Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 146.


__ADS_3

Mahalini sibuk dengan kertas kertas nya, dan dia ingin mendesain baju anak kecil laki-laki dan juga perempuan, dia berniat untuk membuatkan baju khusus untuk kedua bayinya yang sudah di ketahui jenis kelamin nya.


Mahalini terkejut ketika pintu di buka, Mahalini mendongakkan kepala nya dan melihat siapa yang membuka pintu ruangan Mama mertua nya.


''Assalamu'alaikum sayang,'' sapa Mami Amora yang baru datang.


''Waalaikum salam?'' jawab Mahalini dengan mengembangkan senyuman nya. ''Mamu di sini juga?'' tanya nya lagi.


''Iya sayang, kebetulan nanti ada tamu yang ingin bertemu dengan Mami, untuk membicarakan perihal pekerja'an ini, kamu sedang apa?'' tanya Mami Amora dengan berjalan mendekat ke arah putri nya.


''Lini mendesain baju untuk kedua bayi Lini Mi, nggak apa apa kan?'' sahut nya dengan menampakkan deretan gigi putih nya.


''Wani piro,'' sambung Mam Clara yang baru masuk ke dalam ruangan nya juga. ''Jangan lupa bayar juga, karena semua bahan bahan Mama beli langsung dari pabrik nya,'' tambah nya lagi dengan menaik turunkan alis nya.


''Kok Mama Minta bayaran sich, kan Lini cuma bikin baju baju untuk si kembar saja?'' rajuk nya dengan menatap sang Mami.


''Kan kamu juga minta bayaran sama Mama tadi,'' balas nya sambil terus menahan senyuman nya.


''Ya sudah Lini akan bayar, Mama mau berapa?''


''Tidak banyak kok, hanya-100juta saja,'' jawab nya santai.


''Hah!'' pekik nya, Mahalini terkejut dengan harga baju yang Mama Clara minta, ''Kenapa mahal sekali sich Ma, Lini menggambar saja tidak di gaji sampai 100 juta kok,'' balas nya dengan mata membulat.


Mami Amora hanya menggeleng pelan, melihat dia wanita yang beda generasi di depan nya tengah berdebat.


''Kenapa nggak ngerampok saja sekalian, biar cepat kaya,'' gerutu Mahalini yang masih di dengar oleh Mami Amora.


''Apa menantu kesayangan Mama mengucapkan sesuatu?'' tanya Mama Clara yang sudah mendudukkan diri di sofa yang berada di dalam ruangan nya.


Tak lama setelah perdebatan di mulai, pintu di ketuk dari luar dan menampakkan pegawai butik nya sedang menghadap.


''Maaf Bu, tamu nya sudah menunggu di luar,'' ucap nya sopan.

__ADS_1


''Suruh masuk saja, kebetulan di sini juga ada Mahalini yang akan menjawab semua yang akan di tanyakan sangat klien nantinya,'' jawab nya yang langsung di angguki oleh sang pegawai.


''Kalau begitu saya permisi Bu,'' pamit nya dan melangkah keluar, guna memanggil sang tamu yang akan bertemu dengan klien nya.


Tamu pun di antar oleh sang pegawai butik, ''Silahkan masuk Pak, Bu,'' sang pegawai pun mempersilakan sang tamu untuk masuk ke dalam ruangan.


''Terima kasih,'' jawab sang tamu dengan sangat ramah.


Kedua tamu pun masuk ke dalam ruangan, di mana di sana terdapat 3 wanita cantik yang berbeda usia, namun masih terlihat cantik dan elegan.


''Selamat siang, maaf kami terlambat,'' sapa sang tamu dengan mengulurkan tangan ke arah Mami Amora.


''Tidak apa apa kok Nyonya, silahkan duduk,'' Mami Amora mempersilahkan sang tamu duduk di sofa, di mana di sana Mama Clara tengah berdiri, untuk menyambut tamu tersebut.


Kedua tamu pun mengangguk dan mengikuti perintah sang pemilik butik.


''Kenalin ini rekan saya, namanya Clara, dan ini putri saya namanya?''


''Mahalini,'' potong sang tamu, yang sudah bisa menebak wanita cantik dengan hijab waru army tersebut.


''Kalau mengenal secara langsung sich tidak Nyonya, tapi saya selalu menyukai kue dan juga makanan di rumah catering nya, dan tak ku sangka ternyata pemilik rumah catering RISTY adalah putri anda Nyonya,'' jawab nya dengan panjang lebar.


'' Terima kasih Nyonya, saya harap tidak mengecewakan anda,'' balas nya dengan senyuman yang mengembang.


''Jangan seperti itu sayang, memang makanan yang ada di rumah catering kamu semua nya enak,'' puji nya membuat Mahalini bangga dengan para tim nya di rumah catering Risty.


''Ini...'' sang tamu mengambil kertas yang belum di beresin Mahalini.


''Maaf Nyonya, itu gambar baju baby, yang di kasih harga 100 juta sama Mama Clara,'' sambung Mahalini dengan menunjuk kertas yang sedang di pegang oleh tamunya.


Mama Clara melotot tidak percaya, kalau menantu nya akan berkata demikian. ''Sayang,'' bisik Mama Clara.


''Kan tadi Mama ngomong seperti itu sama Lini,'' Mahalini terus saja menyudutkan Mama mertua nya, siapa ingin mengetahui Mama mertua nya bisa mengelak dari tamu nya seperti apa.

__ADS_1


''Tadi Mama kan cuma bercanda sayang, tidak beneran? lagian itu juga mau di pakai kedua cucuku, kenapa harus bayar gitu sich, iya kan jeng?'' Mama Clara meminta pembela'an dari sang besan.


Mami Amora mengangguk, sembari berkata, ''Yang di katakan Mama mertua kamu itu benar sayang, beliau cuma bercanda,'' Mami Amora membantu sang besan di depan kedua tamu nya.


''Kayak nya aku suka dengan desain seperti ini, kalaupun di jual dengan harga segitu pasti laku banyak, kan ini sangat bagus dan juga berkelas, kalau misalkan di bikin ala dewasa nya juga akan booming,'' ujar tamu yang laki laki, yang sedari tadi hanya menjadi pendengar yang baik.


''Iya, yang di katakan suami aku ada benar nya, mungkin versi mini nya juga akan lucu, bagaimana kalau di buat untuk umur 3 tahun juga, kebetulan cucu saya cewek umur 3 tahun di rumah, pasti cantik dech,'' sambung nya dengan semangat.


''Beneran mau desain itu Nyonya, padahal tadi Mahalini hanya iseng iseng saja menggambar desain baju anak kecil, wchnternyata sudah rezeki nya juga kali ya Mi,'' seru Mahalini dengan senyum manis yang menghiasi kedua bibir nya. ''Nggak nyangka sayang, desain yang Bunda bikin ternyata di minati juga sama Oma di depan?'' gumam Mahalini dengan mengelus perut besar nya.


''Oiya jeng, selamat ya, karena kalian berdua akan menjadi nenek dan bahkan langsung di beri kepercayaan dia sekaligus,'' tutur nya.


''Iya jeng, kamu tidak menyangka akan di berikan dia cucu sekaligus, karena keluarga kamu tidak ada yang keturunan kembar,'' sahut Mama Clara dengan sumringah nya.


''Mengenai pesanan yang kemarin sungguh sangat memuaskan konsumen kami di sana, jadi kami akan memesan baju lagi dengan model yang seperti biasa nya, tapi terlihat elegan, kami juga mau yang ini satu saja, karena cucu saya cuma ada satu,'' Mahalini mengangguk pasti, karena dia jugaerasa senang, karena masih ada yang minat dengan karyanya, ya walaupun Mahalini belajar nya secara otodidak, tidak membuat para costumer kecewa, karena selain bahan nya bagus? jahitan nya juga sangat rapi, dengan harga yang terjangkau sekali.


Kalangan menengah ke bawah juga bisa memiliki karya Mahalini ini dengan di namai MV collection oleh kedua wanita cantik di depn nya.


''Alhamdulillah ya Allah, terima kasih sudah percaya dengan butik kami Nyonya, kami berjanji tidak akan mengecewakan anda dalam mengerjakan semua pesanan yang anda minta,'' Mami Amora merasa sangu bersyukur sekali, karena butik nya baru dia bulan buka sudah banyak pelanggan yang datang, bahkan ada juga yang sudah menjadi pelanggan tetap di butik nya.


''Kalian memang hebat, tapi saya boleh kasih saran?'' ujar seorang laki-laki yang bersama dengan istri nya.


Ketiganya mengangguk pasrah, karena saran dari pelanggan adalah motivasi untuk bertambah lebih baik lagi.


''Saya mohon bumil nya jangan terlalu capek, kasian dia dan juga debay nya,'' lanjut nya dengan mengulas senyum nya.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.


__ADS_2