Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 86.


__ADS_3

Dua minggu kemudian.


Pesta resepsi pernikahan Devano dengan Mahalini di adakan dengan sangat meriah, seperti perminta'an Mama Clara dan Mami Amora.


Semua rekan kerja Papa Devano dan Papi Mahalini semua nya di undang ke dalam acara tersebut.


''Mi, Kini deg degan nich,'' ujar Mahalini yang ada di dalam kamar hotel nya.


''Kamu tidak boleh tegang begitu, rileks saja dan abaikan pandangan yang menurut kamu hanya bikin sakit mata,'' jawab Mami Amora dengan santai.


''Tapi Kini takut dan juga malu Mi, kayak nya Kini disini saja dech,'' sambung Mahalini lagi membuat sang Mami melotot tajam ke arah putri nya.


''Enak saja, tidak boleh gitu dong sayang? bagaimana pun kami semua menyiapkan acara ini dari jauh jauh hati, masak iya kamu gagal kan begitu saja sich,'' ucap Mami Amora dengan nada lirih nya.


''Habis Mami dan Papi mengundang banyak orang ke acara ini, belum lagi tamu Papa Mas Vano, tamu mas Vano juga pasti semua datang ke acara ini, apa Lini pantas menyandang gelar Bhaskara,'' balas nya dengan panjang lebar.


''Pokoknya kamu pantas menyandang gelar apapun itu, atau kamu mau nama belakang keluarga kita saja,'' Mami Amora malah menyuruh memilih dua pilihan, menambah pikiran Mahalini saja, pikir Mahalini.


''Sayang, apa semuanya sudah siap,'' tanya Mama Clara ketika masuk ke dalam kamar menantu nya. ''Och ternyata ada jeng Amora di sini,'' tambah nya lagi, ketika melihat Mami Amora yang ada di dalam bersama sang menantu.


''Iya jeng? tapi Lini tidak mau di ajak keluar,'' adu Mami Amora kepada Mama Clara sang besan.


''Mami ich, tukang ngadu,'' gerutu Mahalini, sedangkan Mama Clara dan juga Mami Amora hanya terkekeh mendengar nya.


''Sudah, ayo kita turun sekarang, sudah banyak tamu yang datang? dan sedang menunggu kamu di bawah,'' ucap nya dengan menggenggam tangan Mahalini yang sudah di hiasi dengan henna berwarna putih, seperti perminta'an Mahalini beberapa hati yang lalu.


Dengan menarik nafas panjang dan menghembuskan dengan perlahan melalui bibir yang sudah di kasih warna pink, Mahalini berjalan dengan pelan agar dia tidak menginjak gaun panjang nya, Mahalini yang notabene nya tidak pernah menggunakan hei hils merasa tidak nyaman saat berjalan.


''Ma, lebih baik Lini pakek sepatu cats saja, ini sangat tidak nyaman buat Lini,'' bisik nya kepada Mama mertua nya.


''Kalau kamu pakek sepatu cats, yang ada kamu malah terlihat pendek dengan gaun ini sayang,'' Mama Clara membalas dengan bisikan juga.

__ADS_1


''Tapi Ma,''


''Sudah, cuma malam ini saja kamu berjalan memakai hai hils, setelah itu jangan lagi oke,'' potong Mami Amora yang sempat mendengar bisikan putri nya.


Kedua wanita paruh baya itu membawa Mahalini ke pelaminan, di mana di sana sudah ada Devano yang sedang menunggu, Devano beranjak dari tempat duduk nya, berjalan menghampiri sang istri yang ada di tangga bagian bawah, dengan sangat lembut Devano membawa Mahalini ke pelaminan.


Semua mata tertuju kepada seorang wanita cantik yang kini sudah resmi menjadi istri Devano, membuat para wanita yang mengagumi Devano patah hati massal, karena sang idola sudah menjadi milik wanita lain.


''Siapa gadis di atas itu, cantik sekali. Dan di sebelah juga ada tuan Sagara yang terkenal kejam di dalam dunia bisnis,'' bisik salah satu kolega Papa Devano yang juga di undang.


Sebelum mempelai berdua menerima tamu di atas panggung, Tuan Sagara mengambil alih mic yang di pegang MC, Tuan Sagara ingin mengumumkan bahwa Mahalini adalah putri yang sudah di cari selama belasan tahun lamanya.


''Selamat malam semuanya, saya sengaja membuat acara ini untuk mengadakan acara resepsi pernikahan putri kami yang sempat di tunda beberapa bulan,'' Tuan Sagara menghampiri Mahalini yang sudah berdiri di samping Devano. ''Risty Mahalini adalah putri kami, yang selama ini kita cari, dan malam ini saya akan memperkenalkan putri ku kepada kalian semua, selalu pemegang saham terbesar di Sagara Corp,'' ucap nya dengan mengangkat tangan Mahalini ke atas, semua orang yang menyaksikan itu semua terkejut, karena Mahalini adalah anak kandung Tuan Sagara, dan sekarang malah menjadi pemilik saham di perusaha'an raksasa tersebut.


''Papi, Papi kok menyerahkan perusaha'an itu pada Lini, itu bukan hal Lini Pi,'' gumam Mahalini yang tidak mau dengan saham pemberian ayah nya.


''Sudah, lebih baik kamu nikmati saja pesta nya, ini semua sudah kesepakatan Mami dan juga Papi, dan Papu tidak mau penolakan,'' sahut nya dengan menoel hidung mancung Mahalini.


Tuan Sagara mengelengkan kepala nya pelan, menandakan ucapan nya tidak mau di tolak ataupun di bantah, Mahalini yang melihat hanya mendengkus kesal dengan Papi nya, yang tiba-tiba memberikan perusaha'an Sagara Corp kepada nya, sedangkan otak Mahalini tidak sampai di situ dalam mengurus dunia bisnis, otak dia hanya sampai di kuliner saja.


Semua orang yang hadir dalam acara bertepuk tangan dengan meriah, meyambut sang pewaris Sagara Corp yang baru.


Para karyawan di kantor Devano terperanjat kaget dia masih tidak percaya dengan semua yang di katakan oleh Tuan Sagara barusan, di tambah lagi saat ini Mahalini sudah menjadi istri bos besar di tempat mereka bekerja.


''Aku tidak mengira, kalau Mahalini adalah anak Sultan, karena dia selama ini selalu berpenampilan sederhana dan selalu ramah dengan semua karyawan di kantor Tuan Devano,'' gumam karyawan yang ikut datang dalam acara pesta.


''Iya benar, bukan nya kalau anak Sultan, dia akan semena menang kepada kita, apalah kita sempat meremehkan dia juga kan waktu itu,'' sambung yang lain.


''Iya benar yang kamu katakan,'' seru lain nya yang membenarkan semua yang di katakan oleh teman nya.


''Makanya, mulai sekarang jangan menilai orang dari sampul luar nya saja, sampul luar bagus belum tentu isinya juga bagus, tapi Mahalini semua nya bagus, dalam segala hal apapun, aku acungi dua jempol untuk Mahalini, adab dia dan sikap dia bagus bukan kaleng kaleng lagi,'' sambung nya dengan panjang lebar, Mahalini selama ini sudah berbuat baik kepada semua orang, tanpa harus memandang tinggi rendahnya seseorang.

__ADS_1


Semua orang berjabat tangan dengan Mahalini yang kini tampil cantik dan juga elegan, dengan di apit kedua orang tua yang sama sama sukses dalam suami bisnis.


Mahalini yang sudah mulai capek dengn acara resepsi nya, memilih duduk di kursi belakang nya, tapi dia dia masih menyambut uluran tangan dari kolega Papa dan juga Papi nya.


''Maaf ya, putri ku sudah lelah, maklumin saja? karena dia saat ini sedang hamil muda, jadi dia mudah lelah,'' ucap Mami Amora kepada kolega suaminya, yang kebetulan datang bersama istri nya ke cara tersebut.


''Wah, selama kalau gitu, karena sebentar lagi akan di panggil nenek,'' jawab istri kolega Tuan Sagara.


''Terima kasih banyak,'' jawab Mami Amora dengan senyuman di bibir nya.


Tuan Sagara tak kalah bahagia dari istri nya, ketika dia tadi mengumumkan bahwa Mahalini adalah putri kandung nya yang selama ini ia cari. Semua kolega dan klien nya mendo'akan Mahalini dan juga bayi yang sedang ia kandung.


Air mata Mahalini sempat menetes ketika dia juga melihat teman kerja nya yang selama ini sudah baik di kantor suaminya. Clarencia dan beberapa yeman OB nya juga datang dalam acara tersebut, membuat Mahalini terharu dengan teman teman nya.


''Aku tidak menyangka, sekarang kamu adalah Bu Bos kita,'' seru Clarencia yang merasa tidak malu dengan kehadiran Devano di samping Mahalini.


''Jangan berkata seperti itu, kita semua teman dan selamanya akan menjadi teman, iya kan Mas,'' jawab Mahalini dengan senyuman nya, ia juga meminta pendapat dari suaminya juga.


''Yang di katakan Lini itu semua benar,'' jawab Devano singkat seraya memandang wajah istri nya dari samping, yang kini tengah tertawa bersama teman teman kerja nya dulu.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Maaf kalau cerita nya semrawut ya kak🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 🙏💕🙏💕🙏💕🙏💕.


__ADS_2