
Mama Clara dan Mami Amora tengah menghadiri acara fashion show di salah satu Mall milik Tuan Sagara, yang tak lain suami Mami Amora.
''Apa kita juga akan mengadakan acara yang seperti ini juga,'' bisik Mama Clara tepat di telinga Mami Amora.
''Insya Allah, semoga usaha kita semakin lancar, kita datang ke sini juga kan, sekalian mau belajar juga,'' balas nya dengan berbisik juga.
''Ya itulah yang aku harapkan selama ini, ya itung itung biar kita punya kesibukan masing-masing, nanti setelah cucu kita lahir, kita tidak akan menyibukkan di usaha ini lagi, aku akan lebih banyakin menghabiskan waktu untuk cucu kita,'' gumam nya.
''Iya, nggak nyangka ya, sebentar lagi kita akan memiliki cucu,''
''Iya, di umur segini sudah akan memiliki cucu saja, huh? apa kabar nya nanti ya,'' balas Mama Clara dengan menghela nafas panjang, dan menghemnuskan secara perlahan, mengingat putra nya yang super dingin, dan dia juga tidak pernah memperlihatkan wanita yang dekat nya, dan datang datang membawa wanita dengan dalih ingin menikahi sang gadis.
''Ya, tidaknyerasa juga kita sudah tua ya jeng,'' ungkap Mama Clara dengan kekehan kecilnya.
Mami Amora membalas dengan kekehan juga, karena dia akan di panggil Oma sebentar lagi.
''Iya, putri ku ternyata sudah akan menjadi seorang Ibu, tak terasa waktu berjalan begitu cepat, aku juga hanya menimang putri ku satu tahun, setelah nya putri ku dinasuh entah oleh siapa,'' Mami Amora mengingat kejadian yang menimpa nya beberapa tahun silam.
''Sudahlah, kita di sini harus happy, tidak boleh sedih, kita datang ke sini niatnya untuk senang senang kan?'' Mama Clara mengelus punggung Mami Amora sang besan. Mami Amora mengangguk pelan dan kembali fokus kepada acara yang di selenggarakan oleh sahabat nya.
Sang sahabat tidak menyangka, kalau ternyata Mami Amora dan Mama Clara juga, tengah merintis usaha fashion juga.
Acara selesai dengan sukses, dan di tutup dengan sang desainer yang di berikan buket bunga. Tak lupa Mama Clara dan Mami Amora mengucapkan selamat kepada sahabat nya yang lebih dulu sukses, di dunia fashion show.
''Selamat ya shayy, akhirnya? apa yang kamu impikan selama ini terkabul juga,'' ucap nya dengan cipika-cipiki.
__ADS_1
''Alhamdulillah, ini semua berkat do'a dari kalian juga, aku juga terima kasih kepada kalian, karena sudah menyempatkan hadir ke acara yang aku adakan hari ini, oiya, putri kalian kemana? kok nggak ikut sich,'' Sahabat sang Mama dan Mami nya celingak celinguk mencari keberada'an Mahalini.
''Putri ku tengah berkunjung ke rumah Papa nya di kota sebelah, mungkin lusa baru pulang, maklum lah mereka sudah sangat lama tidak bertemu, jadi kita menyuruh dia untuk puas puasin kangen kangenan nya,'' tutur nya dengan mengulas senyum manis di bibir nya.
''Och, so sweet banget jadi kamu shayy? sudah memiliki Mahalini yang cantik, baik, ramah dan sebentar lagi kalian juga akan memiliki cucu, aku jadi itu sama kalian semua,'' ungkap nya dengan nada di buat sedih.
''Tinggal kamu kawinin saja putri mu itu,'' sahut Mama Clara santai.
''Enak saja, memang nya putri ku kambinh, kawin kawin,'' balas nya dengan tak terima dengan ucapan kawin, yang di lontarkan oleh sang sahabat.
''Ya maksud nya, nikah dulu? baru kawin githu,'' Mama Clara mencoba mencerna setiap ucapan nya barusan, dan dia langsung memperbaiki nya.
''Hehehe, sorry? aku tak sengaja bilang seperti itu, jangan ngambek lah kau?'' bujuk Mama Clara, mengingat sahabat nya sudah merajuk, layaknya anak kecil yang sedang meminta mainan kepada orang tuanya.
...****************...
''Sayang, kamu githu sich sama Mas?'' ucap nya dengan sangat pelan.
''Mas yang nyebelin, bilang nya cuma sebentar doang, malah berkali-kali!'' dengan nya dengan membelakangi Devano.
''Kalau cuma satu kali, ya tidak sah dong sayang?'' bela nya dengan terus memeluk sang istri.
''Sudah sana keluar, aku capek mau tidur,'' jawab nya dengan ketus, Devano menghela nafas panjang, karena Mahalini sedang marah kepada nya, Devano pun beranjak dari tempat tidur nya, dan berjalan ke kamar mandi untuk segera membersihkan tubuh nya, dari sisa-sisa bercinta nya dengan sang istri, mengingat adzan subuh sudah berkumandang.
Selesai mandi Devano melaksanakan kewajiban nya, tak lupa dia membaca beberapa ayat Al-Quran, sebelum dia beraktivitas di luar. Sedangkan Mahalini menunggu suaminya keluar dari kamar nya, agar dia bisa segera membersihkan tubuh nya yang berkeringat, dan segera melaksanakan sholat subuh juga.
__ADS_1
''Sayang, kamu tidak mau bangun,'' bisik Devano, tapi tidak ada pergerakan dari sang istri, Devano menarik nafas dan menghembuskan dengan perlahan, dia pun memutuskan untuk turun ke bawah, karena laptop nya ada di lantai bawah.
Ya, semalam Devano memang tidak membawa laptop nya, dia hanya bisa menggendong sang istri ke kamar nya, dan Devano juga sudah malas naik turun tangga, Devano malah menggarap sang istri sampai kelelahan.
''Huch, sebel banget dech?'' gerutu Mahalini ketika sudah tidak menemukan suaminya di dalam kamar nya. Diapun bergegas turun dari tempat tidur nya dan masuk ke dalam kamar mandi, tak lupa juga dia sudah membawa baju gantinya ke dalam kamar mandi.
''Sayang, kamu tidak boleh seperti Ayah ya, kamu harus bersikap lembut sama istri kamu kelak, dan tidak boleh nakal juga,'' gumam Mahay mengelus perut buncit nya.
Mahalini tersenyum sendiri, mengingat dirinya berkata sendiri, ''Apa aku sekarang sudah gila ya, anakku saja masih berada di dalam perut, tapi aku layak nya sudah mengobrol dengan nya saja,'' tukas nya dengan terkekeh geli, melihat dirinya di depan cermin.
''Sudahlah, aku harus cepat mandi, takutnya waktu subuh nya habis,'' gumam nya yang langsung berdiri di bawah sower.
Mahalini membutuhkan waktu lima belas menit untuk membersihkan dirinya, dan segera memakai mukenah dan langsung sholat subuh, Mahalini membuka Al-Quran yang memang selalu dia bawa kemana pun ia pergi, Mahalini membaca surat Maryam, dan juga surat Yusuf, agar calon bayinya memiliki wajah tampan seperti Nabi Yusuf as, dan juga secantik siti Maryam.
(yang othor tau seperti itu ya Bunda, kakak).
Selesai nya Mahalini melanjutkan tidur nya, karena dia masih sangat mengantuk, mengingat Papa dan yang lain nya sudah ada yang masakin di bawah, karena asisten rumah Papa nya, akan datang setiap pagi dan pulang ketika menjelang malam.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.