
Almira membantu asisten rumah Papa nya karena dia juga tengah bosan, hanya duduk dan juga memegang ponsel, yang entah siapa juga yang mau ia telfon.
''Masak apa Bi,'' tanya Almira dengan ramah.
''Nasi goreng Non, tadi Tuan minta sarapan nasi goreng,'' jawab nya dengan menghentikan tangan nya, dan menatap ke arah Almira.
''Sini biar Mira bantuin Bi, ya itung itung sambil belajar juga?'' balas nya dengan kekehan kecil.
Almira mengambil sayuran dan beberapa sosis yang sudah di ambil oleh sang asisten dari lemari pendingin. ''Ini di potong semua kan Bi?'' tanya nya dengan menunjuk sayuran.
''Iya Non, buat campuran nasi goreng nya nanti, agar ada ijo ijo nya juga githu,''
''Memang nya Papa selalu sarapan seperti ini ya,'' tanya nya setengah menyelidik.
''Nggak setiap hati sich Nona, hanya kalau Tuan meminta saja, saya bikinin nasi goreng, karena beliau tidak mau yang terlalu banyak minyak minyak nya githu,'' jawab nya dengan panjang lebar.
''Dulu waktu di rumah, Papa tidak pemilih soal makanan kok Bi, tapi kenapa sekarang Papa malah jadi pemilih seperti itu ya,'' tandas nya dengan mengelus ngelus dagunya.
''Entahlah Nona, mungkin Tuan mau makanan yang sehat saja kali ya,'' sambung nya dengan menggeleng kan kepalanya pelan.
''Sudah lah, lebih baik kita masak saja sekarang, nanti malah kesiangan lagi, kan kasian semuanya kelaparan gara-gara aku Bi,'' ucap Almira dengan cengengesan.
Sang Bibi hanya mengangguk pelan, seraya berkata, ''Mari Non,''
Almira dan sang Bibi sedang memasak sarapan di dapur, sedangkan ke empat laki-laki tengah mengobrol santai di halaman depan, yang memang sengaja di taruh kursi di sana.
''Bagaimana pekerja'an kalian?'' tanya Papa Setiawan membuka obrolan nya.
__ADS_1
''Pekerja'an Devano seperti biasanya Pa, tidak ada kemajuan sama sekali,'' sahut nya membuat laki-laki di depan nya pada melongo mendengar penuturan dari Devano.
''Maksudnya gimana Nak Vano, bukan nya kata Mahalini kemarin kalian sedang mengadakan syukuran kecil kecilan di perusaha'n, karena kamu memenangkan tender besar??'' Papa Setiawan mengerutkan kening nya.
''Ya maksud Vano, adalah masih terus bergelut dengan kertas kertas yang bikin kesal, karena setiap harinya semakin menggunung saja, jadi waktuku dengan istri cantikku hanya beberapa jam saja,'' keluh nya dengan menyandarkan bahu ke sandaran kursi.
''Astagfirullah, jadi seperti itu toh, Papa kira yang lain nya,'' Papa Setiawan terkekeh dengan canda'an sang menantu, mengingat dirinya tau betul usaha keluarga Devano berada di mana-mana.
''Ya enggak lah Pa, dan jangan sampe terjadi seperti itu, kasian anak istri ku nantinya, makanya Vano ingin belajar semuanya dari Papa dan yang lain nya di sini,'' papar nya membuat Hanafi melotot, mengingat dia belum bekerja, dan keluarga nya hanya memliki usaha laundry saja, bukan usaha besar seperti keluarga Devano.
''Kalau kamu mau belajar dengan ku, besok aku ajarin nyuci, mau nggak?!'' sambung Hanafi yang langsung mendapatkan lemparan dari Devano.
''Kalau soal nyuci aku mah bisa, dan paling pintar juga dari kalian berdua,'' sahut Devano dengan melioat kedua tangan di depan dada nya.
''Ya, kan kamu sendiri yang minta pendapat dan juga mau belajar dari kita juga, bener nggak dek,'' Hanafi meminta persetujuan dari calon adik iparnya.
''Ya nggak apa apa ya nggak Pa, yang penting halal, dan siapa tau usaha laundry Bunda dan Ayah bertambah banyak cabang nya,'' balas Hanafi dengan kekehan kecil.
''Gimana sich Kak Hanafi kok tertawa gitu, di ledek malah senang seperti itu juga,'' sambung Farel yang tidak mengerti jalan pikiran calon kakak iparnya.
''Lhah, buat apa juga omongan kakak ipar kamu di masukkan ke hati, sudah seperti itu juga kali dek, kamu saja yang tidak pernah mau kalau di ajak ngumpul bareng kita,'' kata Hanafi dengan menatap wajah Farel yang sudah mengkerut.
''Kan kak Vano tidak pernah bercanda dengan orang-orang sebelum nya kak, sejak kapan dia tidak bersikap dingin dengan orang-orang'' tanya Farel yang mulai di landa penasaran, karena dia tau betul suami kakak nya sangat irit bicara, dan dia juga selalu bersikap acuh tak acuh kepada semua orang, hanya dengan kakak nya Devano bisa bersikap hangat, dan bercanda tawa juga.
''Gunung es nya sudah mencair? sejak Mahalini hamil anak nya, dia juga tidak pernah bersikap seperti itu lagi kepada siapapun, kecuali orang orang di luar angkasa yang memang harus melihat sifat dingin nya itu,'' seru Hanafi yang langsung memotong ucapan Devano sebelum mengeluarkan suara nya.
Papa Setiawan merasa sangat senang sekali, karena anak dan juga menantunya terlihat sangat akrab satu sama lain nya, jadi mulai sekarang Papa Setiawan ikhlas melepaskan putri nya kepada orang yang menurut nya cocok. Hanafi bisa membawa Almira dalam hal kebaikan dan juga mengajarkan Almira tata krama yang benar, dan harus bersikap seperti apa kepada orang yang lebih tua darinya.
__ADS_1
'Alhamdulillah ya Allah, engkau mengirimkan malaikat untuk putri hamba yang pembangkang, dan juga selalu membantwh di saat hamba mencoba menasehati nya. Tapi sekarang hamba sangat senang dan bahagia? melihat baju yang di kenakan sudah tidak menampakkan tubuh nya, hamba sangat bersyukur sekali ya Allah,'' gumam Papa Setiawan di dalam hatinya.
''Ayo sarapan, nasi goreng nya sudah siap dan tinggal kita hajar saja,'' ucap nya dengan menatap Hanafi dan lain nya.
''Pa, ayo kita sarapan sekarang, nanti nasi goreng nya dingin lagi,'' ucap nya dengan memegang bahu sang Ayah.
Merasa ada tangan di atas bahunya? Papa Setiawan terkejut dengan kehadiran sang putri.
''Kapan kamu ada di samping Papa?'' tanya nya heran.
''Ya barusan lah Pa, memang nya kenapa gitu?'' sahut nya dengan mengerutkan kening nya, seraya menatap wajah Farel sang adik.
Farel yang di tatap pun hanya menggerakkan bahunya, mengingat sang Papa sejak tadi tidak apa apa.
''Ayo kita sarapan sekarang,'' ajak Papa Setiawan dengan merangkul bahu Almira putri nya.
Almira membalas rangkulan sang Ayah, dan tersenyum bahagia? karena baru hari ini diawrasakan kasih sayang yang begitu tulus dari Papa Setiawan, karena dulu Almira selalu berprasangka buruk kepada Papa Setiawan, karena terlalu perhatian kepada Mahalini, yang notabene nya hanya anak angkatnya.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.