
Kabar kehamilan Mahalini yang kembar sudah tersebar kepada para karyawan rumah catering dan juga perusaha'an Devano, Tuan Sagara begitu senang mendengar kabar yang begitu membahagiakan, karena dia akan memiliki sepasang cucu.
Bukan cuma di perusaha'an Devano saja yang ramai dengan perbincangan Mahalini mengandung anak kembar, tapi di perusaha'an Sagara company juga turut larut dalam suasana bahagia.
''Dengar semua nya, hari ini Tuan besar sangat bahagia, jadi beliau akan mentraktir kalian semua ke restoran di depan perusaha'an,'' ujar Sang asisten yang mendapatkan titah langsung dari Tuan nya.
''Maksud Bapak bagaimana?'' tanya sang manager yang belum mengetahui, dan dia juga kaget dengan woro woro yang di ucapkan oleh sang asisten Tuan besar nya.
''Bagus, hari ini Tuan besar sangat bahagia, karena Nona Mahalini putri Tuan besar mengandung sepasang anak kembar, jadi sebagai tanda terima kasih nya kepada Allah SWT, beliau akan mengadakan acara syukuran kecil kecilan dwngan mentraktir kalian semua,'' jawab nya dengan suara keras, karena semua karyawan sengaja di kumpulkan menjadi satu, agar sang asisten bisa menyampaikan pesan Tuan besar nya kepada semua karyawan di perusaha'an nya.
''Alhamdulillah, semoga Nona Mahalini selalu di beri kesehatan sampai hari lahiran nanti, Ibu dan juga kedua bayinya selamat dan menjadi anak anak yang soleh sholehah,'' gumam Ibu Ibu OB yang mengetahui pasti seperti apa putri Tuan besar nya.
''Kalau begitu kalian bisa kembali bekerja, dan jangan lupa nanti siang kita makan makan di restoran depan,'' sekali lagi sang asisten mengingat kan para karyawan yang sudah senang mendengar akan makan makan di restoran depan kantor nya.
Semua nya pun bubar dan kembali ke meja masing masing, melanjutkan pekerja'an yang sempat tertunda sebelum nya.
''Tidak menyangka Tuan besar akan memiliki dua cucu sekaligus ya,'' ucap salah satu karyawan di divisi keuangan.
''Iya, dan Tuan Sagara merasa sangat bersyukur sekali karena nikmat yang di berikan Allah sungguh luar biasa,'' sambung rekan lain nya.
''Iya, Tuan sangat baik kepada semua karyawan di kantor ini, jadi aku agak sedih ketika dulu mendengar ucapan miring tentang Tuan besar,''
''Yang kamu benar, aku juga sedih waktu itu, karena bagaimana pun aku pernah di bantu oleh Tuan besar, saat semuanya tidak peduli dengan ku, hanya Tuan besar lah yang peduli waktu itu, jadi aku berhutang budi dengan beliau, karena sudah menyelamatkan Ayah ku waktu itu,'' gumam Lani rekan kerja yang terlihat sendu, mengingat kejadian dulu yang menimpa Ayah nya.
__ADS_1
Lani hanya bisa pasrah dengan keada'an sang Ayah ketika dirinya tidak memiliki uang sepeser pun.
Flashback On
''Lani, cepat pulang?'' kata sang Bunda yang berlari di tengah deras nya hujan, ketika itu Lani sedang bekerja di sebuah cafe, karena dia sedang butuh uang untuk biaya semester akhir nya.
''Ada apa Bunda, kenapa Bunda berlari di tengah hujan seperti ini, apa yang terjadi?'' Lani bertanya beruntung kepada sang Bunda, yang terdiam mematung melihat putri nya yang hanya bekerja sebagai pelayanan cafe, bahkan gaji nya tidak akan cukup untuk biaya operasi Ayah nya.
''Ayah- Ayah kamu sedang koma di rumah sakit,'' jawab nya dengan suara bergetar, kini Bunda Lani sudah mengeluarkan air matanya, mengingat suaminya yang terbaring lemah di rumah sakit, dan dia juga harus segera di operasi malam ini juga.
''A-ayah, Ayah kenapa Bunda, tadi Lani berangkat kerja? Ayah baik baik saja, dan kenapa? apa yang terjadi Bunda,'' Lani yang sudah menangis hanya bisa menggoyang goyangkan tubuh Bunda nya yang sudah basah kuyup.
''Ayah kamu mengalami kecelaka'an, dan dia sekarang sedang koma, dokter menyarankan agar Ayah segera di operasi malam ini juga, tapi Bunda bingung? Bunda tidak memiliki uang sebanyak itu untuk operasi Ayah,'' luruh sudah pertahanan Lani, dia jatuh ke lantai setelah sang Bunda mengatakan apa yang terjadi dengan Ayah nya.
''Bunda tenang ya, sekarang Bunda kembali ke rumah sakit untuk jagain Ayah di sana, biar Lani yang mencari uang nya, siapa tau Bos Lani mau meminjamkan uang untuk operasi Ayah,'' ucap nya dengan mencoba tenang dan mengulas senyum di bibir nya, meski senyuman itu di paksakan karena dia tidak mungkin bisa tersenyum, mengingat sang Ayah sedang bertaruh nyawa di rumah sakit.
''Insya Allah, Bunda do'akan saja yang terbaik buat Lani, agar Lani bisa mendapatkan uang itu Bunda,'' Lani meyakinkan sang Bunda, agar Bunda nya tidak terlalu memikirkan putri nya.
Akhirnya setelah di bujuk dengan penuh ,sang Bunda pun bergegas pergi untuk kembali ke rumah sakit, di mana suaminya sedang di rawat di sana.
Lani berjalan menuju ke ruangan Bos nya, dia akan mencoba meminjam uang untuk biaya operasi Ayah nya.
Tok tok tok
__ADS_1
Pintu di ketuk dari luar, dan seseorang menjawab masuk, dan barulah Lani masuk dengan mata yang sudah sembab.
''Ada apa Lani?'' tanya sang Bos dingin.
''Maaf Bos, bisakah saya mengambil kasbon malam ini,'' jawab nya dengan menundukkan kepala nya.
''Bukan nya kemarin kamu sudah mengambil kasbon, dan sekarang kamu akan kasbon lagi,'' balas nya dengan tatapan tajam nya, ''Kalau kamu cuma mau kasbon kasbon terus, lebih kamu datang saja ke tempat ku yang lain, kamu akan mendapatkan bayaran permalam nya, bahkan lebih tinggi dari gaji di cafe ini,'' tukas nya dengan beranjak dari tempat duduk nya, dan melangkah menghampiri Lani yang masih tertunduk.
''Kamu kan masih virgin, pasti kamu laku mahal di tempat ku,'' ucap nya dengan tatapan yang tidak bisa di tebak.
''Maaf Bos, saya tidak berniat untuk menjual tubuh saya, biarlah saya mencari pinjaman ke orang lain saja,'' sahut Lani dengan memberanikan diri untuk menatap wajah garang Bos di depan nya.
''Heeeh, sok jual mahal, silahkan saja mencari yang mau sama kamu, paling dia juga mau dengan tubuh kamu yang kurus kering ini,'' Bos Lani dengan terang terangan menghina karyawan nya.
sangat
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.