
''Kapan kapan aku akan bicarakan ini kepada Papi, biar Papa bisa berkumpul lagi dengan kita, di kota yang sama juga, '' kata Mahalini, Mahalini sudah tau dengan perusaha'an yang sedang di kelola nya.
''Jadi perusaha'an yang Papa kelola saat ini, adalah perusaha'an Papi kamu?'' tanya nya dengan penuh keterkejutan.
Mahalini hanya mengangguk pelan, Mahalini menatap wajah lelah sang adek yang begitu menyayangi Papa nya, yang kini sudah mulai di landa kecemasan.
''Kamu tidak usah berpikir yang macam macam lagi sayang, nanti kamu malah drop? dan kita tidak bakal bertemu dengan Papa,'' Devano mengingatkan istri nya, yang memang keras kepala, apa yang dia pikirkan akan terus tersimpan rapi di dalam otak dan di dalam hatinya, kadang kala Devano merasa takut dengan perilaku istri nya.
''Tidak apa Mas, aku juga tidak terlalu berpikir ke sana kok, aku cuma mau minta Papi untuk memindahkan tugas Papa Setiawan di kota saja,'' bohong nya.
Bohong banget, kalau seorang putri tidak memikirkan Ayah nya yang berada di tempat yang jauh, dan juga Ayah nya hanya tinggal sendiri, karena umur seseorang tidak ada yang tau, kapan ajal akan tiba, Mahalini takut nya Ayah nya kenapa napa di sana, sedangkan asisten rumah nya selalu pulang ketika menjelang malam, dan otomatis Ayah nya hanya tinggal sendirian di rumah dinas nya.
Almira meneouk oungy tangan sang adek yang terlihat sangat sedih, ''Kamu jangan sedih lagi ya, pikirkan baby kamu di dalam sini, dia akan merasa sedih juga, karena Bunda nya sedih,'' Ucap Almira lembut.
__ADS_1
Hanafi tersenyum melihat suara Almira yang begitu lembut kepada adek angkat nya, dia tidak menyangka? kalau dirinya bisa merubah wanita yang keras kepala dan juga egois seperti Almira.
''Yang di katakan Kakak kamu itu benar Lini, jangan sedih? takutnya kamu malah merasakan kontraksi lagi kan bahaya,'' sambung Hanafi, membuat Devano yang berada di samping melongo, dia tidak habis pikir dengan perkata'an yang di lontarkan oleh Hanafi, laki-laki Almira.
''Memang nya kalau sedang sedih dan menangis githu, bisa menimbulkan kontraksi,'' tanya Devano memastikan.
''Sebagian sich Pak Devano, masak anda tidak membaca di Mbah go*ogle sich,'' tanya Hanafi dengan mengerutkan kening nya.
''Sayang, kok kamu selalu bongkar rahasia ku sich?'' seru nya dengan menatap wajah Mahalini yang begitu cantik.
''Apa sich Mas, aku bicara dengan fakta, bukan hoax ya,'' balas nya dengan menyandarkan punggung nya ke sandaran jok mobil nya.
Devano hanya bisa melirik saja, dia sedang menyetir dan dia juga sedang membawa wanita yang ia cintai, dan sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ayah juga, jadi Devano harus memaklumi mood istri nya.
__ADS_1
''Jangan galak galak, nanti anak kamu malah menjadi seseorang yang galak dan di jauhi teman teman nya, bagaimana?'' bisk nya dengan sengaja, Almira mencoba menggoda sang adek yang begitu kaget dengan ucapan Almira baru saja.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.
__ADS_1