
Di sekolah ternama si kembar belajar bersama dengan sang teman teman, semua teman temannya baik baik, tapi ada sebagian yang suka jahatin si kembar, karena mereka tidak suka dengan keakraban yang di perlihatkan oleh si kembar.
''Ech, tuh liat! yang sering mencari muka sama Guru sudah datang tuh,'' salah satu teman di sekolah mengejek si kembar yang tengah berjalan menuju ke kelas nya.
''Hahaha iya, apa dia nggak malu ya, suka mencari muka sama Guru kita, atau mereka berdua hanya ingin merasa di kasihani saja sama Ibu Guru,'' sambung nya dengan nada angkuh.
''Entahlah, aku juga tidak suka dengan mereka berdua, sok kaya juga, padahal kismin,'' sahut teman yang lain nya.
Khanza yang melihat tangan sang Abang yang sudah terkepal kuat, segera menggenggam erat tangan sang Abang, agar Abang nya tidak melakukan hal-hal yang akan membuat dirinya rugi, dan malah menguntungkan anak anak nakal di depan nya.
''Sudah, jangan di ladeni, mereka berlima hanya seekor lalat yang kapan saja kita geprek, layak nya ayam geprek di rumah catering Bunda,'' bisik Khanza, agar sang Abang bisa tenang dan bisa mengendalikan emosi sesaat nya.
__ADS_1
''Ayo masuk,'' ajak nya dengan sedikit menarik tangan Khalid ke dalam kelas.
''Ada apa?'' tanya anak laki-laki yang memang teman Khanza dan juga Khalid.
''Tidak apa apa, hanya ada beberapa ekor lalat saja yang sedang memaksa untuk hinggap di makanan ku,'' jawab Khanza ngasal.
''Masih kecil sudah pintar bo'ong nich cewek satu,'' vetus nya dengan menepuk bahu Khanza yang tengah melepaskan tas punggung nya.
''Dasar bocah,''
''Kau juga bocah,'' balas Khanza meninju punggung teman nya dengan pelan.
__ADS_1
''Jadi cewek jangan petakilan gitu, nanti malah tidak ada anak laki-laki yang mau sama kamu lagi,'' kata sang teman yang mulai menyukai Khanza.
''Ich, amit amit dech? kalau cuma kamu cowok di dunia ini, aku tidak akan mau sama kamu itu, cowok kok kayak cewek,'' balas Khanza yang tidak mau di ledek atapun di ejek oleh teman sekelas nya.
''Apa sich dek, masih kecil sudah mikir kesitu, ingat kita hanya bocah umur 4 tahun lebih,'' seru Khalid yang tak suka dengan sang adek, ketika mengatakan ucapan ucapan yang menurut Khalid menuju ke kata kata kelewatan.
''Tapi Bang,'' Khanza masih terus mau membela diri dari omelan sang Abang, tapi Khalid tidak mau di bantah, apalagi sampai di lawan, dan pada akhirnya? Khanza lah yang harus mengalah dari Khalid sang Abang.
'Memang tidak enak kalau punya Abang, karena tidak enak nya adalah selalu di tegur ketika kita sedang membalas omongan laki-laki,' gumam nya di dalam hati, sedangkan bibir cemberut.
'Punya adek cewek kok seperti ini sich, tidak ada anggun anggun nya sama sekali, padahal masih bocil, tapi sudah memikirkan hal hal yang menuju ke dewasa, di mana orang orang dewasa hanya memikirkan pacaran, pacaran dan pacaran saja, aduh adek... capek aku??' Khalid membalas gumaman Khanza di dalam hati nya, seakan mereka berdua memiliki Ilmu telepati yang mengetahui isi hati dari saudara kembar nya.
__ADS_1