
Mahalini menoleh ke arah pintu, di mana di sana suaminya tengah menatap intens ke arah nya.
''Kenapa Mas Vano malah lihatin aku seperti itu sich,'' ucap nya seraya melipat mukenah nya, juga menaruh Al-Quran dan sajadah nya.
''Nggak kok, aku nggak liatin kamu, kenapa kamu se pd itu,'' jawab nya dengan berjalan menghampiri Mahalini yang diam mematung.
''Awas saja kalau liatin Lini, tak bejek bejek tau rasa kamu itu,'' kekeh nya dengan menutup mulut nya, agar dia tidak terlalu keras tertawa nya.
''Sudah, tidak usah ketawa mulu? kalau giginya saja masih tulang?'' ujar nya dengan merangkul pundak Mahalini.
Mahalini yang di katai seperti itu, hanya bisa melotot kaget dengan penuturan suaminya.
''Ya iyalah masih pakek gigi tulang, apa kabar nya yang pakek gigi plastik, rontok nggak ketika ngunyah daging sapi, di tambah daging sapi yang super alot sehingga giginya amburadul, karena tidak kuat gigit nya,'' jawab nya dengan mendorong tubuh suaminya, agar dia bisa lewat.
''Suami anech, sejak kapan aku punya suami modelan yang begituan sich,'' gumam Mahalini yang terus menuruni anak tangga.
__ADS_1
''Sejak aku mau jadi seorang Ayah, kan nggak lucu juga kalau aku selalu bersikap dingin bagai kutub utara,'' bisik nya yang kini sudah berada di samping Mahalini.
''Bukan hanya dingin kayak kutub utara, tapi sudah Jailangkung saja, tiba-tiba nongol dan menghilang begitu saja,'' cetus nya dengan terus melangkah kan kakinya, tanpa mau menatap wajah suaminya.
''Ada apa sich, kalian selalu bertengkar seperti itu, apa kalian ingin menjadi tom dan jery yang selalu berdebat satu sama lain nya,'' sambung Papa Setiawan dari ruang keluarga.
''Ini lho Pa, Mas Vano yang nyebelin banget,'' adu Mahalini dengan pura-pura sedih.
''Ngadu mulu kerja'an nya,'' gumam Devano dengan mencebikkan bibir nya, yang mengetahui sang istri tengah mengadu kepada Papa Setiawan.
''Masak iya Lini bilang? kalau cerita sama teman teman nya, harus beli no drop dulu Pa, biar nggak bocor,'' Devano juga mengadu kepada sang Papa mertua.
Almira menoleh ke arah Mahalini dan berkata, ''Buat apa beli no drop segala dek,'' tanya nya penasaran.
''Ya, biar tidak bocor lah kak,'' jawab Mahalini santai, ''Dan sejak kapan Mas Vano jadi penguping seperti itu,'' Mahalini menatao tajam ke arah Devano yang sedang menggaruk tengkuk nya.
__ADS_1
''Masak iya kamu berdo'a seperti itu sich dek?'' tegur Almira.
''Ya, Lini kan cuma curhat dengan Allah SWT saja kak, karena yang lain nya harus sedia no drop dulu, biar tidak bocor, karena yang lain semuanya ember? bukan gayung,'' Mahalini ngelawak yang membuat semua orang terkekeh mendengar lawakan nya.
''Biarin saja lah, yang penting Lini tidak ganggu kalian saja, Lini hanya mengeluarkan isi yang ada di dalam hati Lini saja,'' sahut nya dengan mengambil segelas air putih yang sudah di tuang oleh Devano.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.