
Tepat jam 5 pagi Mahalini sudah bersiap siap untuk berangkat ke kantor nya, semua OB harus berangkat pagi hari ini, karena akan sangat sibuk untuk menyambut CEO baru di perusaha'an Bagaskara Grub sendiri, ya walaupun semua karyawan sudah tidak penasaran dengan seseorang yang akan menjadi CEO baru mereka, karena mereka semua sudah mengetahui kalau CEO baru nya adalah Devano Putra Bagaskara sendiri.
Mengingat bahwa Devano adalah cucu tunggal dari pemilik perusaha'an Bagaskara Grub.
''Neng kenapa buru buru, ini masih sangat pagi,'' tanya Bi Ijah kepada Mahalini.
''Iya Bi, di kantor sekarang ada acara penyambutan CEO baru, jadi Lini harus bantu yang lain di kantor?'' jawab Mahalini yang sedang memakai helm nya.
''Ya sudah hati hati di jalan ya neng?'' Bi ijah mengingatkan Mahalini agar lebih berhati hati, karena menurut nya ini masih terlalu pagi, dan pastinya jalanan juga sepi. Takutnya di jalan Mahalini akan di cegat orang jahat, pikir Bi Ijah khawatir.
''Assalamu'alaikum,'' Pamit Mahalini melajukan motor nya dengan perlahan.
''Waalaikum salam,'' jawab sang Bibi seraya melangkah masuk ke dalam rumah yang ia tinggali dengan Mahalini.
'Tolong lindungi neng Mahalini ya Allah, jauhkan dia dari marabahaya dan juga dari orang orang yang akan berbuat dzolim kepada nya,' Bi Ijah terus berdo'a walaupun di dalam hatinya.
Pagi ini Mahalini membawa bekal sendiri ke kantor, karena dia tidak mau uang gajinya di potong hanya karena makan siang nya yang selalu enak menurut Mahalini.
Mahalini sengaja bangun dari jam 3 pagi hanya menyiapkan sarapan dan juga bekal makan siang nya, ''Mulai hari ini aku akan belajar irit, biar bisa nabung untuk bayar uang kuliah, aku tidak mungkin terus terusan bergantung pada Papa dan juga Farel,'' gumam Mahalini.
Beberapa menit kemudian Mahalini sudah memarkirkan motor nya di parkiran khusus karyawan, dan di sana sudah nampak OB lainnya sudah mulai berdatangan.
''Ech kamu anak baru ya?'' tanya seorang wanita seumuran dengan Mahalini.
''Iya kak, ada yang bisa saya bantu?'' jawab Mahalini dengan ramah.
__ADS_1
''Kamu ganti baju dulu, dan setelah itu bantu aku bersihin ruangan ini. Biar cepat selesai,'' Ucapnya menunjuk ruangan yang akan di gunakan menyambut CEO baru nya.
''Baik kak,'' Mahalini bergegas menuju ruangan khusus OB, dia berganti baju setelah itu baru menghampiri semua OB yang sedang sibuk dengan pekerja'an masing masing.
Semua nampak sangat sibuk sampai tiba saat nya jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi baru semua nya kelar, semua hidangan sudah tertata rapi di atas meja.
Kini semua para tamu undangan sudah berdatangan, untuk menyambut CEO baru perusaha'an Bagaskara Grub.
Tapi salah satu klien Bagaskara Grub malah fokus melihat pada wajah Mahalini yang sedang membantu menyiapkan minuman untuk para tamu, entah kenapa orang tersebut begitu kagum melihat wajah cantik Mahalini yang begitu anggun dan juga menarik ketika di lihat.
''Seperti nya aku pernah melihat wanita itu, tapi di mana?'' gumam seseorang yang juga terbilang kaya.
''Ada apa Pa,'' tanya sang istri ketika mendengar suaminya bergumam.
''Nggak apa apa kok Ma, tapi aku seperti melihat seseorang yang pernah Papa lihat sebelum nya,'' jawab nya sambil menunjuk ke arah Mahalini yang sedang sibuk melayani para tamu.
Wanita cantik yang sudah tidak muda itu terus menatap ke arah Mahalini yang sedang melayani para tamu, melihat kegigihan Mahalini wanita itu kepincut ingin segera menghampiri Mahalini dan bertanya sesuatu kepada nya.
''Kamu mau kemana Ma?'' tanya sang suami yang melihat istri nya ingin beranjak dari duduk nya.
''Pa, Mama akan samperin perempuan itu. Mama juga merasa pernah bertemu dengan dia, tapi di mana ya?'' jawab sang istri yang sudah setengah berdiri di samping suaminya.
''Jangan Ma, mungkin mereka berdua hanya mirip saja,'' cegahnya, sang suami takut istri nya malah berbuat yang aneh aneh di perusaha'an rekan bisnis nya.
''Duduklah, lagian sebentar lagi acara nya akan di mulai,'' tambah nya mencoba memberi pengertian kepada istri nya.
__ADS_1
Di sisi lain Devano dan orang tuanya sudah memasuki tempat acara yang akan segera di mulai. Semua karyawan yang ikut bergabung dalam penyambutan CEO baru bertepuk tangan dengan meriah, begitu juga dengan para OB yang juga ikut membantu melayani para tamu.
Hampir satu jam acara berlangsung, akhirnya semua acara berlangsung dengan lancar tanpa hambatan.
Mahalini bersi tatap dengan seorang laki-laki, yang begitu ia kenal? dan juga ia rindukan selama hampir sebulan ini. Mahalini menutup mulut nya tidak percaya melihat sang Ayah yang juga ikut hadir di acara ini.
''Papa,'' sapa Mahalini masih dengan keterkejutan nya.
''Nak? kenapa kamu ada di sini, sedang apa kamu di sini,'' jawab Pak Setiawan menatap puteri angkat nya dengan seragam OB perusaha'an Bagaskara Grub.
''Maaf Pa, Lini tidak minta ijin dulu sama Papa kalau sekarang bekerja di kantor ini,'' jawab Mahalini sembari menundukkan kepalanya, dia tidak enak hati dengan sang Ayah. ''Maafkan Lini Pa,'' gumam nya lagi.
''Apa uang yang Papa kirim kurang,'' tanya Pak Setiawan lembut, Mahalini yang di tanya langsung menggeleng pelan.
''Uang yang di kirim Papa sangat cukup bagi Lini, lagian Lini belajar hidup mandiri dan ingin mencari sesuatu yang beda dengan memulai bekerja di sini sebagai OB Pa, tapi Lini janji tidak akan meninggalkan kuliah Lini selama Lini bekerja,'' sahut Mahalini panjang lebar mencoba menjelaskan kepada Papa nya, agar dia tidak merasa tersinggung dengan ucapan Mahalini barusan.
''Baiklah, selama itu tidak mengganggu kuliah kamu, Papa ijinin kamu,'' kata Pak Setiawan mengelus punggung Mahalini dengan lembut.
'Anak yang aku temukan di pinggir jalan ternyata sudah tumbuh menjadi wanita dewasa dan juga mandiri, Papa sangat bangga sama kamu nak? dan maafkan Papa karena tidak bisa melindungi kamu dari istri Papa selama ini,' batin Pak Setiawan yang masih mengelus punggung puteri nya.
Di sisi lain ada beberapa orang tengah memandang Pak Setiawan yang sedang mengelus punggung wanita muda di depan semua orang, sampai akhirnya terdengar lah bisikan yang mengatakan kalau Pak Setiawan masih suka dengan gadis muda seperti OB di depan nya.
''Nggak nyangka Pak Setiawan masih doyan daun muda,'' gumam nya yang masih bisa di dengar oleh Pak Setiawan dan juga Mahalini.
''Pa?''
__ADS_1
''Sudah jangan di dengarkan, kamu baik baik ya di sini, Papa akan kembali ke kantor Papa setelah acara ini,'' gumam Pak Setiawan pelan, agar puteri nya tidak terlalu memikirkan ocehan orang tersebut.