
Almira dan keluarga Hanafi berada di meja yang tak jauh dari meja yang di tempati Mahalini, tapi alih alih Mahalini melihat ke samping nya, dia malah sibuk dengan makanan yang masih tersisa.
Almira yang melihat keberada'an adek angkat nya, melambaikan tangan ke arah nya, tapi Mahalini tidak menggubris lambaian Almira.
Bunda Hanafi mengerutkan kening nya, ketika Almira melambaikan tangan ke arah samping nya, dan bertanya.
''Siapa nak?''
''Och itu adek angkat ku Tan- ech Bunda,'' jawab nya, dengan mengalihkan pandangan nya kepada sang Bunda.
''Kayak nya adek kamu sedang sibuk makan dech, makanya dia tidak merespon lambaian tangan kamu,'' ucap nya dengan menatap Mahalini yang masih terus saja mengunyah makanan nya.
''Iya Bunda, dia sedang hamil? jadi mau makan terus, coba Bunda lihat badan nya sekarang, gembul githu,'' kata Almira dengan menunjuk Mahalini.
''Och dia sedang hamil toh, ya wajarlah? kalau dia sedang hamil, memang suka nya makan terus, tapi nggak apa apa juga sich, itu demi kesehatan janin yang ia kandung juga,'' jelas nya, dengan mengalihkan pandangannya ke arah Almira yang mengangguk ngangguk.
''Och githu ya Bunda, tapi kenapa bisa doyan makan githu sich,'' tanya Almira yang sudah penasaran. Mengingat Mahalini dulunya tidak segemuk sekarang, tapi dia tetaplah sangat cantik, tapi lebih cantik yang sekarang sich, pikir Almira.
''Ya kan kalau orang hamil hormon nya lebih tinggi dari wanita wanita yang tidak hamil sayang,''
__ADS_1
''Kalau kamu mau nyamperin Mahalini sanah pergi,'' sambung Hanafi, di sela sela Bunda nya tengah berbicara dengan Almira.
''Nanti sajalah Kak, lagipula dia masih berkumpul dengan Papi dan juga Maminya, aku malu kalau harus nyamperin Mahalini sekarang,'' jawab nya dengan nada lirih.
''Lho kenapa harus malu githu sich,'' sambung sangat Bunda yang belum mengetahui sebenarnya masa lalu Almira dan juga Mahalini.
''Mira malu, karena selama ini Mira sudah jahatin Mahalini Bunda, sedangkan keluarga nya sangat baik kepada Almira,'' cerita nya dengan menundukkan kepala nya, Almira sangat menyesali perlakuan nya terhadap Mahalini dulu.
''Tidak apa apa, mungkin keluarga Mahalini memang selalu berbuat baik orang nya, kamu jangan berpikiran seperti itu lagi, yang sudah berlalu biarlah berlalu, asalkan kamu tidak melakukan itu lagi kepada adek mu itu,'' Bunda Hanafi mengingatkan Almira, agar dirinya bersikap baik kepada Mahalini sebagai adek angkat ny, bagaimana pun mereka berdua pernah tinggal bersama, makan bersama, mandi bersama dan pergi sekolah bersama sama.
Almira menahan tangis nya yang hampir terjun bebas dari pelupuk matanya, Hanafi segera menepuk tangan Almira serata berkata, ''Jangan bersedih, Mahalini sudah memaafkan kamu kok, jadi? sekarang adalah kamu sendiri, bagaimana kamu memperlakukan Mahalini dengan sangat baik,'' gumam Hanafi, yang itu di benarkan oleh Ayah Hanafi.
''Iya yah, Almira ingin berubah lebih baik lagi, makanya? Ayah sama Bunda jangan pernah merasa capek ketika Almira minta di ajarin tentang kebaikan ya,'' pinta nya dengan menangkup kan kedua tangan di depan dada nya.
Bunda Hanafi tersenyum mendengar ucapan Almira, dia adalah gadis yang sangat baik, tapi karena ajaran Mamanya lah dia menjadi sangat egois dan keras kepala, dia juga gadis yang cantik setelah mencoba menutup aurat nya seperti ini, bathin Bunda Hanafi.
...~Menasihati Diri~...
Berbicara tentang nasihat, aku melihat diriku tak pantas untuk memberikannya. Sebab, nasihat seperti zakat. Nisab-nya adalah mengambil nasihat atau pelajaran untuk diri sendiri. Siapa yang tak sampai pada nisab, bagaimana ia akan mengeluarkan zakat? Orang yang tak memiliki cahaya tak mungkin dijadikan alat penerang oleh yang lain. Bagaimana bayangan akan lurus bila kayunya bengkok? Allah Swt. mewahyukan kepada Isa bin Maryam, “Nasihatilah dirimu! Jika engkau telah mengambil nasihat, maka nasihatilah orang-orang. Jika tidak, malulah kepada-Ku.” Nabi kita saw bersabda, “Aku tinggalkan untuk kalian dua pemberi nasihat: yang berbicara dan yang diam.”
__ADS_1
Pemberi nasihat yang berbicara adalah Alquran, sedangkan yang diam adalah kematian. Keduanya sudah cukup bagi mereka yang mau mengambil nasihat. Siapa yang tak mau mengambil nasihat dan keduanya, bagaimana ia akan menasihati orang lain? Aku telah menasihati diriku dengan keduanya. Lalu aku pun membenarkan dan menerimanya dengan ucapan dan akal, tapi tidak dalam kenyataan dan perbuatan. Aku berkata pada diri ini, “Apakah engkau percaya bahwa Alquran merupakan pemberi nasihat yang berbicara dan juru nasihat yang benar, serta merupakan kalam Allah yang diturunkan tanpa ada kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya?” Ia menjawab, “Benar.” Allah Swt. berfirman, “Siapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepadanya balasan amal perbuatan mereka di dunia dan mereka di dunia ini tak akan dirugikan. Mereka itulah yang tidak akan memperoleh apa-apa di akhirat kecuali neraka. Dan gugurlah semua amal perbuatan mereka serta batallah apa yang mereka kerjakan” (Q.S. Hud: 15-16).
''Itu yang Ayah dengar dari seorang Kyai, ketika Ayah datang ke Pesantren nya, atau kamu bisa mencari keterangan lain nya di kitab Bidayatul Hidayah, di sana masih banyak yang lain nya juga,'' tukas nya dengan suara lembut nya, Ayah Hanafi selalu bersikap lemah lembut dalam setiap tutur katanya, sehingga apa yang di ucapkan nya selalu mengenai di hati semua orang.
''Terima kasih Ayah, Ayah selalu memberi Mira nasihat atau wejangan wejangan lain nya, Mira akan selalu mengingat nasihat nasihat Ayah,'' sahut nya dengan senyum lebar nya.
''Tidak usah berterima kasih seperti itu, kamu adalah anak Ayah, jadi sudah seharus nya Ayah menasihati kamu, ya walaupun kamu bilang cerewet, Ayah akan terus menasihati kamu nak?'' balas nya, dengan membalas senyuman Almira.
'Ya Allah, terima kasih banyak, sudah mempertemukan aku dengan orang orang baik, aku bisa belajar banyak dari Ayah dan Bunda, meskipun mereka bukan Ayah dan juga Bundaku, tapi beliau sangat baik kepada hamba ya Allah,' gumam Almira di dalam hatinya.
Acara pun sudah sampai tahap akhir, di mana seorang ustadz sudah membaca do'a, untuk mengakhiri pertemuan mereka semua, di akhiri dengan kata Hamdalah. Mereka semua tampak menikmati dalam setiap acara acara sampai akhirnya acara selesai.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.