Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 57.


__ADS_3

Di perjalanan menuju Mall, Devano mencuri curi pandang kepada sang istri yang kini duduk di samping nya.


Semua tingkah putera nya tak lepas dari pandangan Mama Clara, Mama Clara merasa sangat senang dengan perubahan putera nya yang sudah terlihat lebih hangat kepada istri nya.


''Sayang, nanti Mama akan bawa kamu ke toko baju yang mereka jual serba mahal ya,'' ujar Mama Clara mengawali obrolan nya.


''Tidak usah Ma, lagian baju Lini juga masih banyak di apartemen Mas Vano,'' tolak nya, dengan memutar sedikit tubuh nya menghadap ke arah belakang untuk bersitatap dengan Mama Clara.


''Itu kan yang ada di apartemen Devan, tapi di rumah Mama baju kamu tidak ada sayang?'' balas Mama Clara yang tak suka dengan jawaban sang menantu.


''Benar yang di katakan Mama Lini, di rumah baju kamu hanya ini saja,'' sambung Devano dengan menatap sekilas wajah sang istri.

__ADS_1


''Thu, suami kamu saja menyuruh kamu untuk beli kok, lagian uang suami kamu tidak akan habis karena kamu belanja baju saja, dan nanti Mama ingin membelikan kamu skincare juga, dan beberapa alat make up lain nya, agar kamu semakin cantik di hadapan semua orang, termasuk di depan suami dingin kamu ini,'' di akhir kalimat Mama Clara menggoda putera nya agar dia merasa semakin menjaga istri cantik nya.


Tak pernah terbersit oleh Mama Clara akan mendapatkan seorang menantu yang baik dan juga sopan seperti Mahalini, meski Mama Clara belum mengetahui siapa sebenarnya Mahalini,karena dirinya masih terus mencari tau keluarga dari menantu nya tanpa sepengetahuan suami dan juga putera nya.


Mama Clara cukup senang saat ini dengan semua sifat baik dan juga sifat ramah Mahalini, ''Mama jangan mengajari Lini yang tidak baik Ma, itu semua malah bikin Devano marah kepada Mama,'' ucap nya yang tidak suka dengan ucapan sang Mama.


''Sudah lah Mas, Mama cuma bercanda saja kok? lagian mana ada orang yang akan menerima Mahalini dengan apa adanya, Lini hanya anak yang kebetulan di pungut di pinggir jalan oleh Papa Setiawan dulu,'' sahut Mahalini yang membuat Devano merasa bersalah kepada sang istri.


''Sudah jangan bersedih gitu, kita akan senang di Mall sekarang,'' seru Mama Clara yang kini mobil yang mereka tumpangi sudah berada di parkiran Mall terbesar di kotanya.


''Biarlah Ma, Devan takut ada orang jahat yang terus menatap Lini, karena Lini adalah milik ku, dan selama nya akan menjadi milik Devano,'' tukas nya dengan menatap wajah sang istri yang sudah bersemu merah karena rasa malu nya mendengar penuturan dari suaminya.

__ADS_1


'Benarkah yang di ucapkan oleh Mas Vano, aku takut dia hanya ingin menghibur ku saja tidak lebih,' gumam nya di dalam hati.


''Hati-hati,'' Ucap Devano ktika Mahalini akan melangkah namun sepatu yang ia kenakan malah menginjak sebuah batu dan akan terjatuh.


''Terima kasih Mas,'' jawab Mahalini tersipu malu.


''Kalau seperti itu terus, kapan sampai di dalam dana akan belanja juga,'' seru Mama Clara yang sudah memasuki area Mall.


''Mama duluan saja, biar Lini sama aku,'' kata Devano ketika mendengar seruan dari Mama nya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 🙏💕🙏💕🙏💕🙏💕


__ADS_2