
Mama Clara terlihat sangat sibuk dengan pekerja'an barunya.
Ya, memang terbilang sangat baru Mama Clara dan Mami Amora di dunia fashion, demi hobi yang ia geluti? Mama Clara rela merengek kepada Mahaliy, agar dirinya mendapatkan desain baju yang sangat bagus, untuk toko nya nanti.
''Apa Luni dan Devano belum kembali juga,'' tanya Mami Amora dengan membawa beberapa baju koleksi nya untuk di pajang.
''Entahlah, mungkin mereka semua betah tinggal di sana, jadi kamu harus siap siap untuk kehilangan putri kamu yang cantik itu.'' jawabnya santai.
''Enak saja, kalau dia betah di sana dan mau tinggal di sana, biar aku yang jemput dia ke sana, tapi?setelah ada di rumah, tidak boleh kembali ke rumah kamu, bagaimana.'' balas Mami Amora dengan seringaian.
''Enak saja, tidak seperti itu juga kaki jeng, kamu mah mau menguasai Mahalini terus, jadi kamu punya ambisi yang sangat besar seperti itu? emm... aku hanya ingin tinggal sementara waktu saja di rumah Mami,'' gumam Mama Clara menurunkan suara Mahalini.
Mami Amora mendengar ucapan besan nya merasa sangat jengah, jadi tidak menggubris ucapan dari Mama Clara besan nya.
Keduanya nampak sangat serius dalam memakaikan baju baju yang akan di pakaikan di manekin toko nya.
''Sudah sore, lebih baik kita pulang saja dech, aku sangat lelah dan juga sangat capek dengan aktivitas hari ini yang lumayan menguras emosi dan juga tenaga.
''Kenapa kamu memikirkan hal demikian sich, ini semua demi masa depan kita yang akan kita kelola di masa Tua nanti.
''Tidak usah sampul berpikiran sampai ke sana, pikirkan saja dulu yang di sini sekarang, bagaimana kita bisa mengajak beberapa orang, dalam melakukan hal yang sedemikian rupa, sedangkan Mahalini kalau mengajak seseorang sangatlah gampang dan juga sangat pandai sekali, sehingga semua para pelanggan nya pada betah dan juga sering datang dan datang.
''Besok besok dech, aku mau praktekin dalam menggaet costumer lain untuk datang ke toko kita, ya sudah lah, lebih baik kita pulang sekarang saja.'' ajak Mami Amora.
Sopir yang sudah di hubungi oleh Mami Amora sudah menunggu di depan toko barunya, sedangkan Mama Clara hanya mengangguk pasrah dengan sikap besan nya kepada dirinya. Mama Clara tidak tau pasti dengan Mami Amora yang memanggil sangat sopir, padahal kan mobil nya ia bawa sendirinya di pagi.
__ADS_1
''Sudah, kamu tidak usah banyak berpikir lagi, kalau kamu tidak ingin cepat tua, sedangkan cucu kita juga belum lahir kan?'' cetus nya dengan menarik tangan Mama Clara yang masih diam terpaku dengan penuturan sangat besan.
Mami Amora tidak menggubris tatapan yang sudah di lemparkan oleh Mama Clara yang meminta penjelasan kepada nya, Mami Amora hanya menarik lengan Mama Clara untuk segera masuk ke dalam mobil nya.
''Ayo, kasian pak Karso sudah menunggu kuta di kuat, kalau kamu tidak mau bersama kita, ya sudah aku akan tinggal kamu di sini seorang diri,'' papar nya dengan melangkah pergi, Mama Clara hanya mengikutinya Mami Amora yang sudah masuk ke dalam mobil nya, dia sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, selain mengikuti keinginan besan nya.
...****************...
Devano dan yang lain nya sudah mulai bersiap siap untuk kembali ke kota, karena pekerja'an nya sudah menunggu di perusaha'an nya.
''Kalian benar-benar ingin kembali sekarang?'' tanya Papa Setiawan.
''Iya Pa, kerja'an di kantor sudah banyak, dan besok juga ada rapat pemegang saham,'' jawab Devano dengan ramah.
''Hanafi juga mau kembali juga,'' Kini Papa Setiawan beralih menatap kepada calon menantu nya.
Papa Setiawan tidak bertanya kepada sang putra, beliau hanya menoleh kearah Farel yang tengah memandangi nya juga.
''Farel juga harus kembali Pa, mungkin setelah ini Farel akan kembali nengokin Yah di sini, jadi Papa harus sehat sehat ya di sini,'' sahut Farel yang sudah merangkul sang Papa.
''Baiklah, kalian hati hati di jalan ya, pelan pelan saja, yang penting sampai dengan selamat,'' pesan nya dengan menatap semua anak anak nya.
Mahalini dan Almira masih menata makanan nya di dalam, agar dia tidak merasa kelaparan lagi ketika berada di jalan, maklumlah? mereka berdua mager banget kalau sudah berada di dalam mobil. Di tambah lagi kini kandungan Mahalini sudah sangat besar, dan harus butuh tenaga extra untuk berjalan.
''Bumil nya belum keluar juga?'' tanya Papa Setiawan ketika melihat kedua putri nya tidak ada di depan.
__ADS_1
''Ada apa Pa, kami sudah ada di luar kok?'' sahut nya dengan mencium punggung tangan Papa Setiawan.
''Kamu jangan sampai kecape'an, lebih banyakin istirahat, dan jaga kesehatan juga untuk cucu Papa ya,'' pesan nya dengan mengelus perut buncit Mahalini.
''Iya Pa, Lini pasti akan ingat pesan Papa kok, Papa juga jaga kesehatan ya,'' Mahalini memeluk sang Papa yang sudah ikhlas membesarkan dan juga membiayai sekolah nya, sampai akhirnya bisa sesukses sekarang ini.
Almira mengulas senyum kepada Papa Setiawan, ''Papa baik baik ya di sini, Mira akan selalu do'akan Papa agar selalu sehat, dan maafkan Mira juga, karena selama ini Mira sudah membuat Papa selalu marah dan juga suka melawan, maafkan Mira ya Pa,'' gumam Almira dengan tangisan yang sudah membanjir di kedua pipi nya.
Papa Setiawan memeluk sang putri yang sudah dewasa dan juga mulai berubah menjadi lebih baik dari kemarin. ''Papa sudah maafkan kamu kok Kak, jauh sebelum kamu minta maaf sama Papa, Papa juga minta maaf sama kamu dan juga? terus sayang kepada kamu dan yang lain nya,'' sahut nya, ''Hanafi, Papa titip Mira ya, jaga dia dan semoga dengan kehadiran kamu di hidup nya, bisa semakin merubah putri Papa yang nakal ini,'' Papa Setiawan beralih kepada Hanafi seraya mencubit hidung Almira.
Almira meringis sembari kemegang hidung nya yang sedikit sakit, akibat cubita Papa Setiawan.
Setelah acara pamitan dan kangen kangenan, mereka semua berpamitan kepada Papa Setiawan, memang sangat berat untuk mengungkapkan itu semua kepada Papa nya.
Mobil yang di kendarai nya sudah mulai melakukan menuju jalan yang beraspal, sehingga bergabung dengan mobil mobil yang lain nya, Hanafi yang membawa mobil nya lebih dulu, karena Devano masih sibuk dengan laptop yang ada di pangkuan nya, sehingga Hanafi mengambil alih membawa mobil.
Almira dan Mahalini sudsh memejamkan matanya, mungkin karena dia lelah atau kekenyangan, karena mereka berdua paling banyak makan di rumah Papa Setiawan sebelum pulang.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.