
Di dalam rumah besar nanti mewah, seorang wanita paruh baya sedang duduk kursi roda, dan di dorong menuju ke halaman depan nya.
Dengan memegang boneka, di peluknya dengan erat boneka tersebut, tanpa mau di ambil oleh siapa pun. Suaminya hanya bisa melihat sang istri dengan jarak yang cukup jauh, karena dia tidak tega dengan kondisi sang istri saat ini.
''Kamu tenang saja sayang? orang yang sudah membuat kamu seperti itu sudah aku singkirkan dari dunia nya, dan sekarang aku akan fokus kepada puteri kita yang hilang? secercah harapan sudah mulai terlihat, semoga wanita itu benar-benar puteri kecil kita sayang,'' gumam nya yang terus menatap ke arah keberada'an sang istri.
Sedangkan wanita paruh baya tersebut sedang di suapi oleh sang suster yang merawat nya. ''Nyonya harus banyak makan, agar cepat sembuh dan juga sehat,'' Ucap nya sembari terus menyuapi sang majikan.
''Puteri ku juga mau makan? harus nya kamu juga menyuapi dia juga,'' jawab nya dengan memiringkan kepalanya menatap boneka yang selama 20 tahun ini menemani nya.
''Puteri Nyonya sudah makan tadi, jadi sekarang giliran Nyonya yang makan?'' kata sang suster di saat sang majikan mengambil sendok nya dan mau menyuapi boneka tersebut.
''Tapi dia masih lapar? kamu lapar kan sayang??'' gumam nya seraya tersenyum ke arah sang boneka yang sudah ia kita sebagai puteri nya.
Karena sudah lama Tuan Sagara tidak datang menemui sang istri, hari ini sebelum berangkat ke kantor nya Tuan Sagara menyempatkan untuk bertemu dengan istri tercintanya.
''Pagi Tuan,'' sapa sang suster yang kininsedang merawat sang istri.
''Pagi, kamu pergi dulu ke dalam, aku ingin ngobrol sama Nyonya sebentar sebelum ke kantor,'' Ujar Tuan Sagara kepada suster nya.
''Baik Tuan?'' jawab nya dengan ramah dan sedikit membungkuk kan tubuh nya.
Setelah kepergian sang suster, Tuan Sagara duduk di depan sang istri dengan berjongkok di depan nya.
''Sayang?'' sapa Tuan Sagara dengan suara lembut nya.
''Mas, mau pergi ke kantor?'' tanya Nyonya Amora kepada suaminya, ''Sayang, lihat? Papa kamu sudah rapi dengan baju kantor nya, kelak kamu kalau sudah dewasa, kamu juga harus bantu Ayah di kantor,'' tambah nya dengan senyum di bibir nya.
''Mama tenang saja, sebentar lagi kita akan berkumpul dengan puteri kita, jadi Mama harus cepat sembuh untuk memeluk puteri kita nanti,'' ucapnya dengan mengusap puncak kepalanya.
''Mas lihat, puteri kita tersenyum melihat Ayah nya yang semakin tampan dan juga gagah,'' tukas nya dengan mengangkat boneka di tangan nya.
''Iya, Mama lekas sembuh ya, nyanyi kita bisa bermain dengan puteri kita,'' balas Tuan Sagara kepada sang istri.
''Suster,'' panggil Tuan Sagara ketika dia akan berangkat ke kantor nya.
__ADS_1
''Saya Tuan?'' jawab nya dengan segera menghampiri sang Tuan dan juga Nyonya nya.
''Jaga Nyonya baik baik, kalau ada apa apa segera hubungi saya,'' pesan nya kepada sang suster, dengan menatap wajah sang istri yang masih tersenyum ke arah nya.
''Baik Tuan,'' jawab suster yang sudah 5 tahun merawat Nyonya Amora.
''Papa akan berangkat ke kantor, Mama di sini sama Dinda ya,'' pamit Tuan Sagara seraya mengecup kening Nyonya Amora sang istri.
''Sayang, dada dulu sama Papa,'' seru Nyonya Amora dengan memegang lengan boneka yang sudah mulai usang, karena tidak pernah ia lepas dari pelukan nya.
Pernah di ambil karena boneka itu mau di cuci agar lebih bersih, Nyonya Amora menggila karena boneka nya di rebut oleh sang pelayan, melihat itu Tuan Sagara tidak lagi menyuruh pelayan nya untuk mencuci kembali boneka nya.
''Nyonya, lebih baik kita masuk ke dalam saja, matahari juga sudah meninggi dan ini akan terlalu panas untuk Nyonya,'' Ucap sang suster dengan mendorong kursi roda yang di duduki sang majikan. Untuk masuk ke dalam rumah.
''Lihat sayang, kita sudah berada di dalam rumah? kita sudah tidak kepanasan lagi,'' tutur nya dengan menggerak gerakkan kepalanya menatap sang boneka.
''Nona kecil kepanasan,'' tanya sang suster dengan mengalihkan sang majikan agar dia mau meminum obat nya, ''Mungkin Nona haus Nyonya, tapi Nona bilang Mama yang minum duluan,'' lanjut nya dengan memberi segelas air dan juga obat kepada sang majikan.
Nyonya Amora tidak menolak karena sang suster sudah tau, cara memberikan obat kepada sang majikan agar mau minum obat nya.
Keada'an Nyonya Amora sekarang sudah lebih baik di banding dengan 3 tahun lalu, keada'an Nyonya Amora tidak pernah membaik karena selama dia dalam perawatan suster yang di percaya oleh Tuan Sagara, selalu memberikan obat lain, karena sang suster adalah suruhan orang yang sudah membuat keluarga Tuan Sagara hancur atas hilang nya puteri kecil nya yang baru berusia 1 tahun tersebut.
Tapi setiap kesalahan pasti akan ada ganjaran nya masing-masing, seseorang yang sedang menyelidiki kasus tersebut menemukan seseorang yang di tugaskan untuk terus menerus memberikan obat yang salah, agar Nyonya Amora terlihat gila di mata orang lain.
Flashback on
Orang kepercayaan Tuan Sagara sedang mengantarkan beberapa berkas ke rumah Tuan nya, di saat dia sudah berada di depan gerbang, seorang wanita yang merupakan suster yang menjaga sang Nyonya keluar dari rumah besar itu dengan mengendap-endap waktu keluar dari pintu samping.
Orang kepercaya'an Tuan Sagara segera membuntuti nya dari belakang ketika sang suster pergi dengan ojek online nya, dengan sangat hati hati asisten Tuan Sagara mengikuti dan sampai di salah satu gang kecil.
Wanita itu turun dari motor yang ia pesan dengan kenoleh ke kanan dan juga ke kiri, sampai akhirnya datang lah seorang yang di kenal oleh asisten Tuan Sagara, asisten Tuan Sagara segera mengeluarkan ponsel nya dan merekam semua kejadian tersebut.
''Lebih baik kamu tambah kan saja dosisnya, agar wanita tua itu segera mati,'' perintah seseorang yang sangat di kenal asisten Tuan Sagara.
''Tapi Tuan, saya bisa ketahuan kalau saya harus menambah kan dosis nya untuk Nyonya Amora, dengan obat ini saja Nyonya Amora sudah seperti mayat hidup yang selalu berbicara dengan boneka jelek nya itu, mungkin sebentar lagi Nyonya Amora akan di depan dari rumah itu dan di antarkan ke rumah sakit jiwa, karena kesehatan nyanyang semakin memburuk,'' tukas nya dengan bangga, mengingat sang majikan nya yang sudah seperti orang gila di dalam kamar nya.
__ADS_1
''Kalau itu bagus buat kamu, terserah kamu saja? dan aku tidak mau kalau ada orang lain yang tau dengan keberada'an kamu di rumah itu,'' sambung nya dengan senyum sinis nya.
''Tidak akan Tuan, buktinya saya juga sudah puluhan tahun bekerja sama dengan anda, tapi tak seorang pun yang tau akan hal itu,'' jawab nya menepuk dadanya.
Asisten Tuan Sagara hanya menggeleng pelan, dengan penemuan nya saat ini yang terbilang sangat tiba tiba dan juga tidak menyangkal dengan adanya konspirasi dari suster dengan musuh sang Tuan nya.
Asisten Tuan Sagara segera beranjak dari tempat nya ketika di rasa sang suster sudah akan pergi dari tempat nya, asisten Tuan Sagara pun melajukan mobil nya kembali ke rumah sang Tuan, di mana beliau sudah menunggu nya sejak tadi.
Asisten Tuan Sagara yang bernama Robert sengaja men silent ponsel nya agar aksinya tidak ketahuan oleh musuh nya, dan benar saja ketika Robert tina di rumah besar Tuan nya, sang Tuan sangat marah gara gara sang asisten terlambat datang ke rumah nya.
''Kamu bisa kerja nggak sich, kalau kamu sudah tidak ingin bekerja dengan ku silahkan angkat kaki sekarang juga,'' dengan sangat murka Tuan Sagara mengusir sang asisten, hanya gara-gara tidak langsung mengantarkan semua berkas yang ia minta sejak tadi.
''Maafkan saya Tuan, tapi saya tadi sudah sampai di sini, lebih tepat nya di depan gerbang, namun saya langsung pergi begitu melihat seseorang yang sangat mencurigakan,'' jawab nya dengan menundukkan kepalanya.
''Boleh saya berbicara di ruangan kerja Tuan saja, ini sangat penting Tuan? dan juga menyangkut keselamatan Nyonya Amora,'' ucap nya lagi dengan suara yang di pelan kan, takutnya sang suster sudah kembali dan dia malah mengetahui sebelum mereka bisa menjebak kedua pelaku kejahatan di rumah ini.
''Baiklah, kita ke ruangan sekarang,'' ajak Tuan Sagara, dengan perasa'an yang sudah penuh tanda tanya.
'Ada apa sebenarnya, siapa yang berani main main di dalam rumah ini, dan apa tadi, keselamatan istri ku selama ini sudah aku jaga dengan ketat, tapi kenapa Robert seakan mengatakan kalau sedang mengintai kehidupan istri ku,' gumam Tuan Sagara di saat dia melangkah kan kakinya menuju ke ruangan kerjanya.
Sesampai nya di sana, Robert menyodorkan ponsel yang berisi sebuah video yang sempat ia rekam tadi, Tuan Sagara mengambil ponsel sang asisten dengan perasaan kacau nya. Dengan seksama Tuan Sagara menyimak isi dari video tersebut yang di mana di sana sang suster lah yang menjadi dalang semua ini, Tuan Sagara mengepalkan tangan nya dengan sangat erat, sehingga kuku nya memutih.
''Aku tidak akan melepaskan orang yang sudah menjadikan istri ku seperti itu, dan kamu! segera laki-laki biadap ini, aku tidak mau tau, hidup atau mati aku tidak peduli, yang harus kamu pastikan adalah laki-laki ini, jangan beri ampun dia,'' perintah nya dengan nada yang marah nya. ''Dan untuk perempuan ini bawa dia ke markas sekarang juga, dan jangan kasih dia ampun.'' lagi lagi Robert mengangguk dengan perintah Tuan nya, Robert mengerti dengan kejadian yang menimpa Tuan nya bukan hanya masalah yang mudah, kejadian semua kejadian bermula karena perebutan harta benda dengan keluarga besar nya yang lain, dan itu berimbas dengan penculikan puteri kecilnya yang membuat istri nya hilang akal dan bahkan mengalami struk ringan, hanya karena kesalahan obat yang selama ini di berikan oleh sang suster, yang ternyata bergabung dengan musuh nya.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 🙏💕🙏💕🙏💕🙏💕
__ADS_1