
''Terima kasih Bos, semua ucapan anda akan selalu saya ingat sampai kapan pun,'' ucap nya dengan melangkah pergi dari ruangan sang Bos.
Bos Lani berdecih sepeninggal. ''Sok so'an menjadi cewek baik baik. Aku tidak akan pernah percaya dengan semua perkata'an wanita, yang hanya pura pura polos saja,'' gumam nya dengan kembali ke kursi kebesaran nya. ''Aku akn menunggu dia akan berhsil meminjam uang kepad orang lain, dengan jumlah yang bahkan sangat banyak. Bahkan gajinya tidak akan bisa membayar hutang nya, dasar gadis munafik,'' sang Bos masih saja merendahkan Lani, mengingat Lani dari keluarga yang tidak mampu.
Di luar cafe Lani menangis tersedu sedu, setelah dia mencoba meminjam kepada semua rekan kerjanya, bahkan ada juga yang menawarkan Lani ke tempat yang sang Bos tawarkan sebelum nya.
''Kalau lamu butuh uang cepat, lebih baik datang saj ke club Pak bos saja,'' kata salah satu rekan kerjanya kepada Lani, Lani menggeleng pelan? Dia mengingat pesan Bunda nya yang akan tidak akan mau memafkan kalau sampaai dia melakukan hal yang menodai kehormatan nya.
''Terima kasih, maaf aku harus mencari pinjaman dulu agar yah aku segera di tangani dengan baik di rumah sakit, aku pergi,'' ucap Lani berpamitan kepada para rekan kerja nya.
''Aku harus mencari uang kemana lagi ya Allah,'' lirih nya dengan terus berjalan menyusuri jalanan yang licin. Hawa dingin sudah menerpa tubuh ringkih nya, karena Lani tidak membawa jaket untuk menghalau rasa dingin.
Samapai akhirnya Lani bertemu dengan Tuan Sagara yang kebetulan tengah melintas di jalanan yang juga sedang di lalui Lani.
''Ada apa Jons, kenapa kamu tiba tiba menghentikan mobil nya secara tiba tiba,'' tanya nya dengan begitu penasaran.
''Maaf Tuan, di depan ada eorang gadis berjalan sendirian, apa kita turun Tuan?'' tanya sang asisten dengan mohon.
''Baiklah kita turun sekarang, kita tanya apa yang sudah terjadi kepadanya,'' jawab Tuan Sagara.
Sang asisten pun turun dan berjalan menghampiri Lani yang tengah berjalan dengan langkah gontai nya.
''Nona, apa anda baik baik saja?'' tanya Jons ramah.
''Maaf Tuan, anda siapa?'' Lani melangkah mundur, dia mengira laki laki yang lebih tua darinya akan berbuat yang tidak tidak kepadanya.
''Nona tenanglah, saya tidak akan ngapa ngapain kamu kok, saya hanya bertanya saja, apa yang sedang terjadi kepada anda, bahkan saya sendiri bersama sengan Bos yang bela belain untuk turun hanya untuk menghampiri Nona saja,'' jelas nya dengan meyakinkan Lani yang masih dalam ketakutan.
__ADS_1
''Kalau Nona tidak percaya, Nona bisa melihat ke belakang sekarang? Bos besar saya masih setia menunggu saya,'' Jons menunjuk ke arah mobil yang terparkir tidak jauh dari mereka berdiri.
''Sebenar nya saya sangat butuh uang Tuan, tapi semua teman kerjaku menyuruh ku untuk menjual diri, agar aku bisa mendapatkan uang yang sedang aku butuhkan saat ini,'' Lani mulai berani berkata dengan jujur apa yang tengah ia alami sekarang. Bahkan sang Bunda tengah menunggu kedatangan nya, untuk segera menolong sang Ayah.
''Memang nya kenapa kamu butuh uang, berapa yang kamu butuhkan sekarang,
Mungkin aku bisa menolong kamu,'' kata sang asisten Tuan Sagara.
Tuan Sagara yang sudah mulai lelah menunggu di dalam mobil, akhirnya beliau memutuskan untuk keluar menghampiri sang asisten di depan nya.
''Ada apa Jons, kenapa kamu sangat lama sekali di sini, aku juga harus mnemui istri dan juga putriku di rumah besan,'' ungkap Tuan Sagara kepada sang asisten.
''Maaf Tuan, Nona ini membutuhkan uang, dan Bos nya malah ingin menjual nya di club yang ia kelola.'' Jons menceritakan semuanya kepada Bos besar nya.
''Untuk apa kamu butuh uang sebanyak dan berpa uang yang kamu butuhkan sekarang, mungkin aku bisa membantumu,'' kata Tuan Sagara tegas.
''Aku tidak butuh tubuh kamu, tapi aku mengingat kepada putriku saja ketika melihat kamu seperti ini,aku melakukan ini semua hanya semata mata ingin menolong orang yang membutuhkan nya saja, agar aku sewaktu waktu kalau sedaang kesusahan ada orang yang mau membantuku juga,'' jelas nya membuat Lani paham dengan apa yang Tuan Sagara ucapkan barusan.
''Terima kasih Tuan sudah mau membantuku, saat ini Bunda tengah menuunggu ku di rumah sakit, Ayah saya harus segera di operasi, beliau mengalami kecelaka'an dan harus di operasi malam ini juga, saya tidak tau harus berbuat apa dengan keada'an saya yang hanya pelayan cafe, saya juga sudah di hina karena sudah menolak perminta'an Bos saya Tuan'' adu Lani kepada Tuan Sagara.
''Biklah, di rumah sakit apa Ayah kamu di rawat, biar asistenku yang akan mengurus administrasi nya,'' jawab nya dengan mencoba tersenyum, agar si gadis di depan nya tidak merasa takut lagi kepada nya.
''Ayah di rawat di rumah sakit xxx,'' jawab Lani dengan sanagat ramah, rasa takut nya perlahan hilang dengan melihat Tuan Sagara ternyata orang baik.
''Kembalilah ke rumah sakit,'' perintah Tuan Sagara kepada Lani, dan Jons langsung menghentikan taksi yang kebetulan melintas.
''Saya jalan kaki saja Tuan,'' tolak Lani ketika asisten Tuan Sagara menghentikan taksi.
__ADS_1
''Naiklah, agar Bunda kamu tidak khawatir dengan ank gadis nya, yang sedang berjalan di tengah malam seperti ini.'' balas Tuan Sagara mengingat putrinya Mahalini pernah mengalami hal yang serupa.
Lani masuk ke daam taksi dan Jons sang asisten langsung membrikan satu lembar uang merah kepada sopir taksi, seraya berkata, ''Antar ke rumah sakit xxx dengan selamat,'' ucapnya dingin.
''Baik Tuan,'' jawab sopir taksi yang langsung melajukan mobil nya.
''Jons urus cafe yang meinta gadis itu untuk menjual tubuh nya, karena aku tidak mau hal ini terulang kembali,'' perintah Tuan Sagara kepada Jons.
Sejak saat itu Lani merasa hutang budi kepada keluarga Tuan Sagara, tidak hanya menolong sang Ayah saja, tapi Tuan Sagara juga menerima Lani bekerja di perusaha'an milik nya.
Kebaikan Tuan Sagara tidak akan pernah ia lupa sampai kapan pun, bahkan Tuan Sagara menginginkan nyawanya pun, Lani akan sangat ikhlas memberikan dengan percuma.
Tidak banyak orang kaya yang mau melihat orang kelas bawah seperti Lani dan juga keluarga nya, yang selalu di rendahkan oleh para tetangganya karena mereka hanyalah orang miskin yang selalu sok suci, pikir para tetangga Lani sebelum nya.
Flashback Off.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.
__ADS_1