Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 123.


__ADS_3

Di rumah catering RISTY.


Zarine sedang kewalahan dengan orderan yang membludak, adanjuganyang datang langsung ke rumah catering RISTY, untuk sekedar mengambil pesanan nya, dan ada juga yang pesan langsung di sana.


Zarine di bantu teman teman nya tengah menyiapkan pesanan dan juga delivery order pada pelanggan setia nya.


''Susan, tolong bantu aku untuk mengecek yang sudah siap ya,'' seru Zarine kepada rekan nya, yang berada tak jauh darinya.


''Oke siap,'' sahut Susan yang beranjak dari tempat packing. Melangkah menuju meja yang sudah di penuhi dengan bermacam macam makanan di sana.


''Yang ayam goreng kurang 50 bungkus shayy,'' teriak Susan setelah menghitung pesanan yang sudah selesai di kelas.


''Langsung di ikat saja, sebentar lagi akan di ambil sama pelanggan kita,'' Zarine balik berteriak, karena hari ini ada 2 orang rekan nya yang tidak masuk kerja, karena anak nya sedang sakit, dan juga tengah melakukan acara perpisahan di sekolah anak nya.


''Hari ini kita semua harus lebih semangat lagi kayak nya, semangat semua nya,'' Ujar Zarine dengan suara lantang.


''Semangat??'' jawab semua rekan nya dengan serempak, tak lupa juga Pak Djarot dan juga istri nya yang juga ikutan teriak kata semangat.


Memang hari ini Rujak manis nya tidak ada yang pesan, karena Zarine sudah memberitahu kan kepada pelanggan nya. terlebih dulu, kalau hari ini tidak ada rujak manis, di karenakan pesanan melonjak.


''Bonus kita juga nambah dong?'' sambung sang koki berniat untuk menggoda Zarine.


''Ya pastilah, kalau Mas nggak mau sama bonus nya, buat aku saja lah?'' tukas nya dengan cengiran.


''Enak saja kalau anda bicara, saya juga sangat butuh buat berkencan dengan wanita wanita di sana,'' balas nya dengan nada formal nya.


''Halah, bilang saja bini lho dah minta gaji, iya kan?'' balas Zarine yang blak blakan.


Hahaha, semuanya pada tertawa, karena Zarine langsung menskak mat sang koki.


''Zarine mah, gitu orang nya, aku kan mau gaya gaya'an dulu, siapa tau ada gadis yang kepincut juga sama aku,'' ucap nya dengan wajah memelas.


''Ich, amit amit ya kang Mas, meskipun aku masih gadis, aku tidak mau menjadi pelakor, karena di luaran sana masih banyak laki-laki lajang yang mau sama aku,'' jawab Zarine lagi.

__ADS_1


''Benar banget tuh Rine, gue juga kagak mau dengan laki-laki modelan kayak begitu,'' sambung Susan yang juga masih jomblo.


''Siapa juga yang mau sama kamu, cerewet banget jadi orang, yang ada aku bisa mati berdiri, karena kamu selalu ngoceh nggak jelas nantinya,'' balas sang koki, Pak Djarot hanya menggeleng kepala nya pelan.


''Sudah, apa sich yang kalian ributkan, yang ada nanti pesanan nya tidak selesai, kalau berdebat seperti itu,'' sahut istri Pak Djarot dengan lembut, namun terdengar tegas.


''Iya Bu, lupa?'' jawab Zarine dengan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


''Ayo bekerja lagi, biar cepat pulang kita,'' tukas nya dengan mengambil buku catatan nya lagi.


2 orang yang di suruh mengantarkan makanan sudah kembali ke rumah catering, dengan uang di tangan nya.


''Bagaimana, apa mereka beneran bayar cash sisa pembayaran nya,'' tanya Zarine ketika melihat kurirnya.


''Lunas, nich uang nya, tadi aku hitung sudah pasti sich, coba hitung lagi, karena Ibu itu bilang kalau dia lebihkan untuk bensin,'' jelas nya dengan menyodorkan uang yang masih terlihat dan di ikat dengan karet gelang.


''Kok di ikat gini sich Dan, kenapa?'' tanya Zarine penasaran dengan uang yang di ikat.


''Ya biar tidaj campur dengan uang ku, kalau di saku, nanti di kira di ambil aku lagi,'' balas nya dengan sangat pelan.


''Alhamdulillah, seratus ribu cuyy,'' seru Hamdan kepada teman nya, yang juga ikut mengantarkan makanan nya ke rumah pelanggan.


''Alhamdulillah, dapat rezeki lebih kita,'' ucap nya dengan bersyukur.


''Iya, makanya jangan malas buat mengantar orderan, kalau mau mendapatkan rezeki yang lebih, kan lumayan buat beli susu anak kalian,'' ujar Zarine dengan mengulas senyum.


''Yang kamu bilang benar Zarine, kebetulan tadi pagi susu Gilang sudah habis, jadi nantilah kalau pulang dari sini,'' Hamdan mencium uang yang masih di pegang, dia menyunggingkan senyuman nya, mengingat dulu tidak seperti ini pendapatan sehari harinya, karena bos tempat ia bekerja dulu sangat pelit dannjugabrasa kikir kepada semua para pegawai nya, tapi setelah bekerja di sini, Hamdan merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Mahalini, yang sudah menerima dia bekerja di tempat nya.


''Kalau sudah tidak lelah, lebih baik kamu antarkan yang ini ke alamat ini ya, soal nya orang nya tidak jadi mengambil sendiri, karena saudara dari jauh sedang ada di rumah nya,'' Zarine menunjuk kepada kotak kotak yang sudah di ikat dengan rapi.


''Berapa Zarine,'' tanya Fatur ketika menerima alamat rumah tersebut.


''150 kotak Fat, tolong ya,'' mohon Zarine dengan memisahkan kotak kotak yang akan segera di kirimkan.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Zarine bergetar.


-'' Hallo Bu,dengan Zarine? bisa saya bantu,'' jawab nya dengan tidak melihat ID pemanggil di ponsel nya.


-'' Mbak, pesanan saya sudah di kirim belum?'' jawab nya dengan ramah.


-'' Och otw Bu, ini masih di tata di mobil, soalnya kurir nya baru saja datang mengantarkan pesanan juga Bu,'' kata Zarine dengan tak kalah ramah, sebagai penanggung jawab rumah catering milik Mahalini, Zarine harus selalu bersikap ramah dengan para pelanggan nya, agar mereka tidak kabur dan mencari catering baru.


-'' Och, kalau gitu saya tunggu ya Mbak, sisa pembayaran nya nanti saya kasih ke kurir nya langsung,'' cicit nya.


-''Baik Bu, semoga Ibu puas dengan masakan di rumah catering RISTY,'' jawab Zarine dengan lembut.


-'' Insya Allah puas Mbak, kan bukan hati ini yang pesan catering sama Mbak Mahalini,'' sang costumer memang selalu memesan catering ngan kepada Mahalini, karena sang costumer sendiri adalah teman sosialita Mami Amora, yang pastinya sang nyonya lah yang mempromosikan rumah catering putrinya.


Sambungan telfon nya terputus setelah sang costumer mengucapkan kata salam kepada Zarine.


''Sekarang let's Go,'' teriak Zarine kepada hamdan dan juga Fatur.


Keduanya mentertawakan Zarine yang bertingkah konyol hari ini, ''Zarine sedang kehabisan obat kayaknya, karena di gemour dengan orderan yang datang silih berganti,'' bisik Fatur dengan duduk di belakang kemudi nya.


Hamdan hanya tertawa tenyah menanggapi bisikan Fatur, ya selama sebulan ini Fatur dan hamdan yang selalu mengantarkan pesanan, sebenarnya mobil untuk mengantarkan pesanan ada dua, tapi mereka juga sedang mengantarkan makanan dan hanya hamdan dan Fatur yang kembali lebih dulu, karena alamat yang di kasih kepada mereka berdua, tidak terlalu jauh dari rumah catering RISTY.


Sedang kan rekan yang lain nya, mendapatkan alamat rumah yang lumayan jauh, dan juga pesanan nya sangat banyak, pasti kualahan untuk memindahkan semua pesanan yang ia antar, karena hanya berdua saja.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.


__ADS_2