
Di Restoran Bunda Hanafi tengah menunggu kedatangan Almira dan yang lain nya.
''Yah, mereka kemana sich? kita sudah menunggu mereka hampir setengah jam disini, tapi mereka sama sekali tidak datang,'' ucap nya kepada suaminya yang duduk di samping nya.
''Kita tunggu sebentar lagi, mungkin mereka terkena macet, jadi lama sampainya kesini,'' sahut nya seraya menyesap kopi espresso yang ia pesan tadi.
''Tapi kan? mereka bisa bilang sama kita Yah, tidak seharus nya bersikap seperti ini, tidak tau apa? menunggu itu membosankan?'' ucapnya lagi yang sudah setengah kesal dengan putra nya yang tidak memberi kabar, kalau dirinya akan telat datang ke mereka berdua.
Bunda Hanafi sudah merajuk dan ingin beranjak dari duduk nya, untuk pulang ke rumah nya.
''Assalamu'alaikum Bunda,'' sapa Almira yang baru masuk ke dalam restoran, dengan nafas yang tersengal sengal, Almira sengaja meningalkan dua laki laki beda generasi di area parkir barusan, dia berlari kecil untuk segera bertemu dengan Bunda prianya, yang sudah ia anggap sebagai Ibu kandung nya sendiri.
''Kamu lari ke sini?'' tanya Ayah Hanafi ketika melihat calon menantu nya ngos ngosan seperti ini.
''Iya Yah, maaf Mira sudah telat datang nya, jadi Mira memutuskan meninggalkan Mas Hanafi dan juga Papa di parkiran tadi,'' sahut nya dengan menampakkan deretan gigi putih nya.
''Maafkan Almira Bunda, tadi di rumah adek Mira kelama'an, karena masih ada hal penting yang Mira bicarakan dulu dengan adek angkat Mira di sana,'' cerita Almira yang selalu terbuka kepada calon mertua nya.
''Tidak apa apa kok, ya sudah kamu duduk dulu dan pesan makanan saja sekarang, mungkin Hanafi masih mencari lahan parkir untuk menaruh mobil nya,'' perintah sang Bunda dengan mengelus punggung Almira, yang masih naik turun.
Almira mengangguk dan memanggil waiters, untuk memesan makanan dan juga minuman.
''Sayang, kamu tega sekali ninggalin kami berdua di parkiran, dan sekarang malah mau makan malam duluan tanpa menunggu ku datang!'' seru Hanafi yang baru sampai dengan mengerutkan kening nya.
__ADS_1
''Aku kan baru? juga mau pesan kok Mas, kamu dan Papa juga pesan sekarang saja, kasian Bunda sudah sangat lapar,'' bohong Almira, membuat si empu melotot ke arah nya, Almira hanya cengengesan di tatap seperti itu oleh Bunda Hanafi.
Beberapa menit kemudian pesanan mereka pun datang, dan mereka segera melahap semua makanan yang ia pesan hingga tak tersisa sama sekali, hanya tersisa piring kotor dan juga sisa saos yang hampir saja juga di bersihkan oleh Almira, kalau dia tidak ingat, bahwa dirinya sedang melakukan makan malam bersama dengan calon mertua nya.
''Papa nya Almira, saya mewakili putra saya, untuk melamar anak gadis Bapak Setiawan, untuk di jadikan seorang istri dari Hanafi, dan maaf sekali kami hanya bisa mengadakan acara lamaran seperti ini, tidak ada kata mewah sama sekali, berbeda dengan suami Mahalini anak angkat Bapak Setiawan yang di laksanakan dengan kemewahan dan juga kemegahan, kami hanya dari keluarga kelas menengah, yang kami bisa lakukan hanya untuk kebahagia'an anak anak kita, yang selama ini sudah menjalin hubungan dan juga sudah saling ketergantungan satu dengan lain nya, saya harap Bapak mau menerima lamaran dari kami,'' ucap Ayah Hanafi dengan panjang lebar.
''Sebenarnya saya tidak menginginkan acara yang wah dan megah Pak, yang saya harapkan sama seperti yang di harapkan Bapak, yaitu kebahagia'an anak anak kita kedepan nya, semua dengan acara makan malam ini dan lamaran selalu di kenang oleh Hanafi dan Almira juga, jadi mereka tidak akan pernah melirik ke kanan dan juga ke kiri lagi,'' kata Papa Setiawan yang di benarkan oleh Ayah Hanafi.
''Bagaimana? apa kalian sudah siap menikah, kalau sudah tinggal kita cari tanggal nya saja,'' tutur sang Bunda.
''Tapi surat surat yang di butuhkan untuk pernikahan masih sedang di urus Yah, Pa, kata Devano mungkin dua hari lagi akan keluar dari pengadilan,'' balas Almira dengan mengatakan apa yang tadi di katakan oleh Devano, selaku adik ipar nya, meskipun terlihat garang? tapi hatinya seperti hello kitty.
''Alhamdulillah, syukur lah kalau sudah ada yang mengurus surat surat kamu,''
''Jangan di pikirkan lagi, biarkan Mama kamu dengan kegiatan nya sendiri sekarang, dan kini sudah saat nya kamu yang merasakan kebahagia'an itu semua, bukan hanya Mama kamu yang ingin kebahagia'an nya,'' putus Papa Setiawan ketika putri nya mengingat Mama nya yang tidak pernah sekalipun mengingat dirinya.
''Iya Pa, Mama sudah memilih kebahagia'an nya sendiri, dan aku akan selalu membuat Papa bahagia,'' sahut Almira yang kini sudah menjadi melow.
'' Kok jadi melow seperti ini sich sayang?'' kata Hanafi mengusap air mata Almira.
Almira terkenal dengan tingkah nya yang lebay, ''Tadi aku yang ngatai Vano kalau dia terlalu lebay, tapi sekarang malah aku yang lebay,'' gumam nya dengan mengulas senyum nya.
''Yaudah kita pulang sekarang saja, mungkin Papa kamu juga sudah kelelahan karena baru datang tadi sudah di ajak kemana-mana,'' Bunda Hanafi mengingat kan Almira calon menantu nya.
__ADS_1
''Ayo Pa, Hanafi antar kalau mau ke apartemen Farel,'' ajak Hanafi kepada Papa Setiawan.
''Bukan nya Papa mau tidur di rumah Mira Pa,'' tanya Almira dengan menatap wajah ayah nya yang sudah berubah haluan.
''Papa akan menginap di apartemen adek kamu saja, tadi dia menghubungi Papa, agar Papa tidur di sana saja, sekalian jagain apartemen nya,'' jawab nya meyakin kan Almira yang sudah menjadi sedih, niatnya mau bersama Papa nya, malah Adek nya yang mendapatkan semua yang ia ingin kan.
****************
Di sisi lain Mama Agnes sudah di usir dari rumah yang biasa ia tempati, karena akta rumah tersebut sudah di gadaikan ke Bank, hanya demi membahagiakan laki laki pemuas nafsunya, yang sudah menghianati nya.
''Breng sek, semua ini gara gara Setiawan yang tidak mau memberikan aku uang sama sekali, seandainya dia memberiku uang yang cukup banyak, pasti aku tidak akan bernasib seperti ini sekarang, aku sudah tidak memiliki tempat tinggal lagi, aku harus pergi kemana sekarang? tidak mungkin aku tinggal di bawah jembatan, bersama dengan pengemis jalanan yang super bau itu,'' gerutu Mama Agnes seraya terus menarik koper nya.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.
__ADS_1