Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 145.


__ADS_3

Semenjak di ketahui Mahal ini hamil anak kembar, Devano semakin posesif kepada sang istri, seperti pagi ini.


Drama pagi di kediaman Mama Clara membuat semua orang hanya menggeleng kan kepala nya, ketika Mahalini akan memakan makanan yang pedas.


''Sayang, kamu jangan makan makanan pedes lagi dong, kan sudah tidak boleh sama dokter?'' ujar Devano dengan merebut lauk pauk yang terasa pedasnya.


''Mama, mama pernah dengar tidak? dokter bilang tidak boleh makan pedas,'' Mahalini menatap Mama mertuanya yang juga duduk di meja makan.


Mama Clara hanya menggeleng pelan, seraya berkata, ''Dokter tidak pernah bilang begitu kok sayang??''


''Tuh dengar sendiri kan?'' ucap Devano dengan menatap wajah suami nya yang hanya bersikap santai, tanpa merasa bersalah sedikit pun kepada Mahalini.


Mahalini yang kesal hanya mencebikkan bibir nya, karena sudah ngy mood lagi sarapan nya.


''Nah lho, kamu sich mengambil makanan yang sudah di pesan sama istri kamu,'' omel sang Papa yang menatap tajam ke arah putra nya.


''Vano kan cuma tidak mau dia kenapa napa kok Pa, bukan apa apa?'' bela nya dengan memandang Mahalini yang sudah pergi dari meja makan.


''Terserah kamu saja dech,'' putus sang Papa dengan beranjak dari duduk nya, beliau akan berangkat ke kantor nya pagi ini, karena akan bertemu dengan pemegang saham di perusaha'an nya.


Melihat sang Papa sudah beranjak, Devano juga ikut beranjak dan berjalan menghampiri sang istri yang sudah duduk menonton tivi di ruang tengah.


''Mas berangkat dulu, jaga diri baik baik ya,'' pesan Devano dengan meraih tengkuk sang istri, Devano mencium bibir sang istri meski hanya sekilas.


''Iya, hati hati di jalan ya,'' sahut Mahalini dengan meraih tangan Devano dan mencium punggung tangan suaminya.


Setelah kepergian Devano, Mama Clara menghampiri menantunya yang tengah ngemil. ''Kenapa tidak di teruskan sarapan nya,'' tanya nya dengan pelan.


''Lini sudah males buat sarapan Ma, kan sama Mas Vano tadi ikan nya di ambil,'' Mahalini mengingat kan Mama Clara kembali masalah lauk nya di ambil oleh suaminya.

__ADS_1


''Iya, Mama tau kok kalau lauk nya di ambil, kan sekarang sudah tidak ada suami kamu, jadi ayo Mama temenin sarapan sekarang,'' ajak nya dengan memegang tangan sang menantu.


''Memang nya tidak apa apa Ma,''


''Tidak apa apa kok, dulu Mama juga suka sekali makanan pedas, Papa kamu tidak mengganggu Mama, tapi kenapa sekarang suami kamu malah seperti itu sich, lagian dokter mana yang tidak bolehin makan pedas,'' jawab Mama Clara dengan terus menggandeng tangan Mahalini.


Mood Mahalini kembali bagus setelah di bolehin memakan makanan yang sengaja ia request kepada Bibi di dapur.


''Enak,'' tanya Mama Clara yang melihat menantunya sangat lahap dengan makanan nya.


''Eenak,'' jawab nya dengan mulut penuh.


Kau yang tidak boleh di makan Mahalini tadi adalah kepiting saos pedas, Mama Clara sengaja kemarin membelikan menantunya kepiting kematin, karena dia mau makan kepiting tapi? di olahraga di rumah nya, alhasil Mama Clara membolangnke pasar bersama dengan Bibi yang biasa memasak dan belanja bulanan di pasar.


''Makan lah, jangan buru buru, setelah ini kamu mau ikut Mama ke butik nggak,'' tanya nya dengan terus menatap wajah Mahalini yang kini sudah belepotan.


''Mau Ma, Lini di rumah sendirian bosen, biasa nya Lini akan pergi ke rumah catering, tapi nggak di bolehin sama Mas Vano, jadi kesel dech.'' adu nya dengan mulut di manyun kan.


Mahalini mengangguk dan terus mengunyah makanan nya yang tinggal sedikit.


''Bibi, boleh minta tolong nggak?'' ujar Mahalini ketika melihat sang Bibi yang sedang melintas di depan nya.


''Minta tolong apa Nona,''


''Tolong, kalau nanti Mas Vano nanya siapa yang makan ini semua bilang saja apa gitu sama Mas Vano ya, jangan bilang Lini yang makan?'' ucap nya dengan mengedipkan matanya, agar sang Bibi mau di mintai tolong.


''Bibi, Lini mohon??'' rengek nya dengan menangkuo kedua tangan di dada nya.


''Baiklah Non, nanti Bibi tidak akan bilang sama den Devano,'' balas nya dengan pasrah, sang Bibi sebenarnya tidak tega dengan menantu di keluarga ini, ketika suaminya tidak mengijinkan untuk memakan makanan yang ia suka.

__ADS_1


Bagaimana bisa di bolehin begitu saja, lawing yang sukai Mahalini adalah makanan yang super hot, jadi mungkin Devano juga kasian dwngan calon debay nya yangasih berada di dalam kandungan, sebenarnya boleh memakan makanan pedas, asal jangan terlalu. Terlalu banyak dan terlalu sedikit, 🤭🤭✌🙏.


...****************...


Di butik Mama Clara mengajak Mahalini masuk ke dalam ruangan nya, di mana di sana ada dua meja yang selalu di tempati oleh Mama Clara dan juga Mami Amora, Mahalini yang tidak ikut ke butik kedua Mama nya hanya memandang takjub, betapa indah luas nya butik yang di miliki kedua Mama nya itu.


''Butik nya besar banget ya Ma, tapi dan juga bersih, Lini merasa sedih ketika baru mengetahui butik Mama sebagua ini,'' gumam nya dengan mata yang terus menatap ke langit langit butik yang ada lukisan laut.


''Kalau kamu betah, bagaimana kalau kamu bekerja di sini saja, nanti Mama yang bilang sama suami kamu itu, jadi kamu bisa fokus menggambar di sini, bagaimana??'' Mama Clara setengah memohon agar menantunya mau bekerja di ruangan yang di desain warna biru laut.


''Tapi bayaran nya bagaimana?'' Mahalini nampak menggoda Mama mertuanya dengan meminta bayaran sebagai desainer yang selalu mendesain baju baju yang ada di butik nya.


''Masalah bayaran, nanti Mama akan koordinasi dulu dengan Mami kamu, bagaimana? yang penting kamu dulu, mau atau nggak,'' tanya Mama Clara lagi dengan menaik turunkan alis nya.


''Bagaimana ya... Kalau di paksa gitu mau lah,'' jawab nya dengan kekehan nya.


''Ich, siapa juga yang maksa, tidak yang maksa di sini, cuma kamu saja yang mata duitan? padahal suami kamu banyak uang nya lho, sama Mama masih saja perhitungan juga. Rumah catering juga sangat maju pesat dengan banyak yang memesan online dan juga offline, tapi kamu masih saja kurang?!'' Mama Clara menaruh tangan di pinggang nya dengan ala ala seperti orang sedang marah.


''Ya kan? kerja'an nya beda Ma, berdasarkan kerja'an harus beda bayaran juga yoh, iya toh,'' kini Mahalini yang menarik turun alis nya membuat Mama Clara hanya menggeleng pelan, entah kenapa dia senang sekali dengan menggoda menantu nya yang sama sekali tidak mau memakai uang suaminya untuk hal lain nya, Mahalini selalu memakai uang Devano untuk menyumbang ke Yayasan yang biasa ia datangi bersama Mami Amora dan juga Mama Clara.


'Aku tidak salah dan tidak pernah salah, dalam menilai semua hal tentang menantuku, selain dia pintar, dia juga baik kepada semua orang, dia beda dari orang orang yang pernah mengejar Devano dulu, dia tidak pernah menampakkan dirinya kalau dia kaya dan juga banyak uang, dia hanya selalu memakai uang Devano untuk kebutuhan nya saja, selain itu dia harus di paksa agar mau memakai uang hak yang selalu di beri oleh Devano, aku sungguh beruntung ya Allah, tanpa dia butik kami tidak akan menjadi apa apa sekarang,' Bathin Mama Clara dengan mengulas senyum ketika melihat menantunya, yang sudah sibuk dengan kertas putih di depan nya.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.


__ADS_2