Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 138.


__ADS_3

Mama Agnes sudah kelimpungan karena Papa Setiawan tidak akan mengirimkan uang sepeserpun kepada Mama Agnes lagi, mungkin? Papa Setiawan sudah mengetahui, pikir Mama Agnes.


''Apa Papa sudah tau tentangku, sehingga dia tidak mau mengirimi aku uang lagi,'' gumam nya pelan, setelah memutuskan sambungan telfon nya secara sepihak tadi.


"Sudah lah, lebih baik aku datangi secara langsung saja ke rumah dinas nya,'' gumam nya lagi.


Mama Agnes sudah terlanjur janji dengan laki laki pemuas nafsunya, ''Kalau Setiawan tidak mau memberi aku uang lagi, bagaimana? ini,aku sudah terlanjur janji dengan Samuel,'' Mama Agnes mondar mandir di dalam rumah nya, seraya terus bergumam nggak jelas, mengingat selama ini uang yang ia pakek untuk membelikan semua barang barang Samuel adalah dari Papa Setiawan, dan Mama Agnes juga selalu beralasan dengan biaya kuliah Almira dan juga Farel, tapi nyatanya dia buat untuk membelikan barang barang untuk kekasih nya.


Mama Agnes tidak bisa berdiam diri, sedangkan kekasih nya sudah meminta barang tersebut dari seminggu yang lalu, dan Mama Agnes selalu menunggu uang kiriman dari suaminya, tapi hari ini suaminya tidak mau mengirim uang, bahkan sudah telat sehari dari biasa dia mentransfer uang bulanan nya.


Tak lama kemudian ponsel Mama Agnes bergetar, dan Samuel menghubungi Mama Agnes, mungkin dia mau menagih apa yang ia minta minggu lalu.


-''Ya sayang?'' sapa Mama Agnes dengan tenang.


-''Honey, kapan kamu akan mengirim barang yang aku minta kemarin?'' sahut nya dengan suara khas bangun tidur nya.


-''Iya sayang, nanti aku kabarin setelah suami aku kirim uang nya,'' Dan terpaksa Mama Agnes mengatakan apa yang sedang ia pikirkan saat ini.


''Dasar tua bangka, bilang saja kalau tidak punya uang untuk membelikan barang yang aku minta saat ini,'' gumam Samuel pelan dengan menjauhkan ponsel nya, dari bibir nya. Agar gumaman nya tidak terdengar oleh Mama Agnes.


-''Jadi- bukan sekarang ya, mau di belikan barang nya, nanti keburu soul out lho barang nya, itu kan barang limited edition,'' sambung Samuel dengan nada yang kecewa.

__ADS_1


-''Aku akan usahakan secepatnya membelikan barang yang kamu minta, jadi kamu tenang saja ya, jangan khawatir kehabisan juga,'' bujuk Mama Agnes yang kini sudah semakin bingung di buat oleh Samuel yang sejatinya hanya menginginkan uang Mama Agnes saja, Samuel tidak benar-benar suka dan sayang dengan Mama Agnes. Lagian mana ada sich laki-laki tampan dan juga muda mau dengan emak emak yang sudah tua, bahkan anaknya saja jauh di atas Samuel umur nya, pikir nya.


-''Ya sudah, aku mau istirahat saja kalau begitu, kalau sudah mau berangkat ke tokonya jangan lupa hubungi Samuel tante,'' kata Samuel yang sudah lelah mengobrol dengan Mama Agnes.


Dan tanpa menunggu jawaban dari Mama Agnes Samuel langsung memetikan ponsel nya begitu saja, dan wanita yang kini tengah menemani nya di samping nya, bertanya dengan heran.


''Kenapa sayang? kok kesal gitu sich,'' tanya nya ketika sudah melihat ponsel laki-laki nya di lempar begitu saja oleh sang laki-laki.


''Wanita tua itu beralasan tidak memiliki uang, dan sedang menunggu transferan dari suaminya, lagian suaminya kok begok banget ya jadi orang, main kasih uang begitu saja kepada istri nya, yang mungkin tidak punya malu dan tidak tau diri seperti Agnes itu,'' jawab Samuel dengan panjang lebar kepada sang wanita, yang seumuran dengan dirinya.


''Agnes kan sudsh menjadi tambang emas bagi kita sayang, jadi kamu jangan sia siakan kesempatan ini, kita manfaatkan saja dulu, nanti kalau dia sudah benar-benar tidak memiliki uang, kamu tinggal depak dia ke pinggir jalan. '' sambung nya dengan mwngelus dada bidang Samuel yang masih polos.


''Jangan mengganggu sayang, kalau kamu tidak ingin aku terkam lagi,'' bisik nya dengan suara berat, karena Samuel sudah bernafsu kembali setelah di goda oleh sang wanita.


''Ya tidak lah, aku melakukan itu semua hanya karena terpaksa, agar kita juga bisa menikmati uang yang di berikan oleh wanita tua itu,'' balas nya dan langsung menerkam sang wanita, dan terjadilah lagi pergulatan panas di dalam kamar apartemen Samuel, yang di belikan oleh Mama Agnes.


****************


Mahalini pergi ke rumah sakit bersama dengan Mama Clara dan juga Mami Amora, mereka sudah siap untuk mengetahui jenis kelamin sang cucu pertama nya, karena sejak kemarin Mahalini dan juga Devano tidak pernah ingin tau jenis kelamin sang anak, apapun nanti jenis kelamin nya akan di terima dengan penuh kasih sayang.


Mama Clara sangat antusias ketika Mahalini bersedia, ''Terima kasih banyak sayang, kamu sudah mau di ajak lihat jenis kelamin cucu Mama.'' ucapnya dengan sumbringah.

__ADS_1


''Mama tidak boleh menyesal ya,ketika jenis kelamin anak Lini tidak seperti kemauan Mama dan Mami,'' sahut nya dengan nada lirih. ''Selama ini Lini dan Mas Devano berharap semuanya bisa menerima anak Lini apapun jenis kelamin nya,'' tambah nya dengan berlinang air mata.


''Kenapa kamu malah berkata seperti itu sich sayang, kami semua akan menerima jenis kelamin cucu Mama, dengan tangan terbuka sayang,'' balas nya dengan mengelus punggung Mahalini,agar sang menantu lebih tenang dan juga tiak merasa sedih lagi.


''Yang di katakan Mama mertua kamu itu benar nak? Jadi kamu jangan merasa bersalah seperti itu kepada kami, mau perempuan atau laki laki semuanya akan sama bagi kita, itu semua adalah anugrah bagi keluarga kita semua, kehadiran cucu kita akan membawa kebahagi'an itu sendiri,'' sambung Mami Amora dan memeluk sang putri yang masih nampak sangat sedih.


Semua itu bisa terjadi kepada semua orang, karena jenis kelamin anak yang menentukan kebahagia'an dalam pernikahan, tapi sebagian orang tidak peduli dengan jenis kelamin ang anak yang masih berada di dalam kandungan Ibunda nya.


Kadang ada mertua yang begitu egois kepada menantunya, yang meminta cucu pertama nya harus berjrnis kelamin laki laki. Tapi tidak dengan keluarga Devano, mereka akan menerima cucu nya nanti apapun jenia kelamin nya nanti.


''Terima kasih Mama, Mami, kalian memang Mama dan Mami yang baik buatku, maaf kalau selama ini aku belum bisa membahagia'kan kalian semua, maafkan aku Ma, Mi?'' ucap nya dengan mengulas senyum yang begitu manis dan juga sudah mengusap air matanya dengan punggung tangan nya.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.


__ADS_2