
''Jangan bercanda kamu Mira, kuliah kamu saja awut awutan dengan nilai minus semua, bagaimana bisa masuk ke perusaha'an besar itu,'' kata Mama Agnes meneouk lengan Agnes yang asal nyeblak.
''Sekarang itu nilai tidak penting Ma, yang terpenting sekarang itu adalah? bagaimana kita bisa menarik perhatian manager dan cus gaet CEO nya juga,'' Almira berkata dengan berapi api, dia dengan bangga nya mengatakan kalau dirinya pantas bekerja di Bagaskara Grub.
''Kamu yakin?!'' tanya Mama Agnes yang tak begitu yakin puteri nya bisa menggaet sang CEO di perusaha'an itu.
''Yakin-lah, aku cantik, seksi dan juga bodi ku juga bohay,'' celetuknya. Mama Agnes membola mendengar penuturan dari anak manja nya.
''Tapi kamu bodoh,'' sambung Farel yang baru saja menapaki kakinya di lantai dasar.
''Apa kamu bilang! dasar adik kurang ajar kamu ya!!'' teriak Almira yang sudah memukul Farel habis habisan.
''Buktinya seperti itu, makanya aku malas ngumpul sama kalian berdua yang akan kena imbasnya menjadi bodoh dan pemalas!'' balas Farel yang sudah menghindar dari amukan Almira.
''Kamu juga ngatain Mama Farel,'' Agnes yang geram langsung menampar pipi putera nya.
Plak
Farel tersenyum ketika sang Mama menampar nya, 'Jadi gini rasanya menjadi kak Lini selama ini, sakit,' gumam Farel dalam hatinya ketika mengingat sang kakak yang selalu mendapatkan perlakuan yang kejam dari Mama nya.
''Terima kasih Ma, tamparan ini akan Farel ingat?'' Ucap Farel dengan senyum yang mengembang di bibir nya, tak ada air mata di pelupuk matanya. Sedangkan Mama Agnes sudah menutup mulutnya dan menatap tangan yang sudah menampar putera satu satunya.
__ADS_1
''Farel, kamu jangan pergi,'' teriak Mama Agnes ketika Farel melangkah pergi dan mulai menyalakan sepeda motor nya.
Farel tidak menggubris teriakan Mama nya dan terus saja melajukan motor sport nya menuju apartemen yang beberapa hari ia beli dengan uang tabungan nya, di tambah dengan uang yang ia minta dari Papa nya.
Tak lupa juga Farel seringkali pergi mengakak sang kakak untuk sekedar jalan jalan melupakan pahitnya masa lalu.
...****************...
Di kampus Mahalini sedang membuat surat lamaran pekerja'an nya.
''Kamu mau kerja,'' tanya Naira yang baru saja datang dan langsung mengambil surat lamaran tersebut.
''Iya Naira, aku harus bekerja mulai sekarang? aku tidak mau menjadi beban Papa dan juga adik angkat ku,'' terangnya dengan senyum paksanya.
''Apa saja yang penting halal, tapi apa ada pekerja'an yang paruh waktu. Aku juga mau kuliah di sore hari saja, sedangkan paginya aku mau bekerja, itung itung buat biaya kuliah juga kan?'' jawab Mahalini panjang lebar.
Mahalini tak pernah malu dengan keada'an nya yang sebenarnya, dia selalu berpenampilan sederhana ketika di kampus nya. Padahal Farel sering membelikan barang mahal untuk kakak nya, tapi Mahalini lebih suka dengan tampilan yang apa adanya, bukan yang di buat buat. Apalagi aku hanya anak pungut yang kebetulan punya keluarga, pikir Mahalini.
''Kamu dengarin aku ngomong nggak sich Lini, jadi kesel dech,'' Naira mendengus karena Mahalini lebih suka melamun dari pada dengerin ucapan nya tadi.
''Aku dengar kok?'' kata Mahalini cepat, dia tidak mau teman sekaligus sahabat nya itu ngambek, sehingga dia tidak mau lagi berbicara dengan nya, Buktinya memang seperti itu, pikir Mahalini yang kembali merebut kertas yang di pegang Naira tadi.
__ADS_1
''Paman aku bekerja di Bagaskara Grub, beliau sebagai kepala HRD di sana, ada lowongan tapi buat office girls,'' pada akhirnya Naira mengatakan apa yang sedang di cari oleh teman nya.
''Nggak apa apa lah, yang penting aku kerja, dan pekerja'an itu halal, jadi tidak masalah dong?'' jawab nya dengan senang, Mahalini sangat senang ketika ada lowongan pekerja'an di sebuah perusaha'an besar.
'Tak apalah yang penting aku ada pemasukan bulan ini, aku tidak mau selalu merepotkan Farel dan juga Papa,' batinnya seraya memeluk tubuh Naira di samping nya.
''Surat lamaran kamu aku yang bawa, dan aku pastikan surat ini sampai di tangan Paman, oke.'' Naira merebut kembali surat lamaran kerjanya yang sudah ada di tangan Mahalini.
Mahalini hanya mendengus melihat surat lamaran nya di baca oleh teman nya, 'Tapi ya sudahlah toh Naira sudah tau tentang kehidupan ku yang sebenarnya,' gumam nya di dalam hati.
''Terima kasih ya gemoy??'' Mahu mencubit pipi chubby Naira dengan gemas, sembari mengulas senyum bahagia nya.
''Belum keterima woi, kok seneng githu,'' seru Naira yang melihat sahabat nya begitu riang mendengar nya.
''Hanya office girls doang bangga,'' celetuk mahasiswa yang sempat mendengarkan obrolan Mahalini dan juga Naira.
''Ya nggak apa apa, asal di gaji,'' balas Naira yang kini sudah mulai berani melawan teman teman nya.
''Kamu berani sama aku!'' teriak mahasiswa yang habis di lawan oleh Naira.
''Aku nggak budek, jadi jangan teriak kepadaku,'' ketus nya lalu pergi meninggalkan dia seorang diri, karena Mahalini sudah di tarik paksa oleh Naira.
__ADS_1
Di sisi lain, perusaha'an Bagaskara Grub sedang mengadakan rapat penting, karena dua minggu lagi perusaha'an ini akan di ambil alih oleh pewaris baru, jadi semua karyawan sedang mengadakan rapat penting untuk penyambutan CEO baru mereka.