
Mahalini merasa sangat bersalah dengan tadi di Mall, dan itu semua gara-gara Almira juga, karena demi menghindari Almira, Mahalini berjalan dengan tergesa-gesa dan dia malah berjalan mundur, karena ingin menatap ke sekeliling Mall, demi mengetahui keberada'an sang Mama mertua.
'' Sudah, jangan di pikirkan lagi masalah itu, toh orang nya juga tidak mau kan? ponsel nya mau di ganti tadi,'' Ucap Mama Clara mengelus punggung Mahalini.
''Tapi Kini masih merasa bersalah sama Tuan itu Ma, ya walaupun beliau tidak meminta ganti rugi tapi? Kini juga bersalah karena berjalan dengan mundur tadi,'' jawab nya dengan lirih. Mahalini mencoba tetap tegar dengan kejadian yang tengah menimpanya.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, dan itu artinya Devano sudah oulangndari kantor nya, sedangkan Mahalini masih merasa takut dan juga sangat bersalah kepada Tuan tadi yang ia tabrak di Mall, memang beliau orang kaya, tapi rasa tanggung jawab Mahalini yang sangat besar membuat dirinya masih belum bisa tenang, meski Mama Clara sudah menenangkan nya berkali kali.
''Ada apa Ma,'' tanya Debay ketika melihat wajah sendu Mahalini.
''Nggak apa apa, hanya istri kamu masih memikirkan seseorang yang ia tabrak tadi di Mall, jadi kita batal berbelanja karena istri kamu mengajak Mama pulang begitu saja tanpa membeli satu barang pun,'' jelas Mama Clara kepada Devano.
''Menabrak seseorang, kok bisa di tabrak? tapi- kamu tidak apa apa kan,'' tanya Devano dengan rasa khawatir nya.
''Kini tidak apa apa Mas, tapi ponsel Tuan itu mati dan tidak bisa di nyalakan lagi, tadi Kini juga ingin bertanggung jawab dengan mengganti ponsel tersebut dengan yang baru, tapi Tuan itu menolak nya,'' cerita Mahalini.
''Kalau memang dia tidak mau di ganti, ya sudah? kenapa kamu masih memikirkan dia sampai segitu nya sich,'' sahut Devano yang masih belum mengerti dengan pemikiran Mahalini.
''Tapi Kini masih kepikiran saja Mas,'' jawab nya lagi dengan kepala yang menatap ke lantai.
''Sudah, jangan bersedih lagi. Mungkin dia tidak tega juga harus meminta ganti sama kamu,'' jelas Devano, mencoba menenangkan istri nya juga.
''Bawa istri kamu ke kamar sekarang, biar dia bisa istirahat juga,'' suruh Mama Clara kepada putera nya.
''Atau kita mau pulang saja ke apartement,'' Devano membuat pilihan kepada Mahalini, membuat Mama Clara marah karena putera nya lebih senang tinggal di apartemen nya ketimbang di rumah nya sendiri.
''Apa sich Ma,'' balas Devano pelan, namun Mama Clara malah menjewer telinga putera nya, yang malah bersikap seenak nya.
''Aku pulang ke apartement saja kalau githu,'' Devano menarik lengan Mahalini yang masih duduk termenung di sofa empuk nya.
__ADS_1
''Sudah lah Mas, Lini semakin pusing mendengar perdebatan Mas dan Mama Clara,'' ucap nya dengan asal, Mahalini tidak menyadari kalau dirinya tengah berada di rumah keluarga Devano, dan dia juga tengah menumpang di sana.
Sedetik kemudian Mahalini menutup mulut nya, ketika kesadaran sudah di cerna dengan sempurna, ''Maafin Lini Ma, Mas Al? bukan maksud Lini berkata seperti itu kepada kalian berdua,'' gumam nya menyesali ucapan nya yang terucao begitu saja.
''Sudah lah, jangan terlalu di pikirkan, Mama tau kalau pikiran kamu sekarang sedang pergi kemana-mana, gara-gara kejadian tadi siang kan?'' Mama Clara mencoba mengerti dengan sikap dingin Mahalini
''Bawa ke atas,'' titah Mama Clara, yang di angguki oleh Devano, karena Devano tidak mau berdebat lagi dengan Mama nya, meski Devano bersikap angkuh dan juga dingin, tapi dengan Mama Clara Devano bersikap seperti yang lain nya kepada semua orang tuanya.
Devano memegang bahu Mahalini dan membawa ke tangga untuk menuju ke kamar nya yang berada di lantai atas.
...****************...
Seseorang tengah mencari informasi tentang seorang wanita yang sudah menabrak nya tadi siang di salah satu Mall milik nya.
Seseorang tersebut meraih benda pipih nya yang bermerek apel separuh nya.
-''Aku punya tugas penting untuk kalian semua nya, dan aku harap tugas yang aku berikan cepat di selesai kan,'' titah nya dengan nada datar nya.
-''Sudah itu saja, aku ingin informasi nya secepat mungkin,'' tutur nya dan langsung mematikan ponsel nya begitu saja.
Sedangkan seseorang di seberang tengah kesal di buat nya, karena wanita seperti apa yang sedang di cari Tuan nya, pikir nya.
''Apa kalian dengar perintah bos kita barusan, dan perintah nya harus segera di selesai kan secepatnya,'' ucap nya dengan memandang semua teman teman nya, beruntung nya semua sedang berkumpul di dalam kamp yang selalu mereka buat untuk berkumpul.
''Nyari informasi orang itu sich gampang banget, yang susah itu gambar orang nya seperti apa kita yang tidak tau,'' jawab salah satu teman nya yang juga heran dengan perintah Bos nya.
''Entahlah, mungkin orang itu sedang bermain main dengan bos kita, jadi bos mau semua informasi orang itu,'' jawab nya dengan memasukkan ponsel nnya kembali ke dalam jaket kulit berwarna hitam nya.
''Entahlah, aku juga pusing memikirkan itu semua,'' sambung yang lain.
__ADS_1
''Sudah, jangan banyak mengeluh ketika bos memerintah, sedangkan kalau di uang kalian juga yang senyum senyum seperti orang gila,'' ledek nya dengan meninju pelan bahu sang teman.
''Kita cari di Mall lebih dulu, siapa tau di sana kita menemukan petunjuk yang sebenarnya, tanpa harus capek capek berputar putar tanpa tujuan,'' Ali memberikan ide kepada semua teman nya agar mencari tau dari Mall yang di maksud sang Tuan.
''Mayang, lebih baik kamu retas CCTV di Mall milik Tuan sekarang, cepat ketemu cepat selesai urusan kita dengan bos kita,'' titah nya kepada anak buah nya yang berjenis kelamin perempuan.
Mayang adalah seorang hacky terkenal yang juga ikut bergabung dengan kelompok Ali, di mana dia pernah di tolong oleh Ali, dan sejak saat itulah Mayang merasa beruntung dan dia juga berjanji akan bekerja untuk Ali dan juga bos nya.
Mayang mengangguk mantap, dan dengan segera membuka komputer nya dan mengetik ngetik di keyboard komputer nya, tidak harus menunggu lama, kini semua mata sedang menatap ke arah komputer, mencari kejadian yang sedang di alami oleh Tuan nya tadi siang di Mall milik nya.
''Ketemu,'' seru mayang ketika melihat bos nya yang di tabrak seorang wanita muda, yang mengakibatkan ponsel sang bos rusak total, tapi bukan itu yang sekarang jadi masalh bagi seseorang yang di tabrak oleh Mahalini tadi siang, tapi pria paruh baya itu ingin mengetahui kalung yang sedang di pakai oleh Mahalini saat ini.
Kalung yang hanya di pakek puteri kecilnya sebelum menghilang dari rumah besar nya.
''Wanita ini yang menjadi biang nya, membuat kita semua harus memeras otak selama mungkin,'' gumam salah satu orang yang sedang memandang wajah mahay yang begitu cantik.
''Mungkin bos bukan naksir sama wanita ini, tapi ada sesuatu yang harus ia korek dari wanita itu.'' putus Ali denganasih menatap tajam ke arah komputer yang memperlihatkan wajah cantik Mahalini di sana.
''Simpan wajah nya sekarang, pekerja'an kita akan lebih mudah jika memiliki gambar wajah nya,'' Ali memerintah Mayang, agar tidak lupa menyimpan gambar Mahalini di komputer nya, dan mencetak nya nantinya.
Siapa sebenarnya pria paruh baya yang di tabrak Mahalini tadi siang, sehingga pria paruh baya tersebut menyuruh anak buah nya untuk mencari tau informasi seputar Mahalini dan juga kehidupan nya.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 🙏💕🙏💕🙏💕🙏💕