
Setengah hari Mahalini di perusaha'an suaminya, bersama dengan keluarga besar nya juga, sesampai nya di rumah? Mahalini tak lantas pergi ke kamar mandi guna membersihkan tubuh lelah nya, dia langsung membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur nya.
''Sayang, kenapa kamu langsung tiduran gitu, nggak mandi dulu?'' seru Devano yang baru keluar dari kamar mandi nya, Devano memakai jubah mandi nya.
''Entar Mas, masih capek, pegel juga?'' sahut nya pelan, sedangkan matanya terpejam, mungkin Mahalini juga merasa sangat ngantuk, karena seharian tubuh nya tidak di batingkan di tempat tidur sama sekali, karena Mahalini sendiri yang tidak mau, ketika suaminya menyuruh dia untuk istirahat di ruangan nya.
''Lagian kamu juga sich, pakek acara menolak tawaran Mas segala tadi,'' Devano mengomel kepada istri kecil nya, tapi Mahalini malah sudah pergi jalan jalan di dalam mimpinya, sehingga semua ucapan suaminya tidak ia gubris sama sekali.
Devano berjalan mendekat ke arah Mahalini, dia menyelimuti sang istri yang sudah tertidur lelap di ranjang nya, ''Kamu pasti sangat capek sayang, terima kasih sudah hadir di dalam kehidupan ku selama ini, aku berjanji akan selalu menyayangi mu sayang, dan Mas juga minta maaf? karena sudah salah menilai mu awal awal kita bertemu, tidak seharusnya aku bersikap demikian sama kamu, maafkan Mas ya,'' gumam nya pelan, sedangkan tangan nya mengusap puncak kepala nya dengan penuh kelembutan.
Mata Devano turun ke perut buncit nya, dan di raba perut buncit istri nya, yang kini sudah membesar dari kemarin nya.
''Anak Ayah tidak boleh nakal di dalam sini ya sayang, kasihan Bunda kamu kesakitan,'' bisik Devano tepat di atas perut buncit Mahalini.
Puas berbicara dengan calon baby nya Devano beranjak dari tempat tidur nya, dia berjalan ke walt in closed nya, untuk berganti baju, karena waktu maghrib sudah tiba, dengan memakai sarung dan baju koko, Devano keluar dari walt ini closed nya, di raih nya sajadah dan juga kopiah yang ada di atas nakas.
Devano tidak membangunkan Mahalini, dia merasa kasihan melihat istri kecilnya tertidur sangat pulas.
Devano memilih sholat maghrib sendirian, dan setelah itu Devano menyempatkan membaca Al-Qur'an walaupun hanya cuma beberapa makrak saja (tanda seperti ini di pinggiran ya kak ع ).
Selesai nya Devano membaringkan tubuh nya di samping sang istri, di peluk nya dengan erat seraya terus menciumi puncak kepala Mahalini.
Tak butuh waktu lama Devano akhirnya mengejar Mahalini ke dalam mimpi indah nya, di mana di sana terlihat sangat indah, layak nya surga Jannatul Firdaus, maaf kak lok salah 🙏🙏.
...****************...
Di tempat kerja Papa Setiawan.
__ADS_1
Papa Setiawan akhir akhir sangat lah sibuk dengan pekerja'an nya, di tambah lagi tubuh tuanya sudah semakin menurun, akibat Papa Setiawan selalu telat untuk makan siang dan juga makan malam nya, Papa Setiawan terlalu memporsir pekerja'an nya.
Mengingat Mama Agnes selalu minta uang lebih terus menerus, dengan alasan uang kuliah Almira dan juga Farel putra bungsu nya.
Padahal semua nya itu hanya akal akalan Mama Agnes saja, yang selalu menghambur hamburkan uang Papa Setiawan.
Ponsel Papa Setiawan bergetar pertanda ada yang menelfon nya.
Dengan malas Papa Setiawan beranjak dari kasur nya dan mengambil ponsel nya, yang ada di atas sofa.
-''Ya hallo,'' ucap Papa Setiawan dengan lirih.
-''Pa, ini Farel? Papa kenapa kok lemes banget sich?'' tanya Farel dengan nada khawatir nya.
-''Papa nggak apa apa kok, cuma nggak enak badan saja, ada apa Farel?'' sahutnya dengan nada serak.
-'' Tidak seperti itu kok Farel, Papa hanya nggak enak badan saja, di bawan istirahat saja nanti sudah baikan kok,'' balas nya, yang tidak mau merepotkan putra nya.
-''Apa kamu butuh sesuatu, Papa sudah kirim uang kuliah kamu sama Mama kamu, sekalian uang kuliah kakak kamu juga,'' tukas nya yang memang tidak tau yang sebenarnya.
-''Uang kuliah? Farel bayar sendiri nkok uang kuliah Farel Pa, jadi Papa tidak perlu bekerja keras lagi,'' jawab Farel dengan sangat jujur.
-''Lho bukan nya Mama kamu bilang, ada uang buat pergi Tamasya di kampus nya, kakak kamu juga akan pergi jalan jalan,'' jelas Papa Setiawan, membuat Farel mengerutkan kening nya.
-''Siapa yang bilang seperti Pa, kak Mira yang bilang seperti itu sama Papa ya,'' cecar Farel yang kini sudah mulai emosi mendengar penuturan dari Papa nya, padahal selama 5 bulan ini, Farel tidak pernah meminta uang lagi kepada Papa nya, karena Farel mengerti kalau Papa nya selalu bekerja lembur di kantor yang ia pegang saat ini, karena Papa Setiawan hanyalah seorang karyawan yang menjabat manajer di kantor cabang Tuan Sagara, Papi kandung Mahalini.
-''Kemarin Mama kamu yang meminta tranfer sejumlah uang buat kebutuhan kamu dan juga Almira, entahlah Papa juga tidak mengerti kenapa Mama kamu bisa meminta uang sebanyak itu sama Papa,'' balas Papa Setiawan meraup wajah nya dengan kasar.
__ADS_1
-''Nanti Farel tanya'in uang itu sama Mama Pa, Papa tenang saja? uang itu juga hal Farel, lagian Kak Mira sudah tidak serumah dengan Mama Pa, jadi mungkin itu hanya akal akalan Mama saja, agar Papa bisa mengirim uang lebih sama Mama,'' tebak Farel, namun tebakan nya sangat tepat dan tidak meleset sama sekali.
-''Ya sudah, kalau gitu Papa istirahat saja sekarang, pasti Papa sangat capek seharian bekerja di kantor kan, Farel juga mau berangkat kerja juga Pa, karena Farel hati ini mengambil lembur, untuk tambahan uang jajan Farel,'' ucap Farel kepada sang Papa.
-''Baiklah, kamu juga jaga kesehatan, mungkin minggu depan Papa akan pulang, Papa ingin tau sendiri kemana perginya uang itu selama ini nak?'' jawaban nya.
Farel mengangguk pelan, dan mengucapkan salam sebelum memutuskan sambungan telfon nya.
Sejenak Farel memejamkan matanya, mengingat Mamanya tidak pernah berubah menjadi lebih baik, tapi malah semakin menjadi jadi.
''Mama, kenapa kamu tega sekali sama Papa, di luar sana Papa bekerja keras untuk menyenangkan keluarga nya, agar tidak kekurangan apapun, tapi Mama malah semakin amburadul begini sich!!'' teriak Farel di dalam apartemen nya. Beberapa barang nya di lemparkan begitu saja sama Farel.
''Aaccchhhh.....'' teriak Farel dengan menjambak rambut nya dengan kasar.
Mama Agnes? kenapa anda selalu membuat Farel semakin membenci Anda sich, Farel bukan nya simpatik sama anda, malah bertambah semakin membenci nya🤦♀️🤦♀️.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.
__ADS_1