
Sang Bapak lantas membawa sepeda ontel nya pulang ke rumah nya, dengan senyuman yang sumringah, karena beliau memiliki beberapa uang di saku nya.
''Assalamu'alaikum Bune,'' Ucap sang Bapak memanggil sang istri yang sedang ada di dapur.
''Ada apa Pak'e, kok kayak nya Pak'e seneng banget?'' jawab nya seraya berjalan menghampiri sang suami yang sedang duduk di kursi rotan nya.
''Coba tebak sekarang, Pak'e sedang bahagia sekali Bune,'' sahut nya dengan menggerakkan tangan nya, agar sang istri duduk di dekat nya.
''Ada apa sich Pak'e, kok Bune jadi penasaran,'' balas nya dengan duduk di samping suami nya, seperti apa yang di inginkan oleh suami nya.
Suami nya pun mengambil uang di dalam saku nya, dan betapa terkejut nya sang istri ketika melihat uang uang yang begitu banyak di tangan suami nya.
''Pak'e dapat dari mana uang uang ini,'' tanya nya dengan khawatir, takut nya suami nya tengah gelap mata dan malah mencuri milik orang lain.
''Ini uang halal Bune, ini uang kita,'' jawab Suaminya dengan memberikan semua uang uang tersebut ke tangan sang istri.
''Tapi pak'e dapat dari mana uang sebanyak ini coba, Pak'e tidak mencuri kan?''
''Sumpah demi Allah Bune, Pak'e tidak nyolong?'' sang suami tetap kekeh dengan pendirian nya, karena beliau tidak mencuri uang uang tersebut.
''Lantas uang ini Bapak dapatkan dari mana, dan dari siapa juga,'' istri nya yang selalu di panggil Bune mencecar dengan beberapa pertanya'an kepada suami nya.
''Tadi Pak'e bertemu dengan orang baik, dan mereka memberikan Pak'e uang uang ini Bune, Bune harus percaya sama Pak'e,'' mohon nya, agar sang istri mau mempercayai nya.
__ADS_1
''Syukurlah kalau seperti itu, Bune jadi tenang buat nerima uang uang ini Pak'e, Bune hanya takut saja memakan barang yang bukan hak Bune,'' tukas nya dengan jelas.
Bukan nya sang istri yidak mau pemberian dari suami nya, tapi kalian uang uang yang ia kasih hanya uang haram untuk apa, toh tidak akan bermanfaat juga kan? hanya akan membuat kita punya penyakit hati.
Hati kita tidak akan menjadi hati yang lemah lembut lagi, hanya karena memakan barang haram.
''Sudah, sekarang Bune masakin Pak'e, karena Pak'e sudah sangat lapar? sedati tadi siang Pak'e menahan lapar di pinggir jalan, karena tidak memiliki uang sepeser pun,'' titah nya, membuat sang istri merasa bersalah kepada nya.
Bune segera melangkah pergi, beliau mengambilkan makanan yang sudah mateng sejak tadi, Bune sengaja memasak makan malam hanya dengan lauk Mie instan dan juga telur ceplok.
Biasa nya tidak akan bisa kebeli, meski ihanya Mie instan? Bune tiap hati mencari sayur mayur di tengah sawah yang bisa di olah menjadi lauk nasi, hanya untuk bisa bertahan hidup selama ini.
''Bune dapat uang dari mana? bisa membeli lauk seperti ini untuk makan malam,'' tanya suami nya dengan heran.
''Tadi ada seseorang yang mengantarkan ini semua Pak, dan Bune punya makanan lain nya juga, hampir saja lupa,'' ucap nya dengan beranjak dari tempat duduk nya, dan berjalan ke arah dapur lagi untuk mengambilkan makanan, yang tadi di kirim dari rumah catering Mahalini.
''Memang nya Bune tidak mau makan malam?'' tanya Pak'e ketika melihat istri nya, malah diam tidak ikut makan malam bersama dirinya.
''Pak'e makan saja dulu, setelah ini Bune akan makan juga,'' jawab nya dengan menuangkan air ke dalam gelas yang ada di depan suami nya.
''Ayo makan bersama Pak'e saja,'' ajak nya dengan memegang tangan istri nya, agar lebih dekat lagi dengan nya.
Sepasang suami istri ini sudah berjanji akan hidup bersama, walau apapun terjadi kepada mereka berdua. Akhirnya dengan sedikit paksaan Bune mau makan malam bersama Pak'e.
__ADS_1
...****************...
Di rumah Devano.
Mahalini tengah memakan rujak manis nya yang tadi ia beli di jalan, dengan di temani Mama Clara, Mahalini memakan rujak buah nya di ruang tamu.
''Sayang, ini enak banget tau nggak, Mama tidak pernah beli rujak buah seperti ini sebelum nya,'' ucap nya dengan terus melahap buah yang menurut Mama Clara tidak boleh di makan oleh Mahalini.
''Entahlah Ma, semua buahnya masih sehat dan juga manis banget, tapi Bapak penjual rujak buah ini membuat Mahalini sesak Ma,'' sahut Mahalini, membuat Mama Clara menjadi penasaran.
Kenapa bisa sesak cuma beli rujak buah doang, pikir Mama Clara.
''Sesak kenapa sayang?'' tanya Mama Clara akhirnya.
''Cerita nya begitu memilukan Ma, beliau hanya hidup berdua dengan istri nya, sedangkan anak nya sudah lama meninggal? karena kecelaka'an yang mengakibatkan kematian,'' jawab Mahalini dengan panjang lebar.
''Ya Allah kasian sekali mereka sayang? terus mereka tinggal di mana,''
''Di perkampungan dekat rumah catering Ma, dan kayak nya besok Lini akan mencoba mencari tau rumah Bapak itu dech Ma, kasian di rumah nya tidak ada lemari pendingin? yang harus setiap hati membeli buah di pasar, sedangkan hari ini saja cuma Lini saja yang beli rujak buah nya Ma,'' lirih nya, air mata Mahalini sudah mulai memupuk di kelopak matanya.
''Mama akan teman itu kamu besok, Mama tidak ingin kamu kenapa napa di jalan, jadi Mama harus ikut besok, oke,'' sambung nya danntidak mau penolakan juga, sama persiy dengan sift Devano yang suka sekali memaksa orang.
''Tapi Mama tidak ada kegiatan lain nya kan? takut nya Lini malah mengganggu acara Mama saja bersama teman-teman nya,'' balas Mahalini menatap wajah Mama mertua nya.
__ADS_1
''Tidak sayang, besok Mama free? sebelum nya Mama malah ingin mengajak kamu pergi ke Mall besok, tapi berhubung kamu memiliki kegiatan lain nya, jadi Mama memutuskan untuk ikut kamu saja,''
''Baiklah kalau begitu,'' jawab Mahalini dengan pasrah, tidak mungkin juga Mahalini menolak niat baik Mama mertua nya yang siap menemani dirinya besok.