
Mahalini bersama keluarga besar nya mendatangi Yayasan kasih Bunda yang sudah jauh jauh hari ia rencanakan, dengan membawa si kembar bersama nya.
''Apa tidak apa apa bawa si kembar ke Yayasan Ma,'' tanya Devano sekali lagi, dia masih tidak yakin pergi ke Yayasan dengan membawa si kembar bersama nya.
''Tidak apa apa, lagi pula di sana juga banyak anak kecil, jadi kenapa kamu harus bersikap waspada seperti itu sich Vano,'' jawab Mama Clara.
''Bukan khawatir seperti itu Ma, di sana banyak anak anak dan pasti di sana juga bakalan berisik dan membuat si kembar menjadi tidak enak dengan keramaian di sana?''
''Sudah nggak usah banyak alasan lagi dech, sekarang lebih baik berangkat sekarang saja, kedua anak kamu sudah menunggu didalam mobil,'' tunjuk Mama Clara ke arah mobil yang sudah ada Mahalini dan juga kedua cucu nya.
Devano hanya bisa menarik nafas panjang nya, ketika melihat sang istri sudah menggendong kedua bayinya.
''Percuma juga aku berkomentar, ternyata istri ku lebih senang pergi ke Yayasan bersama si kembar,'' gumam nya dengan berjalan menghampiri mobil yang sudah sedari tadi menunggu kedatangan nya.
__ADS_1
''Ada apa?'' tanya Mahalini ketika melihat suaminya sudah duduk di samping nya.
''Nggak apa apa kok, cuma ngobrol sebentar saja dengan Mama, oiya sayang? apa semua keperluan si kembar sudah di masukkan semua nya ke dalam tas,'' tanya nya dengan mengalihkan pertanya'an kepada Mahalini.
''Sudah, kan ini pertama kalinya buat si kembar datang ke Yayasan Bunda Kinan, jadi audah di siapkan sejak dari kemarin lah?'' jawab nya dengan menampakkan deretan gigi putih nya.
'Nampaknya Mahalini sangat senang membawa si kembar ke sana, tapi kenapa aku ragu seperti ini ya, rasanya ada yang mengganjal di dalam hatiku, tapi apa itu,' bathin Devano dengan mengambil alih salah satu bayi nya.
Devano memandang lekat lekat kedua bayi nya yang tertidur dengan sangat oulas di pangkuan nya, hingga akhirnya mobil yang mereka tumpangi memasuki halaman Yayasan kasih Bunda.
''Kayaknya kedua bayi kita senang datang ke sini?'' gumam Mahalini yang baru turun dari mobil nya.
''Iya, entah kenapa dia seperti nya mau mengatakan sesuatu dech,'' balas Devano yang juga menggendong bayi nya.
__ADS_1
''Sudah lah, lebih baik kita masuk saja sekarang, nanti kita bahas lagi? karena aku masih sangat penasaran dengan tingkah kamu yang tak seperti biasa nya,'' sahut Mahalini yang seakan tau kalau suaminya tengah menyimpan rahasia.
Mahalini sendiri tidak mau ambil pusing, kalau suaminya masih tidak mau berbicara tentang apa yang ada di pikirannya ya saat ini, dia tidak akan memaksa sang suami.
''Vano, lebih baik kamu bantu yang lain nya saja, turunin semua nya dari mobil? kasian tuh Papi dan juga Papa namun juga ikutan ngangkatin tuh,'' seru Mama Clara dengan mengambil alih bayi yang ada di tangan Devano.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.