
Hari hari Mahalini di jalani dengan sukarela, kandungan Mahalini kininsudsh menginjak 3 bulan tapi Mahalini masih tidak mau kalau keluarga besar nya mengadakan resepsi pernikahan nya dengan Devano.
Mama Clara dan juga Mami Amora tidak memaksa tapi mereka berdua cuma mengingat kan saja, kedua anak nya untuk segera mempublikasikan pernikahan mereka ke semua masyarakat, di mana Devano adalah seorang pengusaha yang terkenal dan terkaya, semua para klien dan koleganya harus mengetahui kalau Devano sudah memiliki keluarga, dan kini sang istri sudah mengandung buah cintanya dengan sang istri.
Dan itu semua akan mempengaruhi kehidupan Devano dan juga Mahalini, Devano yang sejak dulu sudah menjadi incaran wanita wanita yang ingin mengejar dan menjadikan Devano suaminya.
''Kamu harus ingat sayang, suamimu itu seorang pengusaha, dan di luaran sana banyak sekali wanita-wanita yang masih menganggap suami kamu itu tidak memiliki istri, karena dia tidak tau yang sebenarnya, maka dari itu? Mami sarankan kita adakan acara resepsi pernikahan kalian berdua, dan Papi juga ingin mengenalkan kamu ke semua rekan kerjanya kalau kamu adalah puteri yang selama ini kita cari,'' Ujar Mami Amora dengan panjang lebar.
''Yang di katakan Mami kamu itu benar sayang, kita sudah tidak sabar lagi? memperkenalkan kamu kepada ha layak, kalau kamu adalah menantu kesayangan Mama,'' sahut Mama Clara yang menyetujui pendapat dari besan nya.
''Tapi apa Mas Vano setuju dengan acara itu Ma, Mi?'' jawab Mahalini dengan menundukkan kepala nya, ''Bagi Lini, ini sudah cukup tanpa acara resepsi segala, karena pernikahan kami sahut di mata Agama dan juga negara,'' tambah nya lagi, karena Mahalini tidak yakin suaminya akan mengadakan acara resepsi seperti yang di katakan kedua Mama nya.
''Kenapa tidak, kami berdua malah di suruh nanya sama kamu sayang, suami kamu masih sangat khawatir dengan kandungan kamu, karena kamu akan kelelahan dan juga capek dengan acara ini, apa kamu tidak keberatan dengan acara ini, nanti kalau kamu sudah capek berdiri? kamu bisa duduk di pelaminan itu,'' kata Mama Clara dengan antusias.
''Apa akan secapek itu Ma?'' tanya Mahalini yang belum mengerti acara pernikahan orang kaya, yang Lini tau hanyalah pernikahan orang menengah ke bawah saja, seperti pernikahan teman nya dulu, yang sangat sederhana dan itu pun hanya di datangi para keluarga dan juga para tetangga dekat nya saja.
''Kamu yakin kan dulu, pikirkan dulu Mama dan Mami kamu akan memberi waktu 3 hati untuk memikirkan ini, Mama takut kalau orang orang mengira kamu menikah dengan Vano dalam keada'an hamil kalau sampai anak ini lahir lebih dulu,'' sambung Mama Clara, membuat Mahalini terperangah. Karena tidak banyak orang yang tau tentang pernikahan mereka berdua, hanya sebagian orang saja yang mengetahui pernikahan nya dengan CEO.
''Baiklah, nanti Lini akan bicarakan dulu dengan Mas Vano,'' ucap nya dengan lirih.
Mama Clara dan juga Mami Amora mengangguk, dia menyunggingkan senyuman manis nya karena sang puteri mau mengadakan acara resepsi pernikahan nya.
Di sela sela kesibukan Mahalini membuat kue di rumah Mama nya, dia juga sedang mempersiapkan usaha lain nya juga, rencana Mahalini akan membuka catering? tapi itu semua masih rencana saja, karena para pekerja di rumah Mama mertua nya sudah terlalu banyak, selain membersihkan rumah, para pekerja juga membantu Mahalini membuat pesanan kue.
Mahalini yang melamun desti tadi, membuat Mama Clara bertanya kepada sang menantu.
''Kamu kenapa sayang, apa yang sedang kamu pikirkan saat ini,'' tanya nya dengan penasaran.
__ADS_1
Mahalini segera membuyarkan lamunan nya, dan menatap wajah wanita cantik di depan nya, meski sudah berumur? tapi Mama Clara masih sama seperti dulu cantik dan awet muda, pikir nya.
''Mama, pelanggan Lini ada juga yang nanya makanan juga, dan Lin sempat berpikir kalau Lini akan membuka Catering saja, bagaimana?'' tanya nya dengan sangat pelan, Mahalini takut Mama mertua nya tidak mengijinkan dia untuk membuka catering.
''Apa kamu akan sanggup dengan semua itu sayang, nanti kamu akan capek dan juga akan menyita waktu lho? sekarang saja pesanan kue kamu sangat banyak, para pemesan membludak selama satu bulan ini, apa kamu tidak capek dengan semua pekerja'an ini semua,'' tanya Mama Clara dengan meyakinkan menantunya yang berencana membuka usaha catering.
''Lini bingung Ma, tapi beliau sangat berharap kalau Lini buka usaha catering juga, jadi kalau dia pesan makanan? tidak usah pusing mencari catering lagi,'' gumam nya dengan nada pelan.
Sedangkan sang Mami masih mengobrol dengan Devano di luar rumah. Lebih tepat nya di taman belakang rumah nya.
''Mami mau ngomong sesuatu sama Nak Vano,'' ucap nya dengan serius.
''Mau ngomong apa Mi?'' tanya Devano bersikap biasa saja.
''Tadi Mami dan Mama kamu sudah membujuk Mahalini, dan dia masih minta waktu? apa kamu tidak keberatan dengan itu semua.'' tanya nya.
''Mami yakin tidak akan kenapa napa dengan kehamilan Lini, Mami harap semuanya berjalan dengan sesuai rencana. Karena Mami tidak mau orang orang berprasangka buruk dengan Mahalini, karena dia hamil,'' balas Mami Amora dengan nada lirih nya.
''Devano juga tidak menginginkan itu juga Mi, sebisa mungkin Devano akan cepat mengumumkan pernikahan kita kepada publik, agar yang Mami pikirkan tidak sampai terjadi,'' tukas nya, meyakinkan sang Mami.
Mami Amora tersenyum, dengan pernyata'an menantunya, ''Terima kasih sudah menerima anak Mami dengan segala kekurangan nya, dan terima kasih sudah mau menjaga Mahalini selama ini,'' gumam nya pelan, Mami Amora menghapus air mata yang sudah tergenang di kedua pipi nya.
''Mami jangan khawatir lagi, sekarang Mahalini sudsh bahagia bersama kita semua, kita semua akan selalu membahagiakan Mahalini,'' jawab nya dengan mengulas senyum.
Mami Amora membalas senyuman menantunya.
''Betah banget di sini,'' seru Mahalini dengan membawa camilan dan juga minuman hangat untuk kedua orang yang ia sayangi.
__ADS_1
''Kenapa repot repot bawa minuman kesini sich sayang, Mami bisa masuk dan mengambil minuman sendiri di dalam,'' ucap nya dengan mengambil alih nampan yang masih di pegang Mahalini.
''Tidak apa apa kok Ma, lagian ini tidak berat dan selama Lini hamil tidak merasakan gejala seperti orang hamil seperti umum nya, yang mengalami mual muntah,'' jawab nya dengan sangat lembut.
''Iya, Mami juga sempat khawatir kalau kamu mengalami semua itu, dan kamu juga tidak mau meninggalkan usaha kamu,'' sambung Mami Amora.
''Devano juga khawatir Mi, tapi yang di khawatirkan tidak mau mendengarkan nya,'' adu Devano kepada sang mertua.
''Kamu harus sabar menghadapi istri kamu, yang emosinya sedang naik turun,'' Mami Amora mengingat kan menantunya.
''Tuh dengar Mas, jangan cuma nyalahin Lini saja,'' balas nya dengan sedang menjulurkan lidah nya kepada suami nya.
Devano menggelengkan kepala nya, melihat istri nya yang sedang mengadu kepada orang tuanya. Devano gemas dengan wajah sang istri yang bertambah gemuk, karena Mahalini selama ini nafsu makannya bertambah.
'Cantik,' batin Devano, ketika melihat wajah sang istri.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 🙏💕🙏💕🙏💕🙏💕.
__ADS_1