
Mahalini dan Mama Clara sedang sibuk memilih tas yang saat ini sedang di buru para pembeli.
Mahalini yang notabene nya tidak tau tentang tas hanya mengambilkan tas yang ditunjuk sang Mama Clara saja, tanpa ada niat untuk memilih untuk dirinya sendiri.
''Kenapa kamu nggak pilih juga sayang?'' tanya Mama Clara di saat sudah sadar dengan sang menantu.
''Tas Lini masih bagus kok Ma, lagian yang beli kemarin saja masih belum ke pakek kok?'' jawab nya dengan nada lembut.
''Pilih saja, biar Mama yang bayar nanti,'' titah nya, tapi sekali lagi Mahalini hanya menggelengkan kepalanya.
''Tidak usah Ma, tadi aja sudah cukup? Mama belikan banyak camilan untuk Lini,'' sahutnya dengan menyadarkan kepalanya di bahu sang Mama Clara.
Beberapa menit kemudian, Mahalini di kejutkan dengan pelukan seorang wanita seumuran dengan Mama mertua nya, Mahalini yang bingung hanya melihat ke kanan dan juga ke kiri.
Dan tatapan Mahalini berhenti tepat ke arah Pria paruh baya yang kemarin ia tabrak, membuat ponsel pria paruh baya tersebut mati total.
''Akhirnya Mama bisa memeluk kamu sayang?'' gumam nya dengan lirih, Mahalini masih terus terdiam, tanpa mau membalas pelukan dari wanita yang memeluk nya.
''Maaf Nyonya,'' ucap Mahalini mencoba melepaskan pelukan Nyonya Amora.
''Ini Mama Nak, ini Mama?'' Nyonya Amora menekankan kata Mama kepada Mahalini.
Mahalini yang terkejut hanya bisa membelalakkan matanya, dengan pengakuan Nyonya Amora barusan.
''Mungkin anda salah orang Nyonya,'' Lagi lagi Mahalini menepis semua ucapan dari Nyonya Amora sang Mama.
Nyonya Amora sangat sedih ketika puteri nya menolak dirinya, siapa yang salah kalau sudah seperti ini, saudara Nyonya Amora lah yang salah, karena dialah yang menculik Mahalini kecil 20 tahun lalu.
Mama Clara datang menghampiri sang menantu, karena Mama Clara baru sadar kalau Mahalini tidak mengikuti di belakang nya.
''Sayang? ada apa ini,'' tanya Mama Clara dengan kebingungan nya.
''Anda siapa?'' tanya balik Nyonya Amora dengan setengah menyelidik.
''Saya Mama mertua nya, anda sendiri siapa? kok peluk peluk menantu saya,'' jawab Mama Clara dengan menarik tangan Mahalini.
''Jadi? puteri saya sudah menikah,'' tanya Nyonya Amora dengan nada sedih nya, Nyonya Amora sudah tertinggal banyak dengan perkembangan puteri nya, karena saat ini puteri kecilnya sudah memiliki seorang suami.
''Pi,'' Nyonya Amora menghambur ke pelukan Tuan Sagara, di mana sang suaminya hanya terdiam melihat wanita di depan nya.
__ADS_1
''Maaf Nyonya, lebih baik kita cari tempat yang lebih nyaman saja, kita bisa menjelaskan semua nya kepada anda, selaku Mama mertua dari puteri kami,'' ujar Tuan Sagara, Mama Clara cengo' dengan ucapan Tuan Sagara di depan nya.
Tuan Sagara, adalah seorang pengusaha yang sukses, siapa yang tidak kenal dengan Tuan Sagara, tapi perihal Nyonya Amora sebagian orang tidak mengenal nya, karena keberada'an Nyonya Amora sedikit di rahasiakan oleh suaminya, yakni Tuan Sagara sendiri. Itu semua di lakukan oleh Tuan Sagara demi keselamatan sang istri.
Tuan Sagara sangat mengharapkan Mama Clara menyetujui ajakan nya, itu semua di lakukan demi sang istri.
Mama Clara mengangguk, seraya berkata, ''Baiklah Tuan, kami hanya bisa mengikuti anda, karena saya juga penasaran dengan keluarga menantu saya ini,'' sahut Mama Clara, ''Kamu setuju kan sayang?'' yanya nya kepada Mahalini, orang yang sangat di harapkan oleh Tuan Sagara dan juga Nyonya Amora.
''Lini ngikut Mama saja,'' balas nya dengan menatap Mama Clara, tak lupa juga Mahalini mengulas senyum di bibir manis nya, membuat Mama Clara senang mendengar nya.
Tuan Sagara membawa Nyonya Amora, Mama Clara dan juga Mahalini ke sebuah restoran yang ada di dalam Mall milik nya. Mahalini masih terus di peluk oleh Nyonya Amora, yang tidak mau menggunakan kursi roda nya kembali.
Mahalini tidak menolak dengan pelukan Nyonya Amora, dia masih terus diam dan terus memikirkan ucapan yang dia dengar tadi, Mahalini menganggap semuanya hanyalah mimpi semata, dan itu tidak nyata bagi nya.
'Ya Allah, benarkah wanita di samping hamba saat ini adalah Ibu kandung Lini, hamba tidak ingin terlalu bahagia dengan semua ucapan ucapan yang hanya membuat Mahalini sakit hati kembali Ya Allah, ya Allah? hamba hanya ingin kebahagia'an yang nyata,' gumam nya di dalam hati, bathin Mahalini berkecamuk mengingat semua perkata'an Nyonya Amora tadi.
Tuan Sagara masuk ke dalam ruangan yang sudah ia pesan sebelum nya, Tuan Sagara hanya ingin membuat istri dan anak nya cepat kembali du tengah tengah keluarga nya.
''Lebih baik kita makan siang saja dulu,'' ucap Tuan Sagara membuka obrolan nya.
Mama Clara mengangguk, ''Baiklah Tuan, lagipula sekarang sudah waktunya makan siang juga kan?'' tukas nya dengan mengambil buku menu yang sudah di sodorkan oleh pramusaji di restoran tersebut.
Mahalini yang sedang di landa kegalauan hanya diam saja tidak menggubris ucapan Mama mertua nya, Mahalini masih memikirkan sesuatu yang mungkin saja akan terjadi saat ini.
''Sayang??'' seru Mama Clara dengan melambai-lambai kan tangan di depan wajah sangat menantu.
''Kenapa Ma,'' tanya Mahalini yang baru menyadari perkata'an Mama mertua nya.
''Kamu kenapa sayang,'' lagi lagi Mama Clara menanyakan sangat menantu, karena tadi sebelum berangkat dan juga sebelum bertemu dengan keluarga Sagara, menantunya sangat senang dan juga bahagia, tapi sekarang menantunya hanya murung dan senyuman nya hilang begitu saja.
''Lini tidak apa apa kok Ma, tapi Lini belum mengabari Mas Vano saja,'' jawab nya dengan beralasan.
''Sayang, kamu mau makan apa?'' tanya Nyonya Amora kepada Mahalini.
''Apa saja, Lini bukan pemilih makanan,'' jawab nya dengan memaksa kan senyuman nya.
Mama Clara hanya menarik nafas panjang nya dan membuangnya secara perlahan.
''Kamu nggak apa apa kan?'' tanya Mama Clara lagi, Mama Clara hanya ingin memastikan keada'an menantunya dalam keada'an baik baik saja.
__ADS_1
Mahalini mengangguk dan tak lama kemudian, ponsel Mahalini bergetar menampakkan nama suaminya yang sedang menghubungi nya.
''Siapa?''
''Mas Vano Ma, Lini angkat telfon dulu ya,'' jawab nya yang di angguki Mama Clara.
''Maaf Tuan dan Nyonya, Lini angkat telfon dulu,'' pamit nya dengan beranjak dari tempat duduk nya, Mahalini berjalan ke pojokan di mana di sana tidak ada seorang pun.
-'' Hallo Assalamu'alaikum,'' Ucap Mahalini ketika sudah menggeser layar ponsel nya ke warna hijau.
-'' Kamu di mana sayang, kok Mas pulang kamu tidak ada di apartemen, kamu baik baik saja kan?'' tanya nya dengan beberapa pertanya'an.
-'' Mas Vano tidak usah khawatir, Lini ergi sama Mama kok, ini Lini ada di sebuah restoran sedang makan siang bareng,'' jawab nya dengan menampakkan deretan gigi putih nya.
-'' Mas sengaja pulang dari kantor, ingin makan siang bareng, jadi tunggu Mas di sana oke,'' pinta Devano dengan memutuskan sambungan panggilan nya.
Mahalini kembali memasukkan ponsel di saku celananya, dan berjalan menghampiri Mama Clara dan juga keluarga Tuan Sagara.
''Maaf, sudah membuat menunggu,'' ucap Nya dengan perasa'an yang tidak enak.
''Tidak apa apa Nak, siapa yang menelfon,'' tanya Nyonya Amora kepada Mahalini.
''Suami Lini Nyonya, dan maaf juga kalau lancang sebelum nya, karena suami Lini juga akan datang ke restoran ini,'' ucap nya dengan sedikit takut, karena Mahalini tidak minta ijin lebih dulu kepada keluarga Tuan Sagara.
''Tidak apa apa, Mama juga ingin tau suami kamu juga Nak? maaf, kami baru bisa menemui kamu sekarang,'' sahut Nyonya Amora dengan nada sedih nya, sebenarnya dia tidak ingin menampakkan rasa sedihnya di depan sang puteri, tapi mengingat dia belum di akui sebagai Ibu oleh Mahalini, membuat Nyonya Amora sangat sedih mengingat penolakan dari puteri nya.
Selama ini keluarga Tuan Sagara sudah mencari keberada'an Mahalini di semua daerah, maupun keluar negeri sekalipun, tapi pencarian nya nihil tanpa membuahkan hasil, dan batu hari ini Tuan Sagara bisa bertemu lagi dengan puteri kandung nya, setelah kejadian tempo hari yang membuat Tuan Sagara mencari tau Mahalini, karena sebuah kalungnyang melingkar dengan cantik di leher Mahalini, kalung tersebut adalah pemberian Tuan Sagara ketika puteri nya berulang tahun ke satu tahun nya.
Kalung tersebut yang menemukan Mahalini kembali dengan Tuan Sagara.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 🙏💕📩💕🙏💕🙏💕