Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 114.


__ADS_3

Di rumah kontrakan Almira, Almira tengah memasak untuk makan siang nya, karena pagi tadi dia sudah berbelanja ke pasar tradisional.


Baju daster khas emak emak ia kenakan, karena Almira sendiri sudah mulai merubah penampilan nya sedikit demi sedikit, dia sudah bertekad akan menutup aurat nya, tapi dengan secara pelan pelan saja.


Hanafi sendiri tidak memaksa ataupun menyuruh Almira untuk menutup aurat nya, dengan memakai pakaian panjang, tapi Almira sendiri yang kebetulan mau memakai baju seperti itu, baju baju Almira yang kekecilan sudah ia kasih ke teman teman nya sebagian, sebagian lagi masih ada di dalam lemari kontrakan nya.


Sedangkan Mama Agnes sendiri tidak pernah mengurusi Almira, entah dia tinggal di mana atau sudah makan ataupun belum, Mama Agnes selalu hangout dengan teman teman sosialita nya.


Pintu rumah diketuk, Almira yang sedang ada di dapur segera melangkahkan kakinya menuju pintu.


Pintu terbuka dan nampak lah di sana wajah yang membuat Almira menjadi berdebar debar tak karuan, karena? selain Hanafi, ternyata ada orang tuanya juga yang ikut siang ini, celemek masih nempel di tubuh nya, membuat Almira malu dengan penampilan nya.


''Assalamu'alaikum,'' ucap Hanafi membuyatkan lamunan Almira.


''Wa-waalaikum salam,'' jawab nya terbatas.


Almira mencium punggung tangan Ayah dan juga Bunda Hanafi. ''Mati masuk, Om dan tante?'' Almira mempersilahkan orang tua Hanafi dan juga Hanafi sendiri masuk ke dalam rumah nya.


''Maaf tante, masih berantakan,'' ucap nya malu. Almira mengambil tas yang tadi ia tarok di kursi rumah nya.


''Tidak apa apa kok nak, duduklah di sini?'' pinta Bunda Hanafi dwngan menepuk kursi yang ia duduki.


''Ta-tapi Mira sedang?'' ucapan Almira belum selesai, tapi sudah tercium bau gosong dari arah dapur nya.


''Bau gosong gini ya,'' kata Hanafi dengan mengendus bau gosong yang semakin menyeruak.


''Astaghfirullah hal adzim,'' pekik Almira dengan beranjak dari duduk nya, dia berlari ke arah dapur, dan benar saja masakan sudah menghitam.

__ADS_1


''Ya Allah, padahal aku sudah sangat lapar, dan lagi sudah susah payah memasak nya malah jadi seperti ini,'' keluh nya mematikan kompor dan menaruh wajan di wastafel.


''Kenapa nak?'' tanya Bunda Hanafi, dia mengikuti Almira dari belakang dan melihat masakan Almira sudah menghitam, mungkin karena kedatangan nya secara tiba-tiba, jadi Almira lupa tidak mematikan kompor nya.


''Tan-tante di sini,'' bukan nya menjawab pertanya'an Bunda Hanafi, Almira malah terkejut dengan Bunda Hanafi di belakang nya.


''Apa masih mau memasak lagi, biar Bunda temani ya,'' jawab nya dengan penuh kelembutan, berbeda dengan Mama Agnes yang selalu berteriak teriak nggak jelas kepada para asisten nya, ketika melakukan kesalahan di rumah nya.


''Tidak usah tante, nanti malah merepotkan tante lagi,'' jawab nya dengan menundukkan kepala nya, Almira masih belum terbiasa memanggil orang tua Hanafi dwngan sebutan Ayah dan juga Bunda, meski kemarin sudah di minta untuk memanggilnya dengan sebutan semacam nya.


''Tidak repot kok sayang, ayo Bunda temani kamu masak? rupanya kamu sudah pintar masak ya,'' puji Bunda Hanafi.


''Masih terus belajar, dan tadi Mira juga masih lihat di Aplikasi kok Tan,'' sahut nya dengan mengulas senyum, senyuman yang terlihat sangat di paksakan, karena dia sangat malu dengan Bunda Hanafi.


''Tidak apa apa sayang, asal sudah mencoba nya, lain waktu kamu pasti bisa masak sendiri, dan pastinya lebih enak dari yang ada di aplikasi,'' puji Bunda Hanafi.


Almira mengangguk dan mengulas senyuman nya, ''Kalau gitu Mira bikinin kak Hanafi dan Om minuman dulu ya tante,'' ucap nya dengan sumringah.


Meski Almira hanya bisa menyajikan jus instan yang biasa beli beberapa waktu lalu, tapi Almira sudah bisa berbuat baik kepada orang lain. Almira menuangkan jus ke dalam gelas dan meletakkan di atas nampan, tak lupa juga camilan yang sudah ia taruh di dalm toples yang ia beli bersama dengan Hanafi kemarin.


Bunda Hanafi menggeleng Boelan, melihat wanita yang dekat dengan putra nya, orang tua Hanafi datang ke rumah kontrakan Almira bukan tanpa sebab, dia mau mengajak Almira untuk pergi ke sesuatu tempat, di mana di sana akan bertemu dengan banyak orang, karena mereka akan membawa Almira ke acara amal.


''Di minum kak, Om?'' ucapnya dengan meletakkan gelas ke atas meja, tak lupa juga toples yang berisi camilan.


''Bunda kemana, kok belum keluar juga,'' tanya nya dengan menatap Almira.


''Tante di dapur sedang masak, tadi masakan Kira gosong kak,'' jawab nya dengan tertawa garing, karena dia sebenarnya malu mengatakan itu kepada Hanafi, di tambah lagi di ruang tamunya ada Ayah nya Hanafi.

__ADS_1


''Memang nya kamu belum makan siang?'' tanya Ayah Hanafi.


Almira menggeleng sebagai jawaban nya, ''Ya sudah, lebih baik kamu makan saja sekarang, setelah itu kamu ikut kami pergi ya,'' ucap Ayah Hanafi penuh dengan kelembutan, membuat Almira teringat kepada Papanya? yang beberapa bulan ini sudah tidak bertemu lagi.


''Iya Om,'' jawab nya singkat, dan beranjak dari tempat nya, Almira melangkah menuju ke dapur, di mana di sana Bunda Hanafi sedang bergelut dengan wajan dan juga spatula.


''Wah, bau nya harum banget tante? kalau boleh tau, bumbunya apa saja ya,'' tanya Almira tanpa malu, karena kalau malu bertanya, akan tersesat di jalan kan? pikir Almira, makanya dia membuang sedikit rasa malunya kepada Bunda Hanafi.


''Och ini hanya pakek bumbu ini saja sayang?'' sahut nya dengan menunjukkan beberapa bumbu yang masih tersisa di dekat nya. Di sana ada bawang putih, bawang merah, kemiri, ketumbar, jahe, kunyit, merica.


Almira mengingat nya dengan benar di dalam otak nya, ''Coba dech, apa rasa nya sudah pas?'' tanya sangat Bunda.


''Ach iya Tan,'' jawab nya terkejut, karena Almira masih menyimpan nama nama bumbu di dalam memori nya.


Almira di beri sendok dan langsung mencicipi masakan calon mertua nya, ''Rasanya pas tante, tidak asin dan juga ada manis nya,'' balas nya dengan mengecap bibir nya yang masih terasa masakan nya.


''Alhamdulillah, ya sudah, kalau begitu kamu makan saja dulu, ini sudah hampir habis juga siang nya lho,'' kata Bunda Hanafi, mengambilkan piring? dan juga mengambilkan nasi di dalam magic com nya, Almira merasa sangat bahagia sekali dengan perhatian Bunda Hanafi kepada nya, dia merasakan kasih sayang Ibu yang benar-benar tulus menyayangi nya, di banding dengan Mama kandung nya yang sudah perduli kepada nya.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.


__ADS_2