk sang istri dan menyingkirkan sayuran di depan nya.
''Aku hanya ingin menjadi seorang ibu yang seutuh nya saja Mas, kemarin saja anak anakku lahir tidak dari jalan lahir nya, melainkan di angkat oleh dokter, dan sekarang mereka harus meminum susu formula, karena ASI ku yang tidak banyak keluar. Sebagai seorang ibu aku merasasangat sedih dengan itu semua Mas, atau aku tidak di takdirkan untuk menjadi seoran ibu yang baik untuk kedua anak anakku ini,'' jelas nya dengan panjang lebar.
Kini Devano sangat mengerti dengan keada'an istrinya, yang terlihat baik baik saja, tapi jauh di lubuk hatinya dia sangat tertekan karena keada'an nya.
''Jangan terlalu di pikirkan masalah itu, masih bnyak kok wanita di luaran sana yang tidak mau melahirkan normal, hanya karena dia terlihat cantik di depan semua orang, dan kamu lahiran dengan operasa cesar itu tidak di sengaja, tapi dokter mengharuskan operas cesar, karena di dalan perut kamu ada dua nyawa yang harus di tolong secara bersama'an?'' ujar Devano tak kalah panjang nya.
''Bagiku kamu adalah seorang ibu yang baik dan yang akan selalu menyayangi kedua nya, aku tidak akan pernah mempermasalah kan itu semua sama kamu, karena itu semua sudah di gariskan oleh Allah SWT.'' tambah nya lagi.
Mama Clara yang mendengar kata kata bijak yang di lontarkan oleh putra nya sangat bangga dengan penjelasaan darinya.
Mungkin sebagian orang menganggap remeh operasi cesar, sampai sampai ada yang mengatakan begini? ketika tetangga nya ada yang emlakukan operasi cesar karena pinggul sempit, itu alasan dari dokter SPOG, yang mengharuskan opersi ketika lahiran.
(itu pengalaman author ya para readers, dua kali melakukan operasi cesar, dua kali di hina, nyesek banget rasa nya).
Kembali ke cerita.
''Kenapa menantu Mama menangis lagi sich sayang, harus nya kamu bahagia? Karena sudah di beri dua anak anak yang begitu lucu dan juga sehat sehat, jangan terlalu di pikirkan apa kata orang orang, lebih baik mulai hari kamu jangan pegang ponsel dulu dech, atau ajak istri kamu jalan jalan biar dia bisa menghirup udara segar di luar,'' perintah Mama Clara menyuruh Devano.
''Baiklah Ma,'' sahut nya, ''Ayo sayang kita ke kamar siap siap, kita jalan jalan? Lagian di rumah ada Mama yang mengurus si kembar,'' ajak nya dengan meraih tangan Mahalini.
''Tidak usah Mas, lagi pula Lini tidak bisa berjalan terlalu jauh, karena masih nyri di area perut,'' balas nya dengan memegang perut nya.
__ADS_1
''Kan ada kursi roda sayang? Lagian hari ini kamu jadwal cek up kan,'' sambung Mama Clara menatap wajah menantunya.
'' Hanay cek up saja ya Mas, aku tidak mau jalan jalan, lebih baik aku diam di rumah bersama dengan si kembar,'' ucap Mahalini dengan nada lirih nya.
''Terserah kamu saja, atau mungkin kamu mau melihat rumah catering nya, dengar dengar Zarine menerima pegawai baru, karena sudah kualahan
menghadapi konsumen yang semakin membludak.''
''Iya Ma, itu Lini yang menyuruh Zarine untuk mencari pekerja lagi, masalah rumah catering aku percaya kepada Zarine Ma, dia orang nya jujur dan juga selalu memperlihatkan hasil keuntungan atau pengeluaran di rumah catering,'' Mahalini menjelaskan kepada sang Mama, agar nantinya tidak ada yang salah paham, apalagi rumag cateering bisa sesukses ini, juga berkat keluarga besar nya, tanpa campur tangan dari kedua keluarga tersebut apalah Mahalini yang hanyalah pengusaha remahan saja.
''Kalau boleh aku mau mampir ke rumah catering saja, ada yang aku mau minta di sana, karena sudah lama tidak memakan nya,''
''Jangan jangan aneh dech sayang, dan jangan coba coba kamu makan rujak buah dengan cabe seabrek seperti kemarin itu lagi,'' potong Devano yang sudah tau isi dari otak istri nya.
''Kayak nya Ma Vano cocok dech menjadi tukang peramal,'' jawab nya dengan ketus, seraya beranjak dan berjalan menuju ke kamar nya dengan langkah pelan nya.
Devano yang sudah tidak sabaran ingin membawa istrinya jalan jalan pun, akhirnya langsung menggendong Mahalini ke dalam kamar untuk mengganti baju, serta mengambil kertas yang akan di bawa ke rumah sakit nanti nya.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.