Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 20. Suka duka Mahalini


__ADS_3

Devano kini tengah berada di perusaha'an nya, dan dia juga tengah di sibukkan dengan memeriksa berkas berkas yang baru di kasih oleh sang manajer, ada sebagian yang harus Devano koreksi terlebih dahulu sebelum membubuhkan tanda tangan di berkas yang dia terima dari salah satu karyawan nya.


''Kamu benerin kesalahan ini sekarang, sebelum menimbulkan lebih banyak masalah lagi,'' Ujar Devano dingin kepada salah satu staf dari keuangan.


''Baik Tuan, dan maaf,'' jawab nya tanpa berani menatap wajah sang Tuan yang begitu menakutkan itu.


Ada beberapa angka yang tidak sesuai dengan rencana awal, di sana nampak ada beberapa angka yang sengaja di tambah oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.


Devano menginaskan tangan nya, menyuruh sang karyawan untuk keluar dari ruangan nya, ''Dia pikir dengan menambah angka di sana, aku tidak akan tau. Berani bermain main dengan ku.'' gumam nya dengan nada datar nya.


-''Keruangan ku sekarang.'' Ucap Devano kepada seseorang yang ada di seberang.


Mahalini yang menerima panggilan berlari tergopoh gopoh menuju ruangan sang CEO.


Tok tok tok


''Masuk,'' dengan suara berat nya Devano menyuruh Mahalini masuk ke dalam.


Dengan sedikit gemetar Mahalini mulai membuka pintu ruangan CEO nya, ''Ada yang bisa saya bantu Tuan?'' tanya Mahalini ketika sudah berdiri di depan nya.


''Tolong bikinin aku kopi hitam, dan belikan aku beberapa camilan juga di luar,'' jawab Devano yang memerintah Mahalini.


''Baik Tuan,'' sahut nya seraya beranjak dan ingin pergi namun di cegah oleh Devano.


''Tunggu dulu, belikan juga aku makan siang di depan perusaha'an,'' titah nya yang lagi lagi Mahalini hanya menganggukkan kepalanya.


Mahalini segera berlalu dari hadapan sang Bos dan segera menuju lift untuk ke lantai dasar, agar dia lebih cepat selesai kerja'an nya. Namun tiba tiba di lobby kantor Mahalini berpapasan dengan Almira yang sedang berjalan dengan pakaian seksi nya.


Almira begitu terkejut melihat Mahalini dengan baju OB di perusaha'an Bagaskara Grub. Almira tersenyum kecut melihat Mahalini yang baik baik saja di depan nya.

__ADS_1


''Och...? rupanya anak pungut ini belum mati ya, aku kira kamu sudah di bunuh oleh penculik nya karena tidak kamu tebus?'' seru Almira yang langu mendapatkan perhatian dari sebagian karyawan di sana yang kebetulan sedang jam istirahat.


Mahalini yang mendapati Almira mengejek secara terang terangan, hanya bisa diam saja tanpa mau membalas semua perkata'an yang di lontarkan oleh Almira barusan.


''Maaf Mbak jangan buat keributan di sini,'' Ucap Pak satpam yang menghampiri Mahalini.


''Kamu pantas bekerja menjadi OB di sini, tanpa adanya pendidikan tinggi, jadi kamu lebih cocok bekerja seperti ini,'' ejek nya yang di selingkuh dengan kekehan menghina. Almira tidak pernah tau kalau Mahalini meneruskan kuliah nya saat ini, biarlah mereka mengira Mahalini hanya lulusan SMA saja.


Sang resepsionis pun menghampiri dan bertanya kepada Almira, untuk apa datang ke kantor ini, ''Maaf kak, bisa saya bantu anda,'' tanya nya bersikap sopan di depan Almira.


''Aku mau bertemu dengan CEO baru kalian, karena aku akan melamar untuk menjadi sekretaris nya,'' kata Almira yakin kalau dirinya akan di terima menjadi sekretaris nya Tuan Devano.


''Apakah anda sebelum nya sudah buat janji?'' tanya sang resepsionis dengan memutar mata malas nya.


''Bilang saja, Almira sudah menunggu nya!'' kata Almira dengan ketus.


''Tuan, ada seorang wanita yang mengaku sebagai sekretaris anda, sedang menunggu di lobby,'' Jonh memberi tau Devano.


Devano mengerutkan kening nya mendengar pernyata'an kalau sekretaris dia menunggu di bawah. ''Kamu mencari sekretaris baru buatku!'' seru Devano kepada Jon yang juga ikut mengernyitkan dahinya.


''Saya tidak pernah mencari sekretaris baru tanpa perintah dari anda Tuan?'' jawab Jon dengan terus berpikir.


''Kita ke bawah saja, siapa yang berani mengaku menjadi sekretaris ku,'' Devano sudah sangat kesal, karena sudah terlalu lama menunggu Mahalini yang membeli makanan di depan dan membuatkan kopi hitam, tapi sampai saat ini Mahalini belum juga datang ke ruangan kembali.


...****************...


Di lantai dasar Almira masih terus saja memaki Mahalini dengan perkata'an yang tidak baik dan tidak patut di dengar orang orang.


''Ternyata kamu masih diam di sini Lini,'' seru Devano ketika melihat Mahalini yang hanya diam di dekat satpam.

__ADS_1


''Maaf Tuan, saya belum membeli yang anda pesan?'' jawab Mahalini dengan nada lirih nya.


''Maaf Tuan, tadi Mahalini di cegat oleh perempuan ini di sini, ketika Mahalini ingin keluar,'' adu sang satpam yang memang kasihan kepada Mahalini saat ini.


''Terus wanita ini siapa, sehingga dia dengan berani mencegah karyawan ku untuk pergi!'' pekik Devano bertambah kesal.


''Wanita ini mengaku sebagai sekretaris anda tuan?'' sambung sang resepsionis yang berdiri di samping Mahalini.


''Jon, jelaskan kepada perempuan ini!'' ujar nya dan meninggalkan kerumunan di lobby.


''Tuan, saya Almira calon sekretaris anda,'' teriak Almira tanpa rasa malu yang singgah di dalam hatinya.


''Lini, ikut aku sekarang juga,'' ajak Devano di saat dia menghentikan langkah nya sesaat setelah mendengar teriakan Almira.


''Baik Tuan,'' jawab Mahalini sembari menganggukkan kepalanya.


Almira tak terima dengan perlakuan Devano yang lebih memilih Mahalini di banding dia yang sudah berpenampilan sangat cantik dan juga seksi.


Devano tak menggubris semua ocehan Almira, dan sang satpam pun mulai mengusir Almira dari perusaha'an Bagaskara Grub, yang hanya bikin kekacauan di dalam nya.


''Sebaik nya nona cepat pergi dari sini, sebelum saya memanggil polisi datang ke kantor ini,'' ancam satpam yang sejak tadi berdiri di samping Mahalini.


''Awas saja kamu Mahalini, gara-gara kamu aku di usir dari perkantoran ini,'' gumam Almira yang masih di dengar oleh satpam di sebelah nya.


''Ini semua bukan salah Mahalini, tapi ini semua salah anda sendiri yang tidak memiliki etika dan juga adab!'' balas satpam yang sudah geram dengan sikap wanita yang sudah membuat gaduh di perusaha'an tempat ia bekerja.


Almira hanya bersedih dan menghentakkan kakinya menatap wajah satpam yang terus saja menyudutkan Almira di kantor besar ini, ''Kalau sampai aku menjadi Nyonya di kantor ini, akan aku pecat kalian semua. Karena aku yakin cepat atau lambat Devano akan segera menikahiku,'' pekiknya dengan menunjuk wajah dia satpam yang sedang berdiri di depan nya dan menutup jalan, agar wanita di depan nya tidak bisa masuk kembali dan menambah masalah di perusaha'an nya.


Terima kasih yang sudah mampir, jangan lupa like, komen dan favorit kan ya, makasih 🙏💕🙏💕🙏💕🙏💕🙏😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2