Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 71.


__ADS_3

Almira sudah kembali ke kampus nya setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Mama Agnes hanya menatap kesal dengan anak gadis nya yang kini sudah berubah setelah pulang dari rumah sakit kemarin, Mama Agnes tak menghiraukan Almira ketika dia sudah menuruni anak tangga dan berjalan ke meja makan.


Almira juga tidak bertegur sapa dengan sang Mama, Almira juga kesal dengan sang Mama yang tidak mau menjaganya ketika masih di rawat di rumah sakit kemarin.


Almira mengoleskan slai coklat ke roti tawar nya dan segera meminum susu yang sudah di sediakan oleh asisten rumah nya.


Almira bergehas pergi menuju ke kampus nya setelah masuk ke dalam mobil nya, ''Apa apa'an,'' gumam nya dengan kesal.


Almira melajukan mobilnya dengan cepat, karena pagi ini ada jam kuliah pagi, dan itu tidak boleh telat karena sang dosen yang terkenal sangat galak dan juga judes.


Kini Almira sudah tiba di parkiran universitas nya, dan diapun si sambut oleh Mayang di parkiran kampus nya.


''Tumben lho masuk kuliah,'' seru Mayang ketika datang menghampiri Almira yang baru turun dari mobil nya.


''Gue kemarin sakit, dan lho sama sekali tidak menjenguk di rumah sakit,'' jawab nya dengan ketus.


''Heyyy!! lho tidak memberitahu aku kan, danana mungkin aku tau kalau kamu masuk ke rumah sakit, karena aku bukan cenayang yang bisa menebak hati seseorang,'' jawab Mayang dengan tak kalah ketus dari Almira.


Almira hanya terkekeh, karena dia juga salah dengan ucapan nya kepada Mayang, dan mana mungkin dia mau mengatakan kalau dirinya sedang sakit, sedangkan dia merasa sangat malu, karena di rumah sakit dia sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari sang Mama, Mama yang selama ini ia bela dan juga gara-gara sang Mama Almira jadi beemusauy dengan Mahalini, adik angkat nya.


''Sudahlah, lagipula aku sudah sehat dan hari ini masuk kuliah kan,'' potong nya. Almira tidak mau di sangka dalam keada'an bermasalah dengan keluarga nya, karena semua keluarga nya tidak datang untuk menjaga nya di rumah sakit.


Papa Setiawan dan juga Farel sang adik tidak datang ke rumah sakit. Itu karena perintah Mama Agnes yang dulu pernah pura pura sakit, karena Papa Setiawan lebih memperhatikan Mahalini.


Jadi kemarin saat Almira mengatakan kepada Papa Setiawan dan juga sang adek, kalau dirinya sedang di rawat di rumah sakit, Papa Setiawan hanya mengirim sejumlh uang untuk membayar rumah sakit, sedangkan Farel hanya tertawa mendengar ucapan sang kakak.


-''Sudah lah kak, kamu tidak usah berpura-pura sakit kepada ku, karena aku sudah tidak akan percaya sama kamu, karena kamu juga mengatakan seperti itu sebelum nya, dan apa yang aku lihat! kamu hanya tertawa dengan Mama Agnes, itu yang membuat aku benci banget sama kamu kak.'' jawab Farel dan segera memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak.


Begitulah isi percakapan antara Almira dengan Farel sang adik.


'Mungkin aku terlalu jahat sama mereka semua, sehingga adik dan juga Papa tidak mau menjenguk ku di rumah sakit.' bathin Almira yang kini sudah berada di dalam kelas nya.


Sedangkan Mayang sedari tadi memperhatikan sikap Almira yang lebih banyak diam nya, karena itulah Mayang menyenggol lengan Almira seraya berkata.


''Heh, kamu kenapa? apa masih sakit,''


''Tidak apa apa kok, cuma kepikiran mata pelajaran kemarin saja, selama aku tidak masuk kuliah, ada tugas nggak,'' tanya Almira kepada sahabat nya Mayang.


''Huuuu, sejak kapan seorang Almira menanyakan tugas kampus, apa kepala kamu kejedot dinding, sehingga kamu jadi seperti ini,'' Mayang bukan nya menjawab, malah dia meledek sahabat nya, karena menurut Mayang Almira sedikit berubah dari biasanya yang cuek dengan semua tugas yang di berikan oleh dosen yang mengajar di kelasa nya, tapi sekarang Mayang malah di kejutkan dengan pertanya'an Almira.


Sungguh di luar nalar, pikir Mayang.

__ADS_1


''Gue serius,'' Almira mendelik ke arah Mayang yang masih mentertawakan dirinya, ''Giliran aku baik? malah di ledekin seperti ini,'' lanjut nya dengan mencebikkan bibir nya.


''Aku bukan nya mau meledek kamu, tapi aku terkejut saja mendengar perkata'an kamu barusan, aku juga tidak habis pikir kalau kamu juga mau mengerjakan semua tugas tugas kamu di kampus ini,'' jawab nya dengan sedikit kencang, dan itu membuat sebagian teman di kelasnya pada memandang ke arah Mayang dan juga Almira.


Almira dan Mayang menghentikan obrolan nya ketika sang dosen Agama sudah masuk ke dalam kelas nya.


''Assalamu'alaikum,'' sapa sang dosen lepada semua mahasiswa nya.


''Waalaikum salam,'' jawab semua mahasiswa dengan bersama'an.


''Hari ini saya akan sedikit menerangkan _"Kebenaran"_


قال الله تعالى‏:‏ ‏{‏يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وكونوا مع


الصادقين‏}‏ ‏(‏‏(‏التوبة ‏:‏119‏)‏‏)‏ وقال تعالى ‏:‏ ‏{‏ والصادقات‏}‏ ‏(‏‏(‏الأحزاب‏:‏ 35‏)‏‏)‏‏.‏ وقال تعالى ‏:‏ ‏{‏فلو صدقوا الله لكان خيراً لهم‏}‏ ‏(‏‏(‏محمد ‏:‏ 21‏)‏‏)‏‏.‏


Allah Ta'ala berfirman:


"Hai sekalian orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah engkau semua bersama-sama dengan orang-orang yang benar." (at-Taubah: 119)


Allah Ta'ala berfirman pula:


"Dan orang-orang yang benar, lelaki ataupun perempuan." (al-Ahzab: 35)


"Dan andaikata mereka itu bersikap benar terhadap Allah, pastilah hal itu amat baik untuk mereka sendiri." (Muhammad: 21)


Adapun Hadis-hadis yang menerangkannya ialah:


Pertama


Dari Ibnu Mas'ud r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Sesungguhnya kebenaran - baik yang berupa ucapan atau perbuatan - itu menunjukkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan ke syurga dan sesungguhnya seseorang itu nescaya melakukan kebenaran sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang ahli melakukan kebenaran. Dan sesungguhnya berdusta itu menunjukkan kepada kecurangan dan sesungguhnya kecurangan itu menunjukkan kepada neraka dan sesungguhnya seseorang itu nescaya berdusta sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang ahli berdusta." (Muttafaq 'alaih)


Sabda Nabi s.a.w. Yuriibuka, boleh dengan difathahkan ya'nya (dan boleh pula didhamahnya, artinya: "Tinggalkanlah olehmu apa saja yang engkau ragukan perihal boleh atau halalnya sesuatu dan beralihlah kepada yang tidak ada keragu-raguan perihal itu dalam hatimu."


Yang kedua.


Dari Abu Sufyan bin Shakhr bin Harb r.a. dalam Hadisnya yang panjang dalam menghuraikan ceritera Raja Hercules. Hercules berkata: "Maka apakah yang diperintah olehnya?" Yang dimaksud ialah oleh Nabi s.a.w. Abu Sufyan berkata: "Saya lalu menjawab: "Ia berkata: "Sembahlah akan Allah yang Maha Esa, jangan menyekutukan sesuatu denganNya dan tinggalkanlah apa-apa yang dikatakan oleh nenek-moyangmu semua." Ia juga menyuruh supaya kita semua melakukan shalat, bersikap benar, menahan diri dari keharaman serta mempererat kekeluargaan." (Muttafaq 'alaih).


Salah satu mahasiswa mengangkat satu tangan nya, ketika sang dosen masih menerangkan bab kebenaran.


''Maaf Pak, bab tersebut ada di kitab apa kalau boleh saya tau,'' tanya nya dengan lugas, sang dosen tersenyum karena ada mahasiswa yang berani bertanya tentang pelajaran saat ini.

__ADS_1


''Bab kebenaran ada salah satu kitab Riyadhus solihin, kalau dari salah satu dari kalian memiliki kitab tersebut bacalah di sana sudah di yerangkan semuanya, termasuk dengan hadis nya juga.'' jawab nya seraya menunjuk kan kitab Riyadhus solihin yang beliau pegang saat ini.


''Terima kasih Pak,'' ucap nya, ketika dia sudah mengerti ban tersebut.


Sedangkan Almira hanya terdiam di bango paling belakang, dia hanya menjadi pendengar yang baik di dalam kelasa nya, karena selama ini dia sudah tidak melakukan kebenaran sama sekali, yang di lakukan dirinya adalah sebuah kebohongan dan juga fitnah bagi teman yang biasa anggap mau menyaingi dirinya.


Mayang sesekali melirik wajah Almira yang hanya mengangguk pelan dengan keterangan sang dosen di depan.


'Kesambet apa'an sich nich anak, tidak biasanya dia bersikap seperti ini, jangan kan kepada lainnya, kepada saudara angkat nya saja judes nya minta ampun,' gumam Mayang yang melihat perubahan Almira saat ini.


Tak terasa pelajaran dosen agama sudah selesai, dan semua mahasiswa keluar menuju ke kantin yang ada tak jauh dari kelas nya.


''Ech Mira, kamu sudah sembuh,'' tanya salah satu mahasiswa lainnya yang berpapasan dengan Almira di lorong kampus.


''Iya, alhamdulillah sudah baikan sekarang,'' jawab nya dengan ramah. Lagi lagi Mayang sang sahabat di buat terkejut dengan ucapan Almira yang bisa beraiky ramah dengan lainnya.


''Alhamdulillah, ya sudah kalau gitu aku ke ruangan dosen dulu, kamu mau ke kantin kan?'' tanya nya sebelum dia benar-benar pergi dari hadapan Almira.


''Iya, perutku sudah keroncongan, dan minta di isi secepatnya,'' ucapnya dengan kekehan kecil kepada seorang laki-laki yang mengajak nya mengobrol.


''Ya sudah aku pamit ya,'' pamit nya dengan melangkah pergi meninggalkan Mayang dan juga Almira di lorong kampus.


''Kayaknya kamu kenal banget sama Hanafi,'' ucap Mayang yang sudah penasaran sedati tadi.


''Bukan kenal banget sich, tapi kemarin dia sempat menjenguk ku di rumah sakit, jadi aku harus bersikap ramah juga sama dia dong, dan tak mungkin juga aku bersikap angkuh dengan seseorang yang sudah menjenguk ku di rumah sakit, memang nya kamu? hilang tanpa kabar,'' cetus nya dengan mengerucut kan bibir nya, karena sahabat nya sendiri tidak tau kalau dirinya tengah di rawat di rumah sakit kemarin.


''Ya elah, lagian kamu tidak woro woro kalau sedang sakit, kalau woro woro lebih dulu? pasti aku akan jenguk kamu juga kok, bukan cuma Hanafi saja yang menjenguk kamu di sana,'' balas nya yang tidak terima dengan ledekan Almira.


''Sudah, aku lapar dan harus minum obat juga, jadi ayo cepat ke kantin sekarang,'' putus nya dan menarik tangan Mayang yang masih terlihat kesal dengan sahabat nya.


Almira hanya pura pura tidak melihat wajah sahabat nya yang sudah tidak enak di pandang.


Apa karena Hanafi, Almira berubah menjadi baik dan juga lebih semangat lagi dalam belajar nya. Ikuti terus ya kak kisah nya.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 🙏💕🙏💕🙏💕🙏💕.


__ADS_2