
''Apa anak anak belum pulang,'' tanya Mami Amora yang tiba tiba datang ke rumah Mama Clara.
''Belum jeng, mereka bilang akan menginao dua hari di sana, ini kan baru satu hari di sana?'' jawab nya dengan menahan senyum, mengingat sang Mami sudah begitu kangen dengan putrinya.
''Entahlah, aku merasa tidak nyaman saja, putri ku pergi ke sana?'' sahut nya dengan mendaratkan bokong nya, ke sofa empuk yang berada di ruang keluarga.
''Putri kita, kalau anda lupa,'' sambung Mama Clara membenarkan ucapan besan nya.
''Ya itu dia, tapi dia Putri ku kalau namun juga lupa,'' balas nya dengan menatap wajah Mama Clara.
''Enak saja, dia sudah menikah dengan putraku, dan sekarang dia sudah mengandung cucu ku,'' tukas nya dengan menekan kata cucu ku.
''Ya ya, aku tak ingin berdebat sama kamu lagi, lebih baik sekarang ganti baju dan kita akan pergi bersama,'' ujar nya dengan bersedekap.
''Kenapa harus ganti baju, lagian kita akan kemana?'' tanya Mama Clara yang tiba-tiba di ajak pergi oleh besan nya.
''Tadinya aku mau pergi bersama Mahalini, tapi dia masih betah di rumah Papa nya, jadi anda yang harus menemani ku pergi ke sana?'' jawab nya dengan mengetikkan pesan ke orang di seberang.
''Tapi kamu tidak akan membawa ku ke tempat yang macam macam kan?'' Mama Clara memastikan, beliau menatap wajah Mami Amora, besan nya.
''Memang nya kamu kira aku akan membawa kamu kemana?'' Mami Amora malah balik bertanya.
''Ya siapa tau kamu malah mengajakku datang ke klub,'' jawab nya ngasal, Mama Clara hanya ingin menggoda besan nya yang selama ini selalu bersikap serius dalam melakukan hal hal lain nya.
''Mana ada klub di siang bolong seperti ini,'' jawab nya dengan beranjak datin duduk nya.
''Heyyy, mau kemana?'' teriak Mama Clara ketika Mami Amora beranjak dari tempat duduk nya.
''Aku haus dan ingin minum yang dingin, harus nya kamu sudah tau sebagai tuan rumah yang baik, harus menyediakan apa untuk tamunya,'' Mami Amora menyindir Mama Clara.
__ADS_1
Mama Clara hanya berdecih mendengar ucapan dari besan nya. ''Tamu yang benar itu, tidak akan datang setiap hari, membuat mataku sepet melihat nya,'' gumam nya dengan pelan, sehingga Mami Amora tidak mendengar dengan jelas gumaman kecil sang besan.
''Nyonya butuh sesuatu?'' tanya asisten rumah Devano.
''Aku ingin minuman yang dingin Bi, tolong buatin ya,'' jawab nya dengan kenyutuh sang asisten dengan nada lembut nya, persis seperti Mahalini ketika sedang menyutuh sang asisten.
''Baik Nyonya,'' angguk nya, sembari berjalan ke arah tempat penyimpanan gelas, dan sang Bibi pun membuka lemari pendingin untuk mengambil beberapa buah yang akan di bikin jus, untuk Mami Nona muda nya.
Selesai nya sang Bibi, segera menyiapkan jus dan beberapa vamilan yang biasa bawa ke ruang keluarga tuan nya.
''Silahkan Nyonya,'' ucap nya dengan menatuh dua gelas dan camilan di mejanya.
''Terima kasih Bi,'' ucap Mami Amora mengulas senyum nya.
''Sama sama Nyonya,'' jawab nya dengan tersenyum juga.
''Baik Nyonya,'' jawab nya dan mundur diri kembali ke dapur, hati Bibi hanya bertiga saja, setelah kedua teman nya minta ijin untuk pulang, karena harus menghadiri acara nikahan saudara nya.
''Apa di sini masih terus bikin kue pesanan toko Bu Gayatri,'' tanya Mami Amora ketika melihat kue terhidang di atas meja nya.
''Ya, sebagian masih di bikin di sini, ada juga di bikin di rumah Catering juga, karena mengingat di sana sudah sangat kualahan dengan pesanan yang setiap hati semakin banyak,'' ungkap nya, Mama Clara memang berencana untuk mengatakan semuanya kepada besan nya, Mama Clara berencana meminta pendapat untuk mencari karyawan lagi di rumah Catering menantu nya.
''Iya, yang kamu bilang sangat benar, Zarine pernah bilang ke aku kalau di rumah Catering hatus menambah karyawan lagi, tapi Zarine masih belum berani bilang sama Mahalini, hanya dia bercerita saja kemarin, ketika aku datang ke sana bersama rekan bisnis Mas Sagara,''
''Menurut kamu kita harus bagaimana? apa kita membiarkan para karyawan di sana selalu kualahan dengan pesanan yang setiap hari terus bertambah banyak, selain makanan, kue dan rujak buah juga sangat di minati oleh konsumen yang selalu setia dengan masakan rumah Catering RISTY,'' ujar Mama Clara. Mahalini memang sangat hebat dalam mengelola rumah Catering nya, di tambah lagi ada campur tangan orang tua Devano,Devano sendiri dan juga orang tuanya Mahalini.
''Nanti kita bahas lagi dengan Mahalini, kalau kita langsung menambah orang di sana, kita tidak tau Mahalini akan marah atau berterima kasih sama kita, lagian rumah Catering itu bukan hal kita kan, jadi kita tidak berhak untuk melakukan sendiri,'' sambung Mama Clara yang langsung di angguki oleh Mami Amora.
''Iya, kamu benar,'' jawab nya, ''Kalau sudah selesai, bagaimana kalau kita berangkat sekarang saja?'' tanya Mami Amora, mengingat dirinya sudah telat 20 menit dari jam yang ia tentukan kemarin.
__ADS_1
''Baiklah, kita berangkat sekarang,'' Mama Clara pasrah mengikuti langkah Mami Amora, setelah berpamitan kepada kepala asisten nya.
Sepanjang perjalanan Mama Clara dan Mami Amora bertukar pikiran dalam pekerja'an yang selama ini mereka geluti bersama.
Apalagi sekarang bisnis kedua nya sudah di kenal di kancah negara, jadi mau tak mau mereka berdua sedang sibuk menyelesaikan pekerja'an nya.
''Apa costumer setia kita puas dengan hasil kinerja kita,'' tanya Mama Clara.
''Ya, dia sangat luas dengan hasil yang kita kerjakan selama ini, jadi tidak siap siap kita belajar menggambar kepada putri kita,'' ucap nya dengan bangga, mengingat desain yang ia perlihatkan kepada costumer nya adalah hasil karya putri nya, Mahalini.
''Iya, kita tidak pernah menyangka? kalau putri kuta punya bakat terpendam, dan itu semua menghasilkan pundi pundi rupiah buat kita berdua,'' jawab Mama Clara yang juga bangga dengan bakat menantunya, tak banyak yang tau kalau Mahalini suka sekali menggambar baju baju yang sangat bagus dan juga elegan, selain dia baju seksi, Mahalini juga membuat desain baju syar'i, di mana dirinya sudah mantap menutup aurat nya.
''Tadi juga ada yang DM ingin baju syar'i, tapi desain yang itu kan Mahalini yang akan memakai nya,''
''Nanti kita bicarakan sama Lini, dia tidak akan menolak perminta'an kita berdua,'' kata Mama Clara dengan sangat yakin.
Mami Amora mengangguk pelan, sebenarnya ada rasa tidak enak dengan putri nya, mengingat pekerja'an putri nya yang sudah menumpuk, bagai gunung.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.
__ADS_1