Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 174.


__ADS_3

Pagi itu Mahalini dan si kembar datang ke rumah catering.


''Kalian suka nggak dengan tempat kerja Bunda,'' tanya nya dengan menatap keduanya yang menatap takjub ke arah rumah catering, di mana di sana ada beberapa anak kecil yang tengah bermain.


''Suka kok Bunda, tapi Khanza penasaran? Kenapa di sana banyak anak anak yang bermain,'' tanya nya dengan sangat polos.


''Och itu, anak anak dari pegawai Bunda sayang, kalian mainlah sama mereka semua ya, Bunda mau masuk dulu ke dalam dulu,'' sahutnya dengan mengelus puncak kepala sang putri da putra nya.


Sebalum Mahalini masuk ke dalam, dia tak lupa mengantarkan ke anak anak yang sedang asik bermain yang berada di samping rumah catering.


''Pagi sayang?'' sapa Mahalini lembut.


''Pagi juga Bunda,'' jawab nya hampir bersama'an.


''Bunda boleh minta tolong nggak,'' balas nya, ''Bunda mau mau masuk ke dalam, tapi Bunda membawa kedua anak Bunda, jadi? Bunda minta tolong temani ana anak Bunda, boleh,'' tambah nya dengan ulasan senyum di bibir nya.


''Sanagat boleh Bunda, kami di sini akan menjaga ank anak Bunda, jadi Bunda bisa bekerja dengan tenang oke,'' sambung anak laki laki yang baru saja masuk sekolah menengah pertama itu.


''Terima kasih sayang, Bunda masuk dulu ya,'' pamit nya yang di angguki oleh Khanza dan juga Khalid.


''Ayo main di sini, kakak temani kalian berdua,'' ucapnya ketika sepeninggal Mahalini.


Khanza dan Khalid mengangguk dan berjalan menghampiri anak anak yang lain, yang sibuk dengan mainan nya.


''Hallo semua nya, kenalin ini anak anak Bunda Mahalini,'' ucap nya memperkenalkan kedua nya.


''Nama kalian siapa?'' tanya Dito, karena sang Bunda Mahalini tadi tidak engatakan nama kedua anak nya.


''Kenalkan, aku Kanza Salsabila, dan ini Abangku? Namanya Muhammad Khalid,'' ucapnya dengan lincah.


''Panggil saja Khalid,'' sambung nya dengan nada datar nya, karena Khalid tidak mau adeknya mengatakan terusan nama nya.


''Baiklah, kalian main saja dulu ya, kakak masih mau ke dalam dulu sebentar.'' pamit nya ketika ponsel nya berdering.

__ADS_1


Dito memang selalu datang ke rumah catering ketika hari minggu, dia suka membantu di rumah catering, ya meski hanya membantu mengemas saja.


Khanza dan Khalid langsung akrab dengan teman teman sebaya nya di rumah catering Bunda nya.


Mereka semua senang dengan keramahan Khalid dan juga Khanza, sampai ada salah satu anak yang bertanya.


''Tuan kecil, kenapa anda baik sama kita kita, padahal anda adalah anak dari Bos Ibu ku,'' tanya nya penasaran.


''Kit berdua dari kecil memang sudah di ajarkan untuk selalu rendah hati degan semua orang, karena yang kaya itu kan orang tua kita, bukan kita,'' sahut Khalid dengan antai.


''Lagi pula Bunda mengajarkan kita tidak memilih milih teman, karena kita sama di mata Tuhan, tidak ada yang kaya dan juga miskin, jadi untuk apa kita berdua sombong, lebih baik kita bersikap apa adanya saja,'' sambung Khanza dengan panjang lebar.


''Bunda hebat banget ya, selain Bunda cantik, dia juga memiliki dua anak anak yang cantik dan tampan.'' ucap nya


''Ach kalian bisa saja, sudahlah kita ke sini cuma mu cari teman saja, tidak mau cari pujian dari kalian semua,'' ungkap Khalid dengan bersedikap.


Anak ank yang lain pada terkekeh dengan penuturan Khalid barusan.


'Selain Bunda cantik dan baik, beliau juga memiliki anak anak yang begitu baik dan tidak pilih pilih teman seperti tetanggaku di rumah,' pikir salah satu anak anak yang juga ikut bergabung di sana. Karena setiap mingu mereka semua akan ikut Ibu Ibu nya untuk bekerja, karena di rumah catering banyak teman teman yang senasib dengan nya.


Lama mereka semua bermain, sampai lupa dengan makan siang nya, hari ini Mahalini menyuruh koki di dapur untuk memasakkan makanan untuk anak anak di luar.


''Bos, makanan sebanyak itu untuk siapa?'' tanya Santi yang tidak mengetahui bahwa kedua anak Bos nya ikut serta.


''Khalid dan Kanza, teman teman nya juga di luar, biar sekalian makan siang di sini juga,'' jawab nya yang masih sibuk menata meja makan.


''Si kembar juga ikut, kenapa Bos nggak ngasih tau aku sich, aku kan bisa nemenin mereka berdua,'' ucapnya dengan berlalu keluar, menghampiri si kembar.


''Kalian panggil semua nya untuk makan siang bersama, biar rame di sini. Ayo yang lain juga pada makan siang ya, sebentar lagi anak anak juga ikut makan siang bareng,'' kata Mahalini kepada semua para pegawai nya.


''Bos, anakku maan di rumah saja,'' ujar seorang Ibu yang baru keluar dari dapur.


''Tidak apa apa, mereka semua ada disini sekarang, kenapa harus makan di rumah nya sich,'' jawab Mahalini.

__ADS_1


''Tapi Bos,''


''Tidak ada tapi tapian, sekarang kalian makan lah,'' potong Mahalini seraya menyuruh semua para pekerja nya untuk makan siang bersama.


Sedangkan di luar, Santi tengah memeluk si cantik Kanza, tapi Khalid langsung kabur ketika melihat Santi datang menghampirinya.


''Tuan muda kenapa lari sich, saya kan tidak akan gigit tuan muda,'' kata Santi dengan suara yang di buat sedih.


''Tante tidak hanya gigit, tapi nanti nya akan mencium Khalid juga kan?'' jawab Khalid yang langsung di benarkan oleh sang adek.


''Iya, tante Santi kan emang selalu gitu kok,'' Khanza membenarkan ucapan kakak nya.''Lagian kenapa tante Santi harus memanggil Abang dengan sebutan tuan muda sich, kan dia bukan anak konglomerat,'' lanjutnya dengan mencebikkan bibir nya.


''Aduch Tuan muda dan Nona muda suka bercanda dech, Papa kalian kan memang konglomerat Tuan, jadi sudah sewajr nya kita memanggil tuan muda sama Khalid dan juga Khanza,'' tukas nya dengan menggendong Khanza.


''Ayo semua nya ikut tnte ke dalam untuk makan siang bareng?'' ajak Santi dengan melangka ke arah samping nya.


''Tapi tante, kita harus pulag makan di rumah, nanti setelah makan kita semua akan balik ke sini lagi oke,'' jawab nya polos.


''Iya tante, Ibu sudah masak di rumah tadi sebelum berangkatkerja,'' tambah yang lain nya, mereka semua memang tidak pernah mau makan siang di sana, karena mereka semuatakut merepotkan orang tuanya yang tengah bekerja di sana.


''Ini perintah Bu Bos lho, kalau kalian pulang, bagaimana kalau kalian tidak boleh datang ke sini lagi di lain waktu,'' Santi sedikit mengancam anak anak yang tidak mau makan siang di dalam.


''Ayo msuk semua nya, takut nya Bu Bos sampek datang ke sini dan marah marah,'' tambah nya lagi dengan mengulas senyum devil nya.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.


__ADS_2