
Almira dan Hanafi terlihat sangat dekat, apkah mereka sudah sepakat menjadi satu??
Di acara tersebut Mahalini menghampiri kakak angkat nya yang sedang mengobrol dengan Hanafi, laki-laki yang dekat dengan nya saat ini, tak mudah bagi Hanafi untuk merubah sifat Almira yangnkeras kepala menjadi wanita yang lebih baik dari sebelum nya, hanya dengan kesabaran dan juga keikhlasan yang di miliki Hanafi, Hanafi sendiri sebenarnya tidak yakin kalau Almira bisa berubah menjadi lebih baik dari sebelum nya, mengingat Almira yang terlalu jahat di mata orang lain, sehingga perubahan dirinyaembuat sebagian orang-orang belum percaya, kalau Almira sudsh berubah.
''Kak Mura datang juga, terima kasih ya kak??'' ucap Mahalini dengan tulus.
''Sama sama dek, kakak juga seneng bisa di undang acara kantor suami kamu,'' jawab nya dengan merangkul pundak Mahalini.
''Oia, Farel kok nggak ada?'' tanya Almira dengan celungukan ke kanan dan ke kiri.
''Entahlah, adek bilang nya sangat sibuk kak, terus nggak boleh libur juga, soalnya dia sudah ambil libur 3 hari kemarin,'' balas nya dengan menatap wajah Almira yang semakin cerah saja.
''Rupa rupanya ada yang sedang jatuh cinta nich ya?'' goda nya dengan mengedipkan matanya, ke arah sang kakak angkat.
''Apa sich dek, kakak sama kak Hanafi masih berteman kok,'' elak nya, Almira takut ber andai andai, kalau dirinya di cintai oleh Hanafi, laki laki tampan dan juga mapan itu sangat sempurna untuk nya, yang hanya wanita jahat dan juga egois, pikir Almira.
''Kita sudah mulai dekat kok Kini, do'akan saja ya,'' sambung Hanafi dengan mengembangkan senyuman nya.
''Sayang,'' panggil Devano dengan lembut.
Mahalini menoleh dan berjalan menghampiri suaminya, ''Ya, kenapa Mas?'' tanya nya tak kalah lembut.
''Kamu sudah makan?'' tanya nya lagi.
Mahalini menggeleng pelan, ''Sebentar lagi Mas, ini masih mau ngobrol dulu sama kak Mira,'' jawab nya dengan bergelayut manja.
''Lebih baik kita makan dulu, ayo Hanafi, Almira,'' ajak Devano dengan menggandeng tangan istri nya.
Hanafi mengangguk dan menggenggam tangan Almira, untuk segera ke meja makan yang sudah di siapkan di dalam ruangan.
__ADS_1
Mereka berdua melangkah mengikuti Devano dan juga Mahalini, dengan perasa'an tidak enak Almira terus saja mengikuti adek angkat dan suaminya tersebut.
''Jangan selalu tundukkan kepala, keluarga Mahalini tidak akan ngapa ngapain kamu kok, mereka semua nya orang baik,'' bisik Hanafi yang sejak tadi mengerti perasa'an yang tengah menyelimuti Almira.
Almira tak menjawab perkata'an Hanafi, hanya anggukan kecil saja sebagai jawaban nya.
Dan akhirnya sampai di ruangan yang sudah di sulap menjadi ruang makan sekeluarga, dan di sana sudah banyak orang orang penting yang sudah duduk melingkari meja.
Mama Clara dan Mami Amora menyambut kedatangan Mahalini, Devano, Hanafi dan juga Almira dengan senyuman manis di kedua bibir nya, yang di poles warna peace.
''Ayo duduk sayang?'' ujar Mami Amora dengan penuh kelembutan kepada Mahalini dan juga Almira.
Almira sangat takjub melihat Mami Amora yang bersikap demikian kepada nya, berbanding terbalik dengan Mama Agnes? yang selama ini tidak pernah berkata selembut ucapan Mami Amora.
'Mami nya Mahalini saja selembut ini menyambut ku di sini, sedangkan aku selalu jahat sama dia? masih pantaskah aku di sebut sebagai kakak sama Mahalini,' bathin Almira berkecamuk, mengetahui yang sesungguhnya.
Almira membalas dengan anggukan dan juga senyuman, meski sedikit di paksa? namun dirinya tidak boleh egois di depan keluarga Mahalini.
''Makan lah sayang, apa kamu tidak suka dengan makanan nya, atau mau makanan yang lain nya,'' tanya Mama Clara, membuat Almira tersadar dari lamunan nya.
''Tidak kok tante, ini enak kok? masakan di rumah catering Mahalini enak enak kok tante,'' puji nya dengan mengulas senyuman nya.
''Kamu tau ini masakan dari rumah catering Mahalini?'' tanya nya penasaran.
''Ma, kak Mira juga yang promosiin rumah catering Mahalini sama teman teman kampusnya, jadi kak Mira juga sudah tau betul dong? yang ada di rumah catering ku itu,'' potong Mahalini dengan tersenyum semanis mungkin di depan sang Mama mertua.
''Tapi kak Mira belum tau kalau di rumah catering ku ada menu baru nya lho,'' cetus nya, Mahalini berniat memamerkan menu baru nya, tapi bukan masakan melainkan hanya rujak buah yang cocok di makan di siang hari, apalagi cuaca nya yang sedikit panas.
''Sejak kapan ada menu baru nya dwk, kok kakak tidak tau,'' sahut nya dengan antusias.
__ADS_1
Mahalini meraih styrofoam kecil, di mana di dalam nya adantujak manis buatan Pak Djarot, tadi Mahalini memang minta di bikinin rujak buah, buat di promosikan di kantor suaminya, sekalian memberi tahu juga kalau di rumah catering nya, ada rujak buah nya juga.
Mata Almira membulat, ketika tau isinya adalah rujak buah, pantas saja sang adek bilang cocok di makan di siang hati, pastinya orang orang akan butuh yang segar segar, seperti itulah kira kira, pikir Almira dengan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
''Yang benar saja dek, ini rujak buah,'' gumam nya pelan.
''Ya memang rujak buah, tapi bukan sembarang rujak lho ya, ini kesuka'an semua orang, iya kan Ma?'' Mahalini meminta bantuan dari Mama Clara.
''Ya, tapi semua orang nya yang tengah hamil??'' Mama Clara malah menggoda Mahalini dengan canda'an nya, membuat Mahalini mengerucutkan bibir nya.
''Mama kok gitu sich, nyebelin banget dech, ini juga kan ide Mama juga,'' rengek nya, Mami Amora menggeleng kepalanya pelan, melihat putri nya yang merengek seperti nak kecil kepada mertuanya.
Almira juga menatap Mahalini yang sangat akur dengan Mama mertua nya, kedua nya seperti anak dan Mama kandung nya, bukan anak dan mertua.
''Ya Allah, apa aku juga masih pantas memiliki mertua yang sangat sayang kepadaku, seperti halnya Mahalini dengan Mama nya Devano,'' gumam Almira pelan.
''Kamu mengatakan sesuatu,'' bisik Hanafi, yang mendengar gumaman Almira.
''Tidak kok kak, mungkin kakak salah dengar,'' bohong nya, Almira tersenyum getir menatap wajah Hanafi yang setia menemaninya di kala sedang di butuhkan.
Hanafi hanya ber oh ria, mendengar ucapan Almira, Hanafi tau betul apa yang di ucapkan Almira tadi, tapi dia hanya ingin memastikan saja, apa yang ia gumam kan, tapi nyatanya Almira menyembunyikan dari nya.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.