Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 112.


__ADS_3

Mama Clara sudah menyiapkan makan malam untuk keluarga nya, di tambah lagi orang tua Mahalini akan datang ke rumahnya malam ini, jadi Mama Clara menyiapkan banyak makanan di atas meja, Mahalini yang tidak mengetahui akan kedatangan orang tuanya di rumah suaminya, Mahalini hanya tercengang melihat makanan yang berjejer di atas meja makan nya.


''Kenapa wajah kamu seperti itu sayang?'' tanya Mama Clara yang baru datang.


''Ma, kenapa makanan nya sangat banyak? apa ada acara kah,'' tanya nya dengan menunjuk ke arah meja.


''Och ini? Papi sama Mami kamu akan datang sebentar lagi, masak kamu tidak tau sich?'' sahut nya dengan menggandeng tangan sang menantu.


Mahalini menggeleng pelan, ''Lini tidak tau, dan lagian Lini seharian di rumah catering Ma?'' balas nya dengan mencebikkan bibir nya.


Kini mama Clara yang mengangguk, dia tau kalau menantu nya seharian berada di rumah catering nya, karena dari penjelasan Mahalini? rumah catering nya sangat rame akhir akhir ini, jadi dia datang untuk sekedar membantu saja, ya walaupun di rumah catering nya, sudah tidak kekurangan pegawai lagi. Karena Papi Sagara sudah mengurus itu semua demi sang puteri.


Tak lama kemudian, suara mobil terdengar di luar rumah Devano, Mahalini yang mendengar suara mobil berhenti segera beranjak dari tempat duduk nya, dan berjalan ke pintu utama, di mana di sana sudah ada sang asisten yang membuka pintu rumah nya, namun Mahalini mau menyambut kedatangan orang tuanya secara langsung.


''Mami,'' teriak Mahalini yang berjalan cepat menghampiri Mami Amora, dan juga Papi Sagara.


''Sayang, jangan lari lari dong,'' seru Mami Amora yang ngeri melihat putri nya berjalan cepat.


''Tidak apa apa kok Mi,'' balas nya dengan memburu ke pelukan Mami Amora, hanya tadi siang Mahalini tidak bertemu dengan sang Mami, tapi Mahalini bersikap layak nya tidak pernah bertemu selama seminggu.


''Mami, Lini kangen?'' ucap nya manja.


''Sama Papi tidak kangen gitu,'' ucap Papi Sagara di sela sela pelukan mereka berdua.


''Yah, maaf Papi? Lini lupa,'' gumam nya dengan melepas pelukan nya dan menghambur ke pelukan Papi Sagara.


''Kasian banget di lupain sama putri nya,'' bisik Mami Amora kepada suami nya.

__ADS_1


''Tuh kan, kamu sich senang banget melihat Papi di ledekin seperti itu sama Mami kamu,'' sahut nya dengan pura pura sedih di depan Mahalini.


Ya, di depan Mahalini dan Mami Amora, Tuan Sagara bisa bersikap hangat, tapi di depan para klien dan lawan bisnisnya, Tuan Sagara sangat lah dingin dan tak mudah di goda dengan apapun itu.


''Kalian bertiga mau berdiri di sini terus? kamu sudah sangat lapar tau,'' seru Mama Clara yang sudah ada di samping nya.


''Ech iya maaf maaf,'' kata Mahalini dengan mengajak kedua orang tuanya masuk dan langsung menuju meja makan nya.


''Suami kamu kemana sayang?'' tanya Mami Amora, ketika tidak melihat Devano di meja makan.


''Mas Vano akan turun sebentar lagi kok Mi, dia masih mengaji di kamar,'' sambung nya dengan meraih gelas air, dan di teguk nya sampai tinggal separuh.


''Lalu...''


''Lini sudah selesai ngajinya Mi,'' potong nya, ''Dan Mas Vano yang nyuruh Lini untuk turun duluan? tapi- Mas Vano sudah tau belum, kalau Mami sama Papi mau datang ke sini?'' tanya Mahalini menoleh ke arah Mama Clara.


''Sudah, tadi pulang kantor suami kamu sudah Mama beritahu kok, apa mungkin? dia lupa kali ya, kenapa belum turun juga dari tadi,'' jawab Mama Clara, ''Bi, tolong panggilkan Devano di atas,'' perintah Mama Clara kepada asisten rumah nya.


''Kenapa Bi?'' tanya Devano ketika melihat Bi Titik berhenti di depan tangga.


''Tidak Tuan, hanya saja Nyonya menyuruh saya untuk memanggil Tuan Muda, karena Tuan Sagara dan Nyonya Amora sudah datang?'' sahut Bi Titik menundukkan kepala nya.


''Baiklah, terima kasih ya Bi,'' tutur nya dengan melangkah pergi meninggalkan Bi Titik yang masih diam mematunh di samping tangga.


''Kehadiran Nona Mahalini, membawa berkah ke keluarga ini, Tuan muda juga banyak berubah? yang tadinya bersikap dingin, sekarang malah lebih hangat,'' gumam nya dengan sangat pelan.


''Lama nunggu nya ya Mi, Pi,'' sapa Devano dengan mencium punggung tangan kedua nya.

__ADS_1


''Enggak kok, kita baru saja datang? iya kan Pi,'' jawab Mami Amora dengan memandang ke suaminya.


''Iya,kita baru saja nyampek kok,'' sambung Papi Sagara dengan membalas senyuman Devano menantunya.


''Sudah, kita makan dulu saja, Lini sudah sangat lapar?'' ucap Mahalini meniru kata kata Mama Clara tadi.


''Mengcopy paste kata kata Mama terus nich si ayang,'' kata Devano, yang sudah sangat hafal istri nya, sejak hamil Mahalini sering menirukan kata kata Mama nya, entahlah Devano juga sering bingung dengan sikap istri nya yang sering mengcopy paste.


Akhirnya semua orang yang sudah siap makan malam hanya menuruti ucapan Mahalini, ''Makan yang banyak, biar cucu Mami sehat di dalam?'' di sela sela Mahalini menyuap kan nasi ke dalam mulut nya, Mami Amora menaruh cumi-cumi asam pedas di piring Mahalini.


''Mi, bukan nya Mahalini tidak boleh makan pedas ya,'' tanya Devano yang menghentikan suapan nya, ketika melihat sang Mama mertua malah menaruh cumi asam pedas manis di piring istri nya.


''Tidak apa apa kok Nak Vano, Lini kan tidak makan setiap hari? lagian biasanya kalau Ibu hamil lebih suka sama yang pedas pedas, iya kan sayang?'' kata Mami Amora dengan menatap putri nya, sekalian meminta persetuan darinya juga.


''Tau tuch Mas Vano, sering tidak bolehin Lini makan yang pedas pedas, rujak buah saja tidak boleh pakek cabe, padahal bumbu yang di bikin Pak Djarot tidak terlalu pedas Mi,'' adu Mahalini kepada sang Mami.


''Bukan nya gitu sayang? Mas hanya takut kamu sakit perut saja tidak lebih kok,'' jawab nya dengan menatap istri nya lamat lamat.


''Tidak apa apa kok Vano, kamu tidak boleh terlalu mengekang istri kamu, kalau tidak mau istri kamu menjadi stres? dan itu akan berakibat pada calon baby nya,'' sambung Mama Clara yang selalu menasehati putra nya, tapi tidak pernah di gubris oleh Devano.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.


__ADS_2